Minggu, 5 April 2026

Bandara Ahmad Yani Semarang Kembali Beroperasi Normal

Penulis : Thresa Sandra Desfika
7 Feb 2021 | 11:04 WIB
BAGIKAN
Pintu gerbang keluar Bandara Ahmad Yani, Semarang. Foto: Investor Daily/gora kunjana
Pintu gerbang keluar Bandara Ahmad Yani, Semarang. Foto: Investor Daily/gora kunjana

JAKARTA, investor.id - Bandara Jenderal Ahmad Yani, Semarang kembali dibuka pukul 06.00 WIB pada Minggu (7/2/2021) setelah Sabtu (6/2/2021) sempat ditutup seharian karena terdapat genangan di landas pacu akibat hujan yang turun sepanjang malam sejak Jumat (5/2/2021).

Vice President Corporate Secretary PT Angkasa Pura I (Persero) Handy Heryudhitiawan menjelaskan, selain genangan di landas pacu, jalan akses dari dan menuju bandara juga terhalang oleh banjir setinggi sekitar 60 centimeter sehingga tidak dapat dilalui kendaraan.

Dengan kondisi ini, walaupun di landas pacu tidak terdapat genangan atau hal lain yang dapat mengganggu proses lepas landas dan pendaratan, penerbangan tetap tidak dapat dilakukan akibat calon penumpang yang tidak bisa menjangkau area bandara karena terhalang banjir.

Bandara Ahmad Yani Semarang Kembali Beroperasi Normal
Bandara Jenderal Ahmad Yani, Semarang ditutup sementara pada Sabtu (6/2/2021) . Foto: Humas Angkasa Pura I

"Untuk mengakomodir calon penumpang yang sudah terlanjur berada di bandara pada situasi jalan akses bandara yang terhalang banjir, petugas Bandara Jenderal Ahmad Yani membantu mengantar mereka keluar bandara menggunakan truk Lanumad Ahmad Yani," kata Handy dalam keterangan resmi, Minggu (7/2/2021).

ADVERTISEMENT

Kembali beroperasinya Bandara Jenderal Ahmad Yani sejalan dengan terbitnya NOTAM (notice to airmen) Nomor B0186/21 NOTAMR B0182/21 perihal RWY13/31 Beroperasi Normal.

"Dilaporkan petugas lapangan di Bandara Jenderal Ahmad Yani pada subuh tadi bahwa kondisi runway sudah tidak terdapat genangan. Sedikit genangan hanya terdapat bagian tepi atau pave shoulder. Kami selalu memantau perkembangan cuaca, situasi di lapangan dan berkoordinasi intens dengan maskapai serta stakeholder lainnya untuk memastikan keselamatan dan keamanan penerbangan," ujar Handy.

Adapun penanganan khusus yang telah dilakukan tim Angkasa Pura I kantor cabang Bandara Semarang sejak tadi malam hingga pagi hari saat sebelum operasional adalah melakukan pengeringan menggunakan 54 pompa yang dioperasikan sejak kemarin hingga saat ini untuk menyedot genangan air yang tersisa.

Selain itu, dilakukan pembersihan area runway menggunakan kendaraan runway sweeper untuk membersihkan foreign object damage (FOD) serta genangan air yang berada di area runway dan taxiway.

Selain itu, kendaraan birdstrike juga selalu digunakan untuk mengusir burung-burung yang berada di bahu runway.

Bandara Internasional Jenderal Ahmad Yani Semarang selalu melaksanakan inspeksi di sisi udara  secara rutin sebanyak tiga kali dalam sehari, yaitu sebelum jam operasional di pagi hari, saat jam operasional di siang hari, dan setelah jam operasional selesai di malam hari. Hal ini dilakukan untuk memastikan bahwa sisi udara selalu dalam keadaan aman dan siap beroperasi.

Namun di musim hujan ini, pihak manajemen menambah jadwal inspeksi saat setelah hujan reda. Hal ini dilakukan untuk memastikan tidak adanya genangan air di sisi udara yang dapat mengganggu proses lepas landas maupun pendaratan pesawat udara. Apabila ditemukan adanya genangan air, petugas pada saat itu juga akan melakukan pembersihan dengan menggunakan kendaraan runway sweeper.

Pada hari ini dijadwalkan terdapat 26 penerbangan, yang terdiri dari 13 kedatangan dan 13 keberangkatan dengan rute penerbangan Jakarta, Pangkalan Bun, Banjarmasin, Denpasar, Surabaya, dan Makassar.

Terdapat satu penerbangan yang batal pada hari ini, yaitu Wings Air IW 1802 rute Semarang – Denpasar yang awalnya direncanakan berangkat pukul 06.00 WIB. Penerbangan pertama telah diberangkatkan pada pukul 06.30 WIB tadi adalah Wings Air IW 1800 rute Semarang – Surabaya. Sementara untuk pesawat yang pertama kali mendarat pada pukul 06.55 WIB adalah Garuda Indonesia GA 232

"Kondisi di terminal pun cukup kondusif. Tidak terdapat penumpukkan penumpang sehingga penerapan protokol kesehatan dapat dilakukan dengan optimal. Kami juga berharap agar kondisi cuaca semakin membaik agar kegiatan operasional penerbangan dapat berjalan lancar," ujar Handy Heryudhitiawan. 

Editor: Investor.id

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkini


National 3 jam yang lalu

Prabowo dan SBY Lepas Jenazah 3 Prajurit TNI yang Gugur di Lebanon

Presiden Prabowo dan mantan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono turut melepas tiga prajurit TNI yang gugur di Lebanon untuk dimakamkan.
InveStory 3 jam yang lalu

Inspiratif! Rayyan Shahab Diterima 15 Kampus Top Dunia Tanpa Kursus Bahasa Inggris

Siswa MAN IC Pekalongan, Ahmad Ali Rayyan Shahab mencatat prestasi luar biasa. Di usia 17 tahun dia diterima 15 kampus dunia.
Business 3 jam yang lalu

Private AI Bantu Dunia Bisnis Kurangi Risiko 

- Tekanan terhadap perusahaan Indonesia saat ini terasa dari dua arah sekaligus. Di satu sisi, semua orang bicara soal AI, mulai dari chatbot, analitik prediktif, sampai agen AI yang bisa mengotomatisasi proses bisnis.
Business 3 jam yang lalu

MPMX Raih Laba Bersih Rp 462 Miliar pada 2025

PT Mitra Pinasthika Mustika Tbk (MPMX), perusahaan konsumer  otomotif dan transportasi di Indonesia hari ini melaporkan hasil kinerja keuangan  untuk tahun buku 2025 yang telah diaudit. Perseroan tetap mempertahankan fundamental  bisnis yang solid di tengah dinamika kondisi pasar.  
Market 6 jam yang lalu

Pizza Hut (PZZA) Balikkan Rugi Jadi Laba

PT Sarimelati Kencana Tbk (PZZA) membalikkan kinerja keuangan pada 2025 dengan mencetak laba bersih tahun berjalan sebesar Rp 24,75 miliar.
National 7 jam yang lalu

Jenazah Prajurit TNI Gugur dalam Misi Perdamaian UNIFIL Tiba di Indonesia

Tiga jenazah prajurit TNI yang gugur jalankan tugas di Lebanon tiba di tanah air dan dijadwalkan akan diterima Presiden Prabowo Subianto.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia