IHSG Cetak Rekor, Market Cap BEI Ikut Terdongkrak Rp 211 Triliun
JAKARTA, investor.id - Indeks harga saham gabungan (IHSG) tercatat menguat 1,55% dalam sepekan dari 8.936,7 poin pada pekan lalu menjadi 9.075,4 poin pada pekan ini.
Indeks harga saham gabungan (IHSG) dan kapitalisasi pasar bursa (market cap) kembali mencatatkan rekor tertinggi sepanjang masa (all time high/ATH) masing-masing pada level 9.075,4 dan Rp 16.512 triliun.
Data perdagangan saham di BEI selama sepekan periode 12-15 Januari 2026 ditutup mayoritas pada zona positif.
Sekretaris Perusahaan Bursa Efek Indonesia (BEI), Kautsar Primadi Nurahmad mengatakan, sejalan dengan kenaikan IHSG, kapitalisasi pasar BEI juga mengalami peningkatan sebesar 1,29% menjadi Rp 16.512 triliun dari Rp 16.301 triliun pada sepekan sebelumnya, naik Rp 211 triliun.
“Peningkatan tertinggi terjadi pada rata-rata nilai transaksi harian bursa sebesar 3,87% menjadi Rp 32,68 triliun dari Rp 31,46 triliun pada pekan sebelumnya,” katanya dalam keterangan resmi, dikutip Jumat (16/1/2026).
Kemudian, perubahan terjadi pada rata-rata volume transaksi harian Bursa pada pekan ini sebesar 2,68% menjadi 60,13 miliar lembar saham dari 61,79 miliar lembar saham pada pekan sebelumnya.
Rata-rata frekuensi transaksi harian turut mengalami perubahan sebesar 3,24% menjadi 3,86 juta kali transaksi dari 3,99 juta kali transaksi pada pekan lalu.
Adapun investor asing pada Kamis mencatatkan nilai beli bersih Rp 947,4 miliar dan sepanjang tahun 2026 ini mencatatkan nilai beli bersih sebesar Rp 7,3 triliun.
Kautsar menyampaikan, total emisi obligasi dan sukuk yang telah tercatat sepanjang tahun 2026 adalah 7 emisi dari 6 emiten senilai Rp 218,9 triliun.
Baca Juga:
Tren Bullish IHSG BerlanjutTotal emisi obligasi dan sukuk yang tercatat di BEI berjumlah 665 emisi dengan nilai outstanding sebesar Rp 542,8 triliun dan US$ 134,01 juta yang diterbitkan oleh 137 emiten.
Surat Berharga Negara (SBN) tercatat di BEI berjumlah 190 seri dengan nominal Rp 6.484,2 triliun dan US$ 352,1 juta. Efek Beragun Aset (EBA) sebanyak 6 emisi senilai Rp 3,9 triliun.
Editor: Erta Darwati
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
FollowBaca Berita Lainnya di Google News
Read Now






