Rolas Cafe Bertahan di Masa Pandemi dengan Layanan Roasting
SURABAYA, investor.id - Bisnis kafe yang dikelola oleh PT Rolas Nusantara Mandiri, anak usaha PT Perkebunan Nusantara (PTPN) XI, sangat terpukul oleh pandemi Covid-19 yang masih terus berlangsung hingga sekarang.
Hening Indra L, Kepala Divisi Pemasaran dan Distribusi PT Rolas Nusantara Mandiri mengatakan omzet Rolas Cafe tergerus sangat dalam selama 2020 lalu, karena sepinya pengunjung kafe.
“Omzet Rolas Cafe selama 2020 lalu hanya sebesar Rp 2,2 miliar, turun drastis dari tahun 2019 sebesar Rp 4,6 miliar,” kata Hening Indra L, Kepala Divisi Pemasaran dan Distribusi PT Rolas Nusantara Mandiri di Surabaya, Selasa (9/2/2021).
Karena omzet turun, sementara beban operasional yang cukup tinggi, seperti untuk biaya sewa tempat yang cukup besar, maka dua gerai Rolas Cafe di Surabaya terpaksa ditutup. Satu di Jl. Kertajaya pada Desember 2020 dan di Cito Mal pada Mei 2020.
“Kini kita hanya menyisakan Rolas Cafe di Jalan Indrapura karena memanfaatkan aset kita sendiri. Dan satu lagi di Jember. Jadi kita sekarang hanya mengoperasikan 2 Rolas Cafe,” terang Hening.
Dia mengaku, tak mudah bisa bertahan di masa pandemi yang masih belum menentu kapan akan berakhir. Butuh usaha keras dan terobosan untuk menggaet pelanggan. Salah satu terobosan itu adalah memberikan layanan roasting dan lab coffe and tea di Rolas Cafe.
“Layanan roasting ini sebenarnya sudah ada sejak pertengahan tahun 2020 lalu, tapi di tahun 2021 ini kami kenalkan kembali untuk masyarakat umum yang beli kopi green bean disini atau bisa bawa sendiri untuk di-roasting secara modern dengan alat kami," jelasnya.
Rusdi Purwanto, Coffe Roaster sekaligus penilai kopi atau cupping, menjelaskan setiap konsumen yang datang ke Rolas Cafe bisa membawa contoh sendiri untuk tingkat kematangan atau dengan contoh yang ada kafe untuk mereka pilih. “Mau yang masih terlihat hijau atau yang paling matang (hitam) tinggal pilik. Biaya jasa roasting biji kopi seharga Rp 20.000 per kg. Selain mesin roasting, di Rollas Cafe ini juga disediakan lab cupping untuk kopi dan teh. Pengunjung bisa mengenal kopi dengan mencium aromanya setelah menjadi kopi seduhan dengan teknik khusus,” jelas Rusdi.
Selain di Rollas Cafe di Surabaya, layanan ini juga ada di Rollas Cafe Jember. “Inilah bagian dari upaya kami untuk bertahan di masa pandemi ini, dan tentu juga agar omzet kafe meningkat. Kita target tahun ini bisa Rp 4,2 miliar,” papar Hening.
Dia menambahkan, selain usaha kefe PT Rolas Nusantara Mandiri juga melayani penjualan ritel untuk produk kopi, teh dan cokelat yang kontribusinya jauh lebih besar. Selama pandemi Covid-19, omzet ritel ini juga turun.
Secara keseluruhan omzet dari bisnis kafe dan ritel mencapai Rp 9,3 miliar pada 2020. Diantaranya ritel menyumbang Rp 7, 06 miliar dan kafe Rp 2,2 miliar.
Secara keseluruhan, omzet 2019 Ro 17,461 miliar. Capaian omzet itu turun drastis dibanding sebelum pandemi pada 2019 sebesar Rp 17,5 miliar, dimana ritel sebesar Rp 12 dan kafe Rp 4,6 miliar. “Tahun ini kita targetkan omzet sebesar tembus Rp 22,8 miliar, yang disumbang ritel Rp 18,5 miliar dan kafe Rp 4,2 miliar dengan kenaikan tiga kali lipat penjualan secara online yang terus naik dari Rp 300 juta pada 2019 menjadi Rp 800 juta pada 2020,” pungkas Hening.
Editor: Investor.id
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
FollowBaca Berita Lainnya di Google News
Read Now

