Pemicu Saham BMRI, BBRI, BBCA Anjlok
JAKARTA, investor.id - Empat bank besar sahamnya ikut terpuruk saat indeks harga saham gabungan (IHSG) longsor diparkir -2,61% ke level 7.509. Sebanyak 645 saham memerah, 97 saham hijau, dan 69 saham stagnan.
IHSG bergerak di rentang 7.504 sampai dengan 7.700. Nilai transaksi saham di Bursa Efek Indonesia (BEI) sejumlah Rp 9,42 triliun.
Saham PT Bank Mandiri Tbk (BMRI) anjlok paling parah dibandingkan ketiga saham bank besar lainnya. Saham BMRI diparkir minus 3,22% ke Rp 4.960.
Baca Juga:
IHSG Anjlok, BUMI, PTRO, ENRG LongsorKemudian saham PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) atau BRI diparkir melemah 1,87% ke Rp 3.680 serta saham PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) atau BCA turun 1,06% ke RP 7.025.
Sedangkan saham PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI) atau BNI terpeleset 1,17% ke Rp 4.230.
Saham keempat bank besar memerah karena tekanan jual. Berdasarkan data pada aplikasi Stockbit Sekuritas, saham BMRI membukukan net sell Rp 135,4 miliar, saham BBRI net sell Rp 70,4 miliar, saham BBCA net sell Rp 56,8 miliar, dan saham BBNI net sell Rp 19,7 miliar.
Selain itu, berdasarkan data pasar, saham BBRI dan BMRI mencatatkan net sell asing cukup besar dari segi volume per akhir sesi I hari ini masing-masing 26,39 juta saham dan 24,03 juta saham.
Sementara itu, Pilarmas Investindo Sekuritas menyebut ketegangan geopolitik global melonjak tajam setelah Presiden Trump menyatakan niatnya untuk mengintervensi pemilihan kepemimpinan di Iran secara langsung dan penolakan DPR AS terhadap resolusi damai, yang memberikan lampu hijau bagi Trump untuk melanjutkan kebijakan militernya.
“Dampak dari perang ini telah mengerek harga minyak dunia, yang pada gilirannya memicu kekhawatiran inflasi global. Akibatnya, ekspektasi pasar terhadap penurunan suku bunga The Fedkini bergeser mundur ke bulan September atau Oktober, karena tekanan ekonomi yang membebani negara-negara importir energi,” tulis Pilarmas dalam risetnya, Jumat (6/3/2026).
Editor: Theresa Sandra Desfika
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
FollowBaca Berita Lainnya di Google News
Read Now






