Mowilex Bangun Pabrik Baru di Cikande
Perusahaan cat dan coating PT Mowilex Indonesia berencana membangun pabrik baru di Cikande, Serang, Banten, yang diproyeksikan bisa beroperasi dalam waktu dua tahun ke depan.
Rencana ekspansi perusahaan cat yang telah berdiri sejak tahun 1970 tersebut disampaikan oleh Chief Executive Officer PT Mowilex Indonesia, Nico Safavi di kantornya di Jakarta (30/10), usai menerima sertifikat Neutral Carbon dari SCS Global Service.
“Kami telah membeli 8,5 hektare lahan di Cikande, Serang, dimana kita sudah mendesain dan berniat membangun pabrik baru di sana,” kata Safavi kepada Majalah Investor. Dikatakan Safavi, pembangunan pabrik baru merupakan bagian dari rencana pengembangan bisnis Mowilex ke depan, mengingat utilitas produksi di pabrik yang ada sudah mendekati level maksimum.
“Anda bisa lihat masih ada sejumlah meja kosong di lantai ini (kantor Mowilex di kawasan Jl Daan Mogot, red). Ini merupakan antisipasi bagi pertumbuhan, dan kami berharap akan ada tambahan tenaga baru,” ujarnya.
Sayangnya Safavi tidak bersedia mengungkap lebih rinci perihal berapa investasi yang dibutuhkan untuk rencana pembangunan baru tersebut. Namun ia menjelaskan bahwa investasi pembangunan pabrik akan ditopang oleh kas perusahaan, karena menurutnya saat ini dana kas perusahaan sangat cukup untuk mendukung langkah ekspansi.
“Karena kami perusahaan tertutup, maka kami tidak men-disclose tentang angka, dan kami amat menjaga informasi, karena ini terkait dengan daya saing, dan tak akan ada yang mau membuka informasi serupa juga,” katanya. Safavi juga menolak memberikan informasi seberapa besar pangsa pasar yang dikuasai oleh Mowilex saat ini.
Ketika ditanya peluang saham Mowilex dicatatkan di Bursa Efek Indonesia, ia mengaku manajemen saat ini masih fokus pada pengembangan bisnis, dan belum ada rencana untuk mencatatkan sahamnya di bursa saham dalam waktu dekat. Dikatakan Safavi, mendapatkan pendanaan untuk menopang pengembangan bisnis memang bisa dilakukan lewat pasar modal, baik itu mencatatkan saham perdana ataupun melakukan emisi obligasi. Namun pendanaan untuk pengembangan usaha juga bisa didapatkan dari pertumbuhan organik.
“Sejauh ini kami sudah bisa mendanai operasi kami dari pertumbuhan organik, sehingga kebutuhan untuk mendapatkan dana sudah terpenuhi, dan juga dari perusahaan induk (ACE Pte Ltd),” paparnya. Ia juga menyatakan bahwa kebutuhan untuk listing di bursa saat ini bukanlah isu utama di PT Mowilex Indonesia. Ia justru mengklaim perusahaan sudah menjalani audit selama 12 tahun terakhir, dengan hasil yang menyatakan pembukuan perusahaan bisa disamakan dengan perusahaan yang sudah listing di bursa.
Pada hari yang sama, PT Mowilex Indonesia menerima sertifikat yang menyatakan bahwa perusahaan telah berhasil menjadi produsen denan tingkat karbon yang netral. Pencapaian ini adalah yang pertama oleh perusahaan manufaktur di Indonesia."Menjadi pemimpin dalam sektor industri cat lebih dari hanya memproduksi cat dan pelapis yang berkualitas tinggi untuk customer. Menjadi pemimpin berarti berani bertanggung jawab untuk emisi karbon yang dihasilkan oleh seluruh operasional kami," kata Niko Safavi usai menerima sertifikat dari SCG Global Services di Jakarta.
Mowilex Indonesia memiliki sejumlah inisiatif dan program untuk mengurangi dampak negatif terhadap lingkungan dan berharap dapat menginspirasi perusahaan-perusahaan lainnya yang belum komitmen untuk menggunakan sumber daya mereka untuk menanggapi target iklim yang telah ditentukan oleh Pemerintah Indonesia.
SCS Global Services adalah salah satu badan sertifikasi yang diakui secara internasional, yang telah melakukan evaluasi pihak ketiga terhadap perhitungan emisi yang dikeluarkan oleh Mowilex, yang melingkup seluruh lokasi dan operasional mereka.
Mowilex telah melakukan offset terhadap jejak karbon mereka dengan mengikuti CarbonNeutral Protocol yang dikembangkan oleh Natural Capital Partners, perusahaan global yang merintis proses sertifikasi netral karbon dan yang memulai mengembangkan protokol tersebut tahun 2002.
"Pencapaian netral karbon oleh Mowilex adalah suatu tonggak sejarah yang penting, dan diharapkan langkah ini akan diikuti oleh perusahaan-perusahaan lain di Indonesia,” kata Keith Killpack, Direktur Teknik SCG Global di California Amerika Serikat lewat teleconference dengan media di Jakarta.
Editor: Investor.id
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
FollowBaca Berita Lainnya di Google News
Read Now

