Minggu, 5 April 2026

Praktik Pengalihan Nomor HS Baja Impor Naik Tajam 

Penulis : Leonard AL Cahyoputra
10 Jul 2019 | 21:11 WIB
BAGIKAN
Salah satu pabrik baja. Foto ilustrasi: Investor Daily/Defrizal
Salah satu pabrik baja. Foto ilustrasi: Investor Daily/Defrizal

JAKARTA, Investor.id – Praktik pengalihan pos tarif (circumvention) baja impor naik tajam, sehingga impor produk ini meningkat pada kuartal I-2019. Circumvention adalah praktik pengalihan kode HS dari baja karbon ke baja paduan. Caranya adalah dengan menambah sedikit unsur paduan seperti boron atau chromium ke dalam baja, sehingga produk baja tersebut dapat dikategorikan sebagai baja paduan.

Berdasarkan data The South East Asia Iron and Steel Institute (SEAISI), jumlah importasi baja di Indonesia pada 2018 mencapai 7,6 juta ton. Bahkan, data Badan Pusat Statistik (BPS) menyebutkan, komoditas besi dan baja tercatat sebagai komoditas impor terbesar ketiga pada 2018, yaitu sebesar 6,45% dari total importasi dengan nilai US$ 10,25 miliar.

Direktur Eksekutif Asosiasi Industri Besi dan Baja Nasional atau The Indonesian Iron and Steel Industry Association (IISIA) Yerry Idroes mengatakan, tingginya importasi tersebut telah membuat industri baja nasional semakin terhimpit dan merugi. "Karena produk impor baja paduan lainnya ikut mengisi pangsa pasar baja karbon yang seharusnya dapat diisi oleh produk dalam negeri," ujar dia dalam keterangan resmi di Jakarta, Rabu (10/7).

Selain memukul produsen baja nasional, tambah Yerry, penyalahgunaan kategori baja paduan tersebut juga merugikan negara, karena importir tidak membayar bea masuk (MFN/BMTP/BMAD), ataupun membayar bea masuk (BM) tetapi lebih rendah dari yang seharusnya.

ADVERTISEMENT

Pada kuartal I-2019, jumlah impor besi dan baja meningkat 14,75% menjadi US$ 2,76 miliar dibanding periode sama tahun lalu. Kenaikan impor produk tersebut menjadi yang terbesar keempat di antara produk impor lainnya.

Kenaikan ini tidak hanya terjadi pada produk baja hulu seperti hot rolled coil (HRC)/plate, cold rolled coil (CRC), dan wire rod, tetapi juga terjadi pada produk baja hilir seperti halnya coated sheet (produk baja lapis) yang saat ini kondisinya cukup mengkhawatirkan, di mana volume impornya sangat tinggi.

Data SEAISI menunjukan, Januari-Maret 2019, jumlah impor baja dari Tiongkok untuk kategori produk baja paduan HRC meningkat 83% secara year on year atau sebesar 147 ribu ton. Adapun jumlah impor produk baja paduan CRC secara tajam hingga 302% secara year on year atau sebesar 53 ribu ton.
 

Editor: Harso Kurniawan

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkini


National 2 jam yang lalu

Prabowo dan SBY Lepas Jenazah 3 Prajurit TNI yang Gugur di Lebanon

Presiden Prabowo dan mantan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono turut melepas tiga prajurit TNI yang gugur di Lebanon untuk dimakamkan.
InveStory 2 jam yang lalu

Inspiratif! Rayyan Shahab Diterima 15 Kampus Top Dunia Tanpa Kursus Bahasa Inggris

Siswa MAN IC Pekalongan, Ahmad Ali Rayyan Shahab mencatat prestasi luar biasa. Di usia 17 tahun dia diterima 15 kampus dunia.
Business 2 jam yang lalu

Private AI Bantu Dunia Bisnis Kurangi Risiko 

- Tekanan terhadap perusahaan Indonesia saat ini terasa dari dua arah sekaligus. Di satu sisi, semua orang bicara soal AI, mulai dari chatbot, analitik prediktif, sampai agen AI yang bisa mengotomatisasi proses bisnis.
Business 3 jam yang lalu

MPMX Raih Laba Bersih Rp 462 Miliar pada 2025

PT Mitra Pinasthika Mustika Tbk (MPMX), perusahaan konsumer  otomotif dan transportasi di Indonesia hari ini melaporkan hasil kinerja keuangan  untuk tahun buku 2025 yang telah diaudit. Perseroan tetap mempertahankan fundamental  bisnis yang solid di tengah dinamika kondisi pasar.  
Market 5 jam yang lalu

Pizza Hut (PZZA) Balikkan Rugi Jadi Laba

PT Sarimelati Kencana Tbk (PZZA) membalikkan kinerja keuangan pada 2025 dengan mencetak laba bersih tahun berjalan sebesar Rp 24,75 miliar.
National 6 jam yang lalu

Jenazah Prajurit TNI Gugur dalam Misi Perdamaian UNIFIL Tiba di Indonesia

Tiga jenazah prajurit TNI yang gugur jalankan tugas di Lebanon tiba di tanah air dan dijadwalkan akan diterima Presiden Prabowo Subianto.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia