Sabtu, 4 April 2026

Teladan Prima Agro (TLDN) Panen Laba

Penulis : Muawwan Daelami
9 Mar 2026 | 04:00 WIB
BAGIKAN
Ilustrasi kegiatan produksi PT Teladan Prima Agro Tbk (TLDN). (Foto: Perseroan)
Ilustrasi kegiatan produksi PT Teladan Prima Agro Tbk (TLDN). (Foto: Perseroan)

Beban operasional TLDN ikut membesar seiring dengan meningkatnya pendapatan pada 2025. Terutama, beban dari biaya produksi langsung dan tidak langsung yang masing-masing sebesar Rp2,59 triliun dan Rp772 miliar, sehingga total biaya produksi perseroan pada 2025 mencapai Rp3,36 triliun setelah menyertakan biaya yang dikapitalisasi ke tanaman produktif.

Angka tersebut membengkak ketimbang periode sebelumnya yang sebesar Rp2,93 triliun. Pun demikian, saat ditambah dengan beban persediaan barang jadi, yang membuat beban pokok penjualan TLDN pada 2025 menembus Rp3,55 triliun, lebih tinggi dari tahun sebelumnya Rp2,75 triliun.

Setelah dipangkas beban-beban operasional, perseroan mengantongi laba usaha sebesar Rp1,25 triliun, menguat 12,66% secara yoy dan laba tahun berjalan sebesar Rp1,10 triliun setelah dipotong pajak penghasilan sebesar Rp285 miliar. Laba tahun berjalan tersebut naik 34,04% secara yoy.

Advertisement

Hasilnya, TLDN mencetak laba tahun berjalan yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk sebesar Rp1,10 triliun pada 2025, lebih jumbo daripada laba bersih pada tahun sebelumnya yang sebesar Rp825 miliar. Praktis, laba per saham dasar juga naik dari Rp63,77 per saham menjadi Rp85,48 per saham.

Namun posisi kas dan setara kas pada akhir tahun menurun dari Rp486 miliar menjadi Rp334 miliar. Penurunan ini akibat membesarnya kas bersih yang digunakan TLDN untuk mendukung aktivitas investasi dan pendanaan sepanjang 2025 yang masing-masing mencapai Rp515 miliar dan Rp1,18 triliun. Meskipun, pada saat yang sama, kas yang diperoleh perseroan dari aktivitas operasi naik dari Rp1,14 triliun menjadi Rp1,54 triliun.

Dari sisi neraca, total aset TLDN membesar dari Rp5,66 triliun menjadi Rp6 triliun berkat meningkatnya aset tidak lancar dari Rp3,89 triliun menjadi Rp4,42 triliun. Sedangkan, total aset lancar perseroan mengalami penyusutan dari Rp1,76 triliun menjadi Rp1,58 triliun. Total liabilitas menurun dari Rp2,51 triliun menjadi Rp2,37 triliun. Sebaliknya, ekuitas menguat dari Rp3,14 triliun menjadi Rp3,64 triliun.


 

Editor: Muawwan Daelami

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


Market 2 jam yang lalu

Pizza Hut (PZZA) Balikkan Rugi Jadi Laba

PT Sarimelati Kencana Tbk (PZZA) membalikkan kinerja keuangan pada 2025 dengan mencetak laba bersih tahun berjalan sebesar Rp 24,75 miliar.
National 2 jam yang lalu

Jenazah Prajurit TNI Gugur dalam Misi Perdamaian UNIFIL Tiba di Indonesia

Tiga jenazah prajurit TNI yang gugur jalankan tugas di Lebanon tiba di tanah air dan dijadwalkan akan diterima Presiden Prabowo Subianto.
National 3 jam yang lalu

Gelar Munas, Hipmi Perkuat Peran Pengusaha Muda Hadapi Tekanan Global

Hipmi gelar Munas 2026 untuk memperkuat kontribusi pengusaha muda dalam perekonomian nasional di tengah tantangan ekonomi global.
International 4 jam yang lalu

Israel Gempur Beirut: Markas Hizbullah dan Jembatan Sungai Litani Hancur

Israel gempur Beirut dan hancurkan jembatan strategis di Sungai Litani. 1.300 orang tewas dalam sebulan, pasukan UNIFIL kembali jadi korban.
International 4 jam yang lalu

Gedung Big Tech AS Oracle Rusak Akibat Rudal Iran

Gedung Big Tech AS Oracle Dubai rusak akibat serpihan rudal Iran. 4 warga Bahrain terluka saat serangan udara kian meluas di kawasan Teluk.
International 4 jam yang lalu

Astronot Artemis II Bingkai Keindahan Bumi yang Menakjubkan

Astronot Artemis II bagikan foto Bumi yang menakjubkan dari angkasa. Perjalanan manusia pertama menuju Bulan setelah lebih dari 50 tahun.

Tag Terpopuler


Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia