Laut Selatan Jawa Berpotensi Munculkan Badai Tropis
JAKARTA-Daerah-daerah tekanan rendah di lautan selatan Jawa-Nusa Tenggara sepekan ini potensial menjadi tempat munculnya bibit-bibit badai tropis, kata pakar astronomi Prof Dr Thomas Djamaluddin.
"Sepekan terakhir ini sudah ditemukan tiga lokasi dengan tekanan rendah di laut selatan Jawa dengan tekanan sekitar 1.000 milibar, namun sudah buyar sebelum menjadi badai," kata Deputi Bidang Sains Pengkajian dan Informasi Kedirgantaraan Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (Lapan) itu di Jakarta, Minggu (24/2) .
Jika tekanan di lokasi-lokasi tersebut terus turun menjadi 900-990 milibar, ujar dia, maka akan membuka potensi munculnya siklon tropis.
Menurut dia, pada pekan terakhir hanya terpantau satu badai terbentuk di sekitar lautan di Indonesia, yakni di laut China Selatan yang dinamakan siklon Shamshan.
Djamal mengatakan, sepekan ke depan hingga akhir Februari diprakirakan cuaca ekstrem akan kembali terjadi di Indonesia yang ditandai dengan liputan awan dalam jumlah banyak yang akan menurunkan curah hujan tinggi dan angin kencang.
Dilihat dari pola potensi hujannya, konsentrasi awan tampak meliputi Sumatera, Jawa sampai Nusa Tenggara Barat, Kalimantan dan Sulawesi, ujarnya.
"Liputan awan yang banyak ini terkait dengan aktifnya MJO (Madden Julian Oscillation) selama dua pekan, pada pekan ketiga dan keempat Februari," katanya.
MJO adalah parameter konveksi pembentukan awan yang datang setiap dua bulanan, dimana pada Januari lalu MJO juga sempat aktif selama dua pekan dan menjadi salah satu penyebab banjir besar di jakarta, ujarnya.
"Soal seberapa ekstremnya cuaca, harus dilihat secara lokal, itu ada di BMKG. Namun tekanan rendah di laut selatan Jawa hingga NTB cenderung menarik awan-awan di utara dan mengurangi pembentukan awan dan hujan. Ada untungnya juga," katanya.
Sedangkan parameter angin kencang terkait erat dengan indeks angin muson Australia yang positif dimana kekuatan angin musiman periodik datang dari utara belok ke timur atau disebut angin baratan.
Ia juga menyatakan, musim hujan sudah cenderung menurun di bulan Maret.(*/hrb)
Editor: Investor.id
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
FollowBaca Berita Lainnya di Google News
Read Now

