Minggu, 5 April 2026

Suyanto Chandra, Berusaha Luar Biasa, Hasilnya Pun Luar Biasa

Penulis : Anis Rifatul Ummah
9 Des 2013 | 06:48 WIB
BAGIKAN

Lama menekuni karier sebagai bankir membuat Suyanto Chandra memiliki hitung-hitungan detail terhadap setiap risiko bisnis. Sepak terjangnya pada bisnis properti senantiasa didasari kalkulasi yang matang. Tidak tergesa-gesa, sarat perhitungan.

Kehati-hatian pria kelahiran Pontianak, 26 September 1979 ini juga tercermin pada setiap pernyataannya yang terstruktur dan rapi dalam menjawab pertanyaan. “Pengalaman saya sebagai bankir mengajarkan tindakan yang prudent seperti prinsip perbankan,” ujar Presiden Direktur PT Mitra Gemilang Mahakarya (MGM Land) itu kepada Edo Rusyanto, jurnalis Investor Daily, di salah satu hotel bintang lima di bilangan Jakarta Pusat, baru-baru ini.

Pagi itu ia tampak bugar. Maklum, pria yang besar di kawasan Tangerang, Banten tersebut baru saja bermain golf dengan koleganya. Dia tercatat sebagai anggota klub golf di kawasan Senayan.

“Olahraga golf memberi kebugaran sekaligus rileks setelah menggeluti bisnis seharian. Jangan sampai mencari pekerjaan lagi di lapangan golf,” tutur ayah satu anak ini.

Memadukan tubuh yang bugar dengan talenta bisnis menjadi kiat penting bagi Suyanto Chandra dalam mengarungi bisnis properti yang sangat dinamis. Dia mulai menikmati aktivitas mengayun stik golf sejak 2007. Setidaknya, lima kali dalam sebulan dia merumput di lapangan golf. Suyanto Chandra yang akrab disapa Ken, sadar betul bagaimana ketatnya persaingan bisnis properti di Indonesia. Karena itu, salah satu jurus penting yang diterapkan Ken adalah tidak bertarung dengan raksasa di Pulau Jawa. Berikut petikan lengkap wawancara tersebut.

Mengapa Anda terjun ke bisnis properti?
Sebelum di bisnis properti, saya menjadi bankir. Saya sempat tujuh tahun menjadi financial planning. Sempat mencicipi pekerjaan di Citybank dua tahun, lalu di Bank Danamon dan UOB Bank. Saya menekuni bisnis pengembangan properti pertama kali karena hobi desain dan arsitektur. Karena itu, setiap proyek didesain tersendiri. Bagi saya, setiap proyek punya tantangan yang berbeda-beda, punya ‘jiwanya’ sendiri.

Bisnis properti mulai saya geluti pada 2007. Saat itu dimulai dengan membangun satu dua rumah. Usaha kami masih kecilkecilan hingga tahun 2009. Seiring perkembangan, pada 2010 kami menjangkau area bisnis baru, yakni membangun rumah toko (ruko). Saat itu, bisnis kami masih di seputaran kawasan Mauk, Tangerang, Banten.

Bagaimana Anda menghadapi ketatnya persaingan?
Kami mencari peluang ke daerah-daerah. Melihat orang bangun apartemen kok enak, akhirnya kami tertarik membangun, tapi kami pilih keluar Jawa. Maklum, kami tidak punya lahan di Jawa. Langkah awal yang kami lalukan adalah menggarap proyek properti terpadu (mixed use) Central Business District (CBD) Balikpapan, Kalimantan Timur. Di Kota Balikpapan belum ada CBD yang komplet.

Kami menyajikan kebutuhan hunian vertikal, perkantoran, pusat perbelanjaan, hingga hotel di dalam satu area seluas 10 hektare (ha).  Lahan di proyek senilai Rp 2 triliun itu kami peroleh tidak sekaligus, melainkan bertahap. Lahan itu mulai kami beli pada 2011. Begitu juga dengan pembangunannya, kami lakukan secara bertahap, dimulai pada pengujung 2013 dan ditargetkan rampung pada 2015. Properti pertama yang kami bangun adalah perhotelan. Di kawasan itu banyak aktivitas para pebisnis, sehingga membutuhkan penginapan yang nyaman. Kolega kami mengaku banyak memiliki event di sekitar lokasi CBD Balikpapan sehingga membutuhkan penginapan yang komprehensif.

Potensi bisnis properti di luar Jawa masih besar. Contohnya di Balikpapan. Kota minyak ini unik. Selain rumah tapak (landed house), ternyata banyak juga kelas middle up. Kami menjual apartemen rata-rata dibayar dengan tunai keras. Sebagian lagi dengan tunai bertahap. Konsumen kebanyakan tidak suka kredit pemilikan apartemen (KPA) maupun kredit pemilikan rumah (KPR). Dalam tunai bertahap, ada yang membayar sekaligus beberapa bulan cicilan, tidak satu bulan satu kali cicilan, sehingga lebih cepat lunas.

Positioning MGM Land di mana?
MGM Land tidak hanya mengembangkan proyek properti. Kami juga menjadikannya perusahaan investasi properti. Maka salah satu aktivitasnya adalah melakukan akuisisi lahan di berbagai kota di luar Jawa. Akuisisi lahan juga sebagai upaya pengumpulan cadangan lahan yang kini mencapai lebih dari 100 ha. Kota-kota yang sudah dirambah terdiri atas Balikpapan (Kalimantan Timur), Makassar (Sulawesi Selatan), Manado (Sulawesi Utara), Kendari (Sulawesi Tenggara), dan Palembang (Sumatera Selatan). Pertumbuhan perdagangan dan bisnis di kota-kota tersebut terus berkembang.

Saya membangun MGM Land berdua dengan seorang teman. Kami bukan lahir dari keluarga berlatar belakang bisnis properti. Keluarga saya bukan pemain properti, justru bermain bisnis yang amat berbeda, yakni stationery. Sedangkan latar belakang keluarga rekan saya adalah pemain bisnis distributor sarung.

Pada 2011, saat memulai bisnis MGM Land, kami hanya memiliki dua karyawan. Saat ini bertambah menjadi 90-an karyawan yang di back office support. Itu belum termasuk pekerja di proyek lapangan yang jumlahnya cukup banyak. Kami ingat betul, omzet dalam enam bulan pertama pada 2011 hanya sekitar Rp 500 jutaan. Seiring dengan pertumbuhan bisnis properti, kini kami bisa mencapai omzet puluhan miliar rupiah per tahun.

Bisnis properti kini banyak menghadapi tantangan. Bagaimana Anda melihatnya?
Saat ini ada sejumlah kebijakan pemerintah terkait kredit dan suku bunga perbankan yang berimbas pada sektor properti.  Ada kebijakan pembatasan kredit yang dikeluarkan Bank Indonesia (BI), seperti pengaturan loan to value (LTV) yang mengharuskan uang muka kredit properti minimal harus 30% dari harga properti. Lalu, ada kebijakan kredit pemilikan rumah (KPR) indent yang berarti pembelian rumah kedua tidak boleh ada masa tunggu atau indent. Dan, tentu saja kebijakan suku bunga perbankan yang cukup tinggi seiring naiknya BI rate ke level 7,5%.

Dampak dari kebijakan yang dikeluarkan pada 2013 itu pasti terasa pada tahun depan. Tapi saya tetap optimistis, pada 2014 sektor properti masih bertumbuh walaupun tidak sebesar tahun ini yang diperkirakan mencapai 15%. Sektor properti masih bisa bertumbuh karena produk properti menjadi kebutuhan masyarakat. Selain itu, properti masih menjadi produk investasi yang menarik. Properti memberi keuntungan lewat capital gain dan imbal hasil yang tergolong tinggi jika dibandingkan dengan bunga deposito perbankan.

Filosofi yang Anda tanamkan di perusahaan?
Filosofi yang ditanamkan kepada seluruh manajemen dan karyawan di perusahaan kami adalah kejujuran. Jujur dalam kehidupan dan pekerjaan serta tanggung jawab. Lalu, bekerja keras dan ulet dalam berusaha. Bekerja dengan tidak mudah menyerah atas persoalan yang ada. Dengan berpegang pada prinsip-prinsip itu, kami percaya bisa meraih keberhasilan dalam bidang apapun.

Saya percaya, dalam membangun usaha, tidak ada pekerjaan biasa yang bisa mendatangkan hasil luar biasa, dan tidak ada pekerjaan yang luar biasa mendatangkan hasil biasa.

Pilihan hidup ada di pribadi masing-masing orang, mau berhasil luar biasa atau biasa-biasa saja. Keberhasilan juga diraih karena perilaku hidup seseorang, yakni hasil kerja keras dan hanya persoalan waktu semata.

Di tengah kesibukan yang luar biasa, Anda masih sempat menikmati hobi?
Tentu saya coba untuk bisa tetap menikmati hobi di tengah-tengah kesibukan rutinitas bisnis maupun kehidupan keluarga. Hobi yang saat ini saya tekuni adalah olahraga golf dan menembak.

Cara Anda menikmati liburan bersama keluarga?
Kami sekeluarga merencanakan liburan setiap tahunnya. Pilihan mengisi liburan bersama keluarga kebanyakan traveling ke kota-kota maju di belahan dunia. Tujuannya, selain menikmati keindahan dan pesona kota-kota yang kami kunjungi, juga membuat kami semakin bisa mengenal kualitas hidup yang kita punya atau pun kondisi negara kita. Pada gilirannya kami merasa bisa menggugah nasionalisme pribadi, rasa cinta dan memiliki Indonesia yang alamnya indah luar biasa. Selain itu, saya merasa bisa belajar tentang pembangunan properti ke depan.

Nilai-nilai yang Anda pegang juga ditanamkan kepada anak?

Orangtua tentu ingin anaknya sukses. Untuk itu kepada anak-anak ditanamkan sikap harus percaya dengan apa yang dilakukan dan kerjakan itu bermanfaat buat semua orang.

Penanaman filosofi tidak semata diajarkan dengan kata-kata. Anak-anak tidak cukup hanya diberi wejangan. Kami orang tua pasti semampunya memberi teladan, itu yang paling penting. Semua itu saya terapkan dalam perilaku keseharian saya.

Editor: Investor.id

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkini


National 3 jam yang lalu

Prabowo dan SBY Lepas Jenazah 3 Prajurit TNI yang Gugur di Lebanon

Presiden Prabowo dan mantan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono turut melepas tiga prajurit TNI yang gugur di Lebanon untuk dimakamkan.
InveStory 3 jam yang lalu

Inspiratif! Rayyan Shahab Diterima 15 Kampus Top Dunia Tanpa Kursus Bahasa Inggris

Siswa MAN IC Pekalongan, Ahmad Ali Rayyan Shahab mencatat prestasi luar biasa. Di usia 17 tahun dia diterima 15 kampus dunia.
Business 3 jam yang lalu

Private AI Bantu Dunia Bisnis Kurangi Risiko 

- Tekanan terhadap perusahaan Indonesia saat ini terasa dari dua arah sekaligus. Di satu sisi, semua orang bicara soal AI, mulai dari chatbot, analitik prediktif, sampai agen AI yang bisa mengotomatisasi proses bisnis.
Business 4 jam yang lalu

MPMX Raih Laba Bersih Rp 462 Miliar pada 2025

PT Mitra Pinasthika Mustika Tbk (MPMX), perusahaan konsumer  otomotif dan transportasi di Indonesia hari ini melaporkan hasil kinerja keuangan  untuk tahun buku 2025 yang telah diaudit. Perseroan tetap mempertahankan fundamental  bisnis yang solid di tengah dinamika kondisi pasar.  
Market 6 jam yang lalu

Pizza Hut (PZZA) Balikkan Rugi Jadi Laba

PT Sarimelati Kencana Tbk (PZZA) membalikkan kinerja keuangan pada 2025 dengan mencetak laba bersih tahun berjalan sebesar Rp 24,75 miliar.
National 7 jam yang lalu

Jenazah Prajurit TNI Gugur dalam Misi Perdamaian UNIFIL Tiba di Indonesia

Tiga jenazah prajurit TNI yang gugur jalankan tugas di Lebanon tiba di tanah air dan dijadwalkan akan diterima Presiden Prabowo Subianto.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia