Minggu, 5 April 2026

Asing Goyah, Saham Ini Ramai Diobral

Penulis : Jauhari Mahardhika
27 Feb 2026 | 21:22 WIB
BAGIKAN
Investor asing akhirnya berbalik mencatatkan transaksi jual bersih (net sell) saham di BEI, Jumat (27/2/2026). (Investor Daily/David Gita Roza)
Investor asing akhirnya berbalik mencatatkan transaksi jual bersih (net sell) saham di BEI, Jumat (27/2/2026). (Investor Daily/David Gita Roza)

JAKARTA, investor.id – Investor asing akhirnya berbalik mencatatkan transaksi jual bersih (net sell) saham di Bursa Efek Indonesia (BEI), Jumat (27/2/2026). Asing gencar mengobral saham BBCA, INDF, BBNI, BBRI, dan PTRO.

Adapun net sell asing di seluruh pasar hari ini mencapai Rp 694,2 miliar. Akibatnya, total net sell asing sepanjang tahun berjalan ini bertambah menjadi Rp 9,5 triliun – berdasarkan data BEI.

Net sell terbesar di pasar reguler melanda saham PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) mencapai Rp 580,3 miliar.

ADVERTISEMENT

Selain saham BBCA, asing juga banyak menjual saham PT Indofood Sukses Makmur Tbk (INDF) dan PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI). Net sell asing pada saham INDF sebesar Rp 511 miliar dan BBNI senilai Rp 175,2 miliar.

Kemudian, saham PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) dan PT Petrosea Tbk (PTRO). Net sell asing pada saham BBRI sebesar Rp 172,9 miliar dan PTRO senilai Rp 120,7 miliar.

Sebaliknya, transaksi beli bersih (net buy) terbanyak oleh investor asing terjadi pada saham PT Vale Indonesia Tbk (INCO) mencapai Rp 144,3 miliar.

Tak ketinggalan, saham PT Antam Tbk (ANTM) dengan net buy asing sebesar Rp 82 miliar.

Sementara itu, indeks harga saham gabungan (IHSG) hari ini ditutup menguat tipis 0,2 poin (0,0%) ke level 8.235,4. Sebanyak 352 saham menguat, 338 saham turun, dan 268 saham stagnan. Total nilai transaksi mencapai Rp 38,2 triliun.

Mayoritas sektor saham menguat pada penutupan pasar hari ini. Penguatan terbesar di sektor perindustrian sebesar 4,4%.

Diikuti, penguatan di sektor barang konsumen primer sebesar 2,8%, sektor barang baku 1,8%, sektor teknologi 0,3%, sektor transportasi 0,29%, sektor properti 0,27%, dan sektor energi 0,26%.

Sebaliknya, pelemahan terjadi di sektor keuangan 0,8%, sektor infrastruktur 0,3%, sektor kesehatan 0,1%, sektor barang konsumen non-primer 0,07%.

Top Cuan 

Editor: Jauhari Mahardhika

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


National 2 jam yang lalu

Prabowo dan SBY Lepas Jenazah 3 Prajurit TNI yang Gugur di Lebanon

Presiden Prabowo dan mantan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono turut melepas tiga prajurit TNI yang gugur di Lebanon untuk dimakamkan.
InveStory 2 jam yang lalu

Inspiratif! Rayyan Shahab Diterima 15 Kampus Top Dunia Tanpa Kursus Bahasa Inggris

Siswa MAN IC Pekalongan, Ahmad Ali Rayyan Shahab mencatat prestasi luar biasa. Di usia 17 tahun dia diterima 15 kampus dunia.
Business 2 jam yang lalu

Private AI Bantu Dunia Bisnis Kurangi Risiko 

- Tekanan terhadap perusahaan Indonesia saat ini terasa dari dua arah sekaligus. Di satu sisi, semua orang bicara soal AI, mulai dari chatbot, analitik prediktif, sampai agen AI yang bisa mengotomatisasi proses bisnis.
Business 3 jam yang lalu

MPMX Raih Laba Bersih Rp 462 Miliar pada 2025

PT Mitra Pinasthika Mustika Tbk (MPMX), perusahaan konsumer  otomotif dan transportasi di Indonesia hari ini melaporkan hasil kinerja keuangan  untuk tahun buku 2025 yang telah diaudit. Perseroan tetap mempertahankan fundamental  bisnis yang solid di tengah dinamika kondisi pasar.  
Market 5 jam yang lalu

Pizza Hut (PZZA) Balikkan Rugi Jadi Laba

PT Sarimelati Kencana Tbk (PZZA) membalikkan kinerja keuangan pada 2025 dengan mencetak laba bersih tahun berjalan sebesar Rp 24,75 miliar.
National 6 jam yang lalu

Jenazah Prajurit TNI Gugur dalam Misi Perdamaian UNIFIL Tiba di Indonesia

Tiga jenazah prajurit TNI yang gugur jalankan tugas di Lebanon tiba di tanah air dan dijadwalkan akan diterima Presiden Prabowo Subianto.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia