Teladan Prima Agro (TLDN) Panen Laba
Beban operasional TLDN ikut membesar seiring dengan meningkatnya pendapatan pada 2025. Terutama, beban dari biaya produksi langsung dan tidak langsung yang masing-masing sebesar Rp2,59 triliun dan Rp772 miliar, sehingga total biaya produksi perseroan pada 2025 mencapai Rp3,36 triliun setelah menyertakan biaya yang dikapitalisasi ke tanaman produktif.
Angka tersebut membengkak ketimbang periode sebelumnya yang sebesar Rp2,93 triliun. Pun demikian, saat ditambah dengan beban persediaan barang jadi, yang membuat beban pokok penjualan TLDN pada 2025 menembus Rp3,55 triliun, lebih tinggi dari tahun sebelumnya Rp2,75 triliun.
Setelah dipangkas beban-beban operasional, perseroan mengantongi laba usaha sebesar Rp1,25 triliun, menguat 12,66% secara yoy dan laba tahun berjalan sebesar Rp1,10 triliun setelah dipotong pajak penghasilan sebesar Rp285 miliar. Laba tahun berjalan tersebut naik 34,04% secara yoy.
Hasilnya, TLDN mencetak laba tahun berjalan yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk sebesar Rp1,10 triliun pada 2025, lebih jumbo daripada laba bersih pada tahun sebelumnya yang sebesar Rp825 miliar. Praktis, laba per saham dasar juga naik dari Rp63,77 per saham menjadi Rp85,48 per saham.
Namun posisi kas dan setara kas pada akhir tahun menurun dari Rp486 miliar menjadi Rp334 miliar. Penurunan ini akibat membesarnya kas bersih yang digunakan TLDN untuk mendukung aktivitas investasi dan pendanaan sepanjang 2025 yang masing-masing mencapai Rp515 miliar dan Rp1,18 triliun. Meskipun, pada saat yang sama, kas yang diperoleh perseroan dari aktivitas operasi naik dari Rp1,14 triliun menjadi Rp1,54 triliun.
Dari sisi neraca, total aset TLDN membesar dari Rp5,66 triliun menjadi Rp6 triliun berkat meningkatnya aset tidak lancar dari Rp3,89 triliun menjadi Rp4,42 triliun. Sedangkan, total aset lancar perseroan mengalami penyusutan dari Rp1,76 triliun menjadi Rp1,58 triliun. Total liabilitas menurun dari Rp2,51 triliun menjadi Rp2,37 triliun. Sebaliknya, ekuitas menguat dari Rp3,14 triliun menjadi Rp3,64 triliun.
Editor: Muawwan Daelami
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
FollowBaca Berita Lainnya di Google News
Read Now


