Minggu, 5 April 2026

Laut Selatan Jawa Berpotensi Munculkan Badai Tropis

Penulis : Antara
25 Feb 2013 | 08:54 WIB
BAGIKAN

JAKARTA-Daerah-daerah tekanan rendah di lautan selatan Jawa-Nusa Tenggara sepekan ini potensial menjadi tempat munculnya bibit-bibit badai tropis, kata pakar astronomi Prof Dr Thomas Djamaluddin.

"Sepekan terakhir ini sudah ditemukan tiga lokasi dengan tekanan rendah di laut selatan Jawa dengan tekanan sekitar 1.000 milibar, namun sudah buyar sebelum menjadi badai," kata Deputi Bidang Sains Pengkajian dan Informasi Kedirgantaraan Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (Lapan) itu di Jakarta, Minggu (24/2) .

Jika tekanan di lokasi-lokasi tersebut terus turun menjadi 900-990 milibar, ujar dia, maka akan membuka potensi munculnya siklon tropis.

Menurut dia, pada pekan terakhir hanya terpantau satu badai terbentuk di sekitar lautan di Indonesia, yakni di laut China Selatan yang dinamakan siklon Shamshan.

Djamal mengatakan, sepekan ke depan hingga akhir Februari diprakirakan cuaca ekstrem akan kembali terjadi di Indonesia yang ditandai dengan liputan awan dalam jumlah banyak yang akan menurunkan curah hujan tinggi dan angin kencang.

Dilihat dari pola potensi hujannya, konsentrasi awan tampak meliputi Sumatera, Jawa sampai Nusa Tenggara Barat, Kalimantan dan Sulawesi, ujarnya.

"Liputan awan yang banyak ini terkait dengan aktifnya MJO (Madden Julian Oscillation) selama dua pekan, pada pekan ketiga dan keempat Februari," katanya.

MJO adalah parameter konveksi pembentukan awan yang datang setiap dua bulanan, dimana pada Januari lalu MJO juga sempat aktif selama dua pekan dan menjadi salah satu penyebab banjir besar di jakarta, ujarnya.

"Soal seberapa ekstremnya cuaca, harus dilihat secara lokal, itu ada di BMKG. Namun tekanan rendah di laut selatan Jawa hingga NTB cenderung menarik awan-awan di utara dan mengurangi pembentukan awan dan hujan. Ada untungnya juga," katanya.

Sedangkan parameter angin kencang terkait erat dengan indeks angin muson Australia yang positif dimana kekuatan angin musiman periodik datang dari utara belok ke timur atau disebut angin baratan.

Ia juga menyatakan, musim hujan sudah cenderung menurun di bulan Maret.(*/hrb)

Editor: Investor.id

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkini


National 2 jam yang lalu

Prabowo dan SBY Lepas Jenazah 3 Prajurit TNI yang Gugur di Lebanon

Presiden Prabowo dan mantan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono turut melepas tiga prajurit TNI yang gugur di Lebanon untuk dimakamkan.
InveStory 2 jam yang lalu

Inspiratif! Rayyan Shahab Diterima 15 Kampus Top Dunia Tanpa Kursus Bahasa Inggris

Siswa MAN IC Pekalongan, Ahmad Ali Rayyan Shahab mencatat prestasi luar biasa. Di usia 17 tahun dia diterima 15 kampus dunia.
Business 2 jam yang lalu

Private AI Bantu Dunia Bisnis Kurangi Risiko 

- Tekanan terhadap perusahaan Indonesia saat ini terasa dari dua arah sekaligus. Di satu sisi, semua orang bicara soal AI, mulai dari chatbot, analitik prediktif, sampai agen AI yang bisa mengotomatisasi proses bisnis.
Business 2 jam yang lalu

MPMX Raih Laba Bersih Rp 462 Miliar pada 2025

PT Mitra Pinasthika Mustika Tbk (MPMX), perusahaan konsumer  otomotif dan transportasi di Indonesia hari ini melaporkan hasil kinerja keuangan  untuk tahun buku 2025 yang telah diaudit. Perseroan tetap mempertahankan fundamental  bisnis yang solid di tengah dinamika kondisi pasar.  
Market 5 jam yang lalu

Pizza Hut (PZZA) Balikkan Rugi Jadi Laba

PT Sarimelati Kencana Tbk (PZZA) membalikkan kinerja keuangan pada 2025 dengan mencetak laba bersih tahun berjalan sebesar Rp 24,75 miliar.
National 5 jam yang lalu

Jenazah Prajurit TNI Gugur dalam Misi Perdamaian UNIFIL Tiba di Indonesia

Tiga jenazah prajurit TNI yang gugur jalankan tugas di Lebanon tiba di tanah air dan dijadwalkan akan diterima Presiden Prabowo Subianto.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia