Minggu, 5 April 2026

PSR, Kebijakan Jokowi yang Pro Petani Sawit

Penulis : Investor Daily
28 Jun 2020 | 11:06 WIB
BAGIKAN
Penutupan Diskusi Percepatan Program Peremajaan Sawit Rakyat 500 Ribu Ha yang digagas DPP Asosiasi Petani Kelapa Sawit Indonesia (DPP Apkasindo)  Jumat, 26 Juni 2020.
Penutupan Diskusi Percepatan Program Peremajaan Sawit Rakyat 500 Ribu Ha yang digagas DPP Asosiasi Petani Kelapa Sawit Indonesia (DPP Apkasindo) Jumat, 26 Juni 2020.

JAKARTA, investor.id - Pemerintah memiliki komitmen dan perhatian kuat terhadap petani sawit rakyat salah satunya melalui Program Peremajaan Sawit Rakyat (PSR). Tantangan dan hambatan diselesaikan pemerintah dengan mengurangi syarat peremajaan  agar target 500 ribu hektar dapat tercapai. Program ini ditujukan untuk menciptakan peningkatan kesejahteraan petani dan produktivitasnya.

“Pemerintah menargetkan 500 ribu hektar peremajaan sawit rakyat dari 2020  sampai 2022. Walaupun seperti poco-poco, maju mundur begini. Saya ingin Bapak Eddy (Dirut) BPDP-KS selesaikan ini,” ujar Moeldoko, Kepala Kantor Staf Presiden RI, dalam penutupan Diskusi Percepatan Program Peremajaan Sawit Rakyat 500 Ribu Ha yang digagas DPP Asosiasi Petani Kelapa Sawit Indonesia (DPP Apkasindo), Jumat (26/6/2020).

Dalam penjelasannya, Moeldoko membeberkan sejumlah catatan kritis yang menjadi hambatan percepatan program PSR di lapangan antara lain debirokratisasi yang akuntabel dan transparan, peningkatan kapasitas pekebun & kapabilitas penyuluh, penguatan basis data pekebun, legalitas dan lemahnya kelembagaan pekebun, perlu keterhubungan sawit rakyat  industri, dan perlunya peningkatan komunikasi informasi edukasi.

“Pemerintah tidak ingin petani terpinggirkan dari kebijakan sawit. Kami ingin kebijakan pro petani rakyat. Petani sawit harus menikmati berbagai kebijakan tadi. Masalah peremajaan di lapangan seperti persoalan legalitas kebun di kawasan hutan harus terselesaikan,” tegas Moeldoko.

ADVERTISEMENT
PSR, Kebijakan Jokowi yang Pro Petani Sawit
Moeldoko. Foto: SP/Joanito De Saojoao

“Apalagi saya ini Ketua Dewan Pembina DPP Apkasindo berada dalam pemerintahan. Saya ingin petani sejahtera dan punya kehidupan lebih baik. Jangan khawatir, kami berada di situ untuk memikirkan petani bisa sejahtera dan kehidupan semakin baik termasuk kemudahan dari bank,” tambah Moeldoko.

Eddy Abdurrachman, Direktur Utama Badan Pengelola Dana Perkebunan Kelapa Sawit (BPDP-KS) menjelaskan bahwa pihaknya sangat mendukung program PSR untuk dapat dirasakan manfaatnya oleh petani. Dana peremajaan sawit rakyat telah ditingkatkan menjadi Rp 30 juta per hektar untuk kebun petani maksimum seluas 4 hektar, dari sebelumnya Rp 25 juta per hektar.

Merujuk catatan BPDP-KS, dana peremajaan yang telah disalurkan mencapai Rp 3,425 triliun dari periode 2016 hingga tahun ini. Dana sebesar ini menjangkau 137 ribu hektar dengan jumlah 60.066 petani. Akan tetapi dari jumlah dana penyaluran baru diserap petani sekitar Rp 726 miliar atau 21%.

“(Penyerapan) ini menurut saya perlu menjadi fokus dan perhatian bersama sehingga petani dapat lebih kencang menyerap dana. Selanjutnya, kebun dapat segera diremajakan di lapangan,” ujar Eddy.

Dikatakan Eddy bahwa Ditjen Perkebunan telah menyederhanakan aspek persyaratan dari empat belas syarat, terus disederhanakan jadi delapan syarat dan terakhir menjadi dua yaitu legalitas dan kelembagaan. Apabila petani memenuhi dua persyaratan tadi, langsung mengikuti program peremajaan sawit rakyat tadi.

Selain legalitas, BPDP-KS telah berkoordinasi dengan Himpunan Bank Pemerintah (Himbara) untuk memberikan fasilitas kredit terjangkau kepada petani. Melalui koordinasi tadi, bank penyalur dana peremajaan dapat memberikan kemudahan kepada petani  supaya dari kegiatan P0 sampai P3 dapat dilanjutkan. Definisi P0 sampai P3 ini merujuk kegiatan setelah penanaman sampai tanaman menghasilkan (panen).

PSR, Kebijakan Jokowi yang Pro Petani Sawit
Ir. Gulat ME Manurung, MP, Ketua Umum DPP Apkasindo bertemu dengan Ketua Dewan Pembina Apkasindo PKASINDO Moeldoko. Foto: Istimewa

Gulat Manurung, Ketua Umum DPP Apkasindo mengatakan rangkaian diskusi 9 sesi PSR yang diadakan Apkasindo merupakan upaya petani untuk bisa naik kelas. Baik dari aspek kelembagaan, agronomi, pelaporan dan keberlanjutan sawit PSR. Kenaikan dana PSR ini menjadi bukti keberpihakan pemerintah Jokowi kepada petani sawit.

“Kami membutuhkan bantuan dengan sangat sungguh-sungguh dari semua pihak, sawit Indonesia tidak terpisahkan dari Sawit Petani,  tidak mungkin hanya pengusaha yang maju,” katanya.

“Kami mengapresiasi kenaikan dana PSR untuk membantu petani. Memang salah satu persoalan berat adalah perkebunan sawit masuk dalam kawasan hutan dan sertifikasi ISPO. Petani sangat terbantu dengan kerja keras Dirjen Perkebunan dan Dirut BPDP-KS melalui berbagai kebijakannya,” ujarnya.

Rangkaian penutupan diskusi PSR Apkasindo yang dimoderatori Rino Afrino, Sekjen DPP Apkasindo dan  dihadiri 486 peserta dari 22 provinsi dan 144 kabupaten/kota se-Indonesia, 16 Kampus Kelapa Sawit, Kementan, Kemen LHK, Kementerian ATR BPN, Staf Khusus Wapres, MPOB, Gapki, DMSI, BPTP, NGO dan Pemerhati Sawit lainnya.

PSR, Kebijakan Jokowi yang Pro Petani Sawit
Wakil Menteri LHK Alue Dohong

Terkait kebun dalam Kawasan hutan, Wakil Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan, Alue Dohong, mengatakan pemerintah sangat berhati-hati dalam persoalan ini.

Ada sejumlah mekanisme proses pelepasan kawasan hutan bagi kebun di areal Hutan Produksi Konversi (HPK) merujuk PP 104/2015 tentang Tata Cara Perubahan Peruntukan dan Fungsi Kawasan Hutan.

“Jika merujuk aturan tersebut, pemohon diberikan kesempatan pengajuan dengan batas waktu satu tahun,” ujarnya.

Kendala lain petani tidak memiliki kelengkapan dokumen legalitas. Menurutnya, jika memakai mekanisme PP 104 akan menjadi sulit karena ada persyaratan. Memang ada mekanisme lain skema reforma agraria melalui perubahan batas kawasan hutan.

Berkaitan legalitas kepemilikan lahan petani, Kementerian ATR/BPN mengusulkan supaya BPDP-KS dapat membantu petani juga.

Surya Tjandra, Wakil Menteri ATR/BPN menjelaskan bahwa pengurusan ini dapat dilakukan sendiri atau melalui program PTSL (Pendaftaran Tanah Sistematis Lengkap) kementerian. Bagi petani mengikuti program PTSL ini memang harus bersabar karena banyak peminatnya.

“Dalam program peremajaan ini, bisa saja BPDP-KS membiayai petani untuk mengurus legalitas sertifikatnya,” ujar Surya.

PSR, Kebijakan Jokowi yang Pro Petani Sawit
Petani di kebun sawit. Foto ilustrasi: Gora Kunjana

Sementara itu, Dorteus Paiki, Petani sawit dari Papua Barat, mengucapkan terima kasih kepada pemerintah yang telah membantu program peremajaan ini. Banyak petani sawit menjadi peserta program ini di wilayahnya yang memang ingin meningkatkan produktivitas dan kesejahteraannya.

“Kami bersyukur sudah 1.360 hektare perkebunan sawit rakyat yang disetujui pemerintah untuk diremajakan. Ini sangat membantu kami petani di Papua Barat,” jelas Paiki yang juga Sekretaris DPW Apkasindo Papua Barat. (gr)

Editor: Investor.id

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


National 3 jam yang lalu

Prabowo dan SBY Lepas Jenazah 3 Prajurit TNI yang Gugur di Lebanon

Presiden Prabowo dan mantan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono turut melepas tiga prajurit TNI yang gugur di Lebanon untuk dimakamkan.
InveStory 3 jam yang lalu

Inspiratif! Rayyan Shahab Diterima 15 Kampus Top Dunia Tanpa Kursus Bahasa Inggris

Siswa MAN IC Pekalongan, Ahmad Ali Rayyan Shahab mencatat prestasi luar biasa. Di usia 17 tahun dia diterima 15 kampus dunia.
Business 3 jam yang lalu

Private AI Bantu Dunia Bisnis Kurangi Risiko 

- Tekanan terhadap perusahaan Indonesia saat ini terasa dari dua arah sekaligus. Di satu sisi, semua orang bicara soal AI, mulai dari chatbot, analitik prediktif, sampai agen AI yang bisa mengotomatisasi proses bisnis.
Business 4 jam yang lalu

MPMX Raih Laba Bersih Rp 462 Miliar pada 2025

PT Mitra Pinasthika Mustika Tbk (MPMX), perusahaan konsumer  otomotif dan transportasi di Indonesia hari ini melaporkan hasil kinerja keuangan  untuk tahun buku 2025 yang telah diaudit. Perseroan tetap mempertahankan fundamental  bisnis yang solid di tengah dinamika kondisi pasar.  
Market 6 jam yang lalu

Pizza Hut (PZZA) Balikkan Rugi Jadi Laba

PT Sarimelati Kencana Tbk (PZZA) membalikkan kinerja keuangan pada 2025 dengan mencetak laba bersih tahun berjalan sebesar Rp 24,75 miliar.
National 7 jam yang lalu

Jenazah Prajurit TNI Gugur dalam Misi Perdamaian UNIFIL Tiba di Indonesia

Tiga jenazah prajurit TNI yang gugur jalankan tugas di Lebanon tiba di tanah air dan dijadwalkan akan diterima Presiden Prabowo Subianto.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia