BMRI, Saham Mewah Harga Murah
JAKARTA, investor.id – Saham PT Bank Mandiri Tbk (BMRI) merupakan salah satu saham berkapitalisasi pasar besar (big cap) yang harganya sedang murah, dengan return on equity (ROE) yang baik. Potensi cuan saham BMRI tergolong tebal.
Berdasarkan data di Stockbit Sekuritas, yang diakses pada Minggu (15/2/2026), rasio PE saham Bank Mandiri (BMRI) saat ini (trailing twelve months/TTM) tergolong murah sebesar 8,4 kali.
Baca Juga:
Kenapa Saham BBCA Dibombardir Asing?Pada perdagangan di Bursa Efek Indonesia (BEI), Jumat (13/2/2026), saham BMRI ditutup stagnan di level Rp 5.075. Dalam sepekan terakhir, BMRI menguat tipis 0,5% dan sebulan naik 6,39%. Namun, selama year to date (ytd), BMRI sedikit melemah sebesar 0,49%.
Investor asing terpantau sedang mengakumulasi saham BMRI selama sepekan terakhir. Nilai transaksi beli bersih (net buy) asing pada saham BMRI mencapai Rp 646,7 miliar atau terbesar. Pembelian terjadi di pasar reguler BEI selama periode 9-13 Februari 2026.
Secara kinerja, Bank Mandiri berhasil menunjukkan performa sepanjang 2025 yang melampaui estimasi berkat hasil kuartal IV-2025 yang memecahkan rekor. Bank Mandiri mencatatkan laba bersih kuartalan tertinggi sepanjang sejarah sebesar Rp 18,6 triliun pada kuartal IV-2025.
“Dengan begitu, total laba bersih Bank Mandiri selama 2025 mencapai Rp 56,3 triliun atau tumbuh 1% yoy. Pencapaian itu lebih tinggi dari estimasi kami maupun konsensus pasar,” tulis analis BRI Danareksa Sekuritas, Victor Stefano dan Naura Reyhan Muchlis dalam risetnya.
Solidnya kinerja emiten berkode saham BMRI tersebut didukung oleh cost to income ratio (CIR) dan cost of credit (CoC) yang lebih rendah dari perkiraan.
Sementara itu, pertumbuhan kredit BMRI pada 2025 tetap kuat sebesar 13% yoy. Itu terutama ditopang oleh segmen korporasi dan komersial, sehingga mampu mengimbangi penurunan margin bunga bersih (net interest margin/NIM) sebesar 30 basis poin (bps) dan mendorong pendapatan bunga bersih (net interest income/NII) naik 4%.
Dana pihak ketiga (DPK) juga tumbuh kuat 24% yoy, terutama berasal dari deposito berjangka yang menurunkan rasio kredit terhadap dana pihak ketiga (loan to deposit ratio/LDR) menjadi 89%.
CoC pun turun menjadi 58 bps, meskipun tingkat pencadangan menurun. “Rasio kredit bermasalah (non-performing loan/NPL) BMRI tetap stabil sebesar 1,1%,” jelas Victor.
Potensi Cuan Saham BMRI
Editor: Jauhari Mahardhika
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
FollowBaca Berita Lainnya di Google News
Read Now






