Sabtu, 4 April 2026

Pemicu Saham BMRI, BBRI, BBCA Anjlok

Penulis : Thresa Sandra Desfika
6 Mar 2026 | 12:53 WIB
BAGIKAN
Pengunjung memotret layar digital pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Kamis (29/1/2026). (ANTARA FOTO/Asprilla Dwi Adha)
Pengunjung memotret layar digital pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Kamis (29/1/2026). (ANTARA FOTO/Asprilla Dwi Adha)

JAKARTA, investor.id - Empat bank besar sahamnya ikut terpuruk saat indeks harga saham gabungan (IHSG) longsor diparkir -2,61% ke level 7.509. Sebanyak 645 saham memerah, 97 saham hijau, dan 69 saham stagnan.

IHSG bergerak di rentang 7.504 sampai dengan 7.700. Nilai transaksi saham di Bursa Efek Indonesia (BEI) sejumlah Rp 9,42 triliun.

Saham PT Bank Mandiri Tbk (BMRI) anjlok paling parah dibandingkan ketiga saham bank besar lainnya. Saham BMRI diparkir minus 3,22% ke Rp 4.960.

Advertisement

Kemudian saham PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) atau BRI diparkir melemah 1,87% ke Rp 3.680 serta saham PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) atau BCA turun 1,06% ke RP 7.025.

Sedangkan saham PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI) atau BNI terpeleset 1,17% ke Rp 4.230.

Saham keempat bank besar memerah karena tekanan jual. Berdasarkan data pada aplikasi Stockbit Sekuritas, saham BMRI membukukan net sell Rp 135,4 miliar, saham BBRI net sell Rp 70,4 miliar, saham BBCA net sell Rp 56,8 miliar, dan saham BBNI net sell Rp 19,7 miliar.

Selain itu, berdasarkan data pasar, saham BBRI dan BMRI mencatatkan net sell asing cukup besar dari segi volume per akhir sesi I hari ini masing-masing 26,39 juta saham dan 24,03 juta saham.

Sementara itu, Pilarmas Investindo Sekuritas menyebut ketegangan geopolitik global melonjak tajam setelah Presiden Trump menyatakan niatnya untuk mengintervensi pemilihan kepemimpinan di Iran secara langsung dan penolakan DPR AS terhadap resolusi damai, yang memberikan lampu hijau bagi Trump untuk melanjutkan kebijakan militernya.

“Dampak dari perang ini telah mengerek harga minyak dunia, yang pada gilirannya memicu kekhawatiran inflasi global. Akibatnya, ekspektasi pasar terhadap penurunan suku bunga The Fedkini bergeser mundur ke bulan September atau Oktober, karena tekanan ekonomi yang membebani negara-negara importir energi,” tulis Pilarmas dalam risetnya, Jumat (6/3/2026).

Editor: Theresa Sandra Desfika

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


Market 2 jam yang lalu

Pizza Hut (PZZA) Balikkan Rugi Jadi Laba

PT Sarimelati Kencana Tbk (PZZA) membalikkan kinerja keuangan pada 2025 dengan mencetak laba bersih tahun berjalan sebesar Rp 24,75 miliar.
National 3 jam yang lalu

Jenazah Prajurit TNI Gugur dalam Misi Perdamaian UNIFIL Tiba di Indonesia

Tiga jenazah prajurit TNI yang gugur jalankan tugas di Lebanon tiba di tanah air dan dijadwalkan akan diterima Presiden Prabowo Subianto.
National 3 jam yang lalu

Gelar Munas, Hipmi Perkuat Peran Pengusaha Muda Hadapi Tekanan Global

Hipmi gelar Munas 2026 untuk memperkuat kontribusi pengusaha muda dalam perekonomian nasional di tengah tantangan ekonomi global.
International 4 jam yang lalu

Israel Gempur Beirut: Markas Hizbullah dan Jembatan Sungai Litani Hancur

Israel gempur Beirut dan hancurkan jembatan strategis di Sungai Litani. 1.300 orang tewas dalam sebulan, pasukan UNIFIL kembali jadi korban.
International 4 jam yang lalu

Gedung Big Tech AS Oracle Rusak Akibat Rudal Iran

Gedung Big Tech AS Oracle Dubai rusak akibat serpihan rudal Iran. 4 warga Bahrain terluka saat serangan udara kian meluas di kawasan Teluk.
International 5 jam yang lalu

Astronot Artemis II Bingkai Keindahan Bumi yang Menakjubkan

Astronot Artemis II bagikan foto Bumi yang menakjubkan dari angkasa. Perjalanan manusia pertama menuju Bulan setelah lebih dari 50 tahun.

Tag Terpopuler


Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia