Pelindo I Terus Kembangkan Pelabuhan Belawan dan Dumai
JAKARTA, Investor.id – PT Pelabuhan Indonesia/Pelindo I (Persero) terus mengembangkan Pelabuhan Belawan (Sumatera Utara) dan Dumai (Riau) yang tengah disiapkan menjadi gerbang utama logistik global bersama Pelabuhan Kuala Tanjung (Sumatera Utara).
Menurut Direktur Utama Pelindo I, Prasetyo, Pelindo I tengah melakukan rekonfigurasi Pelabuhan Belawan. Saat ini pelabuhan tersebut rata-rata melayani lalu lintas peti kemas 1,15 juta twenty foot equivalent units (TEUs) per tahun. Padahal, kapasitasnya sekitar 1 juta TEUs per tahun.
"Dari sisi optimalisasi sudah perlu kami tingkatkan kapasitasnya karena 1 juta ke 1,15 juta TEUs itu bisa diraih dalam waktu singkat. Strategi kami meningkatkan kapasitas Belawan adalah dengan melakukan optimalisasi melalui rekonfigurasi," tutur Prasetyo dalam program 60 Minutes with Direktur Utama Pelindo I Prasetyo yang ditayangkan Beritasatu TV, Rabu (11/8), pukul 19.00 hingga 20.00 WIB.
Menurut Prasetyo, Pelindo I sudah mengembangkan Pelabuhan Belawan tahap 2 fase 2, yaitu Belawan International Container Terminal. Kemudian, Pelindo I menetapkan beberapa terminal di Pelabuhan Belawan menjadi terminal khusus, terminal curah kering, selanjutnya ada terminal dermaga umum dan curah cair.
"Pelabuhan Belawan menjadi sister port Pelabuhan Kuala Tanjung. Pelabuhan Belawan akan support Pelabuhan Kuala Tanjung sebagai logistic and supply chain hub," ujar Prasetyo dalam program yang dipandu Direktur Pemberitaan BeritaSatu Media Holdings (BSMH), Primus Dorimulu tersebut.
Adapun Pelabuhan Dumai di Riau, kata Prasetyo, bakal difokuskan sebagai pelabuhan curah cair, minyak sawit mentah (crude palm oil/CPO), dan produk turunannya. Di pelabuhan ini, lalu lintas kapal pengangkut CPO untuk ekspor sudah cukup besar, sehingga potensial untuk dikembangkan lebih lanjut.
"Di Pelabuhan Dumai sendiri untuk kargo CPO saat ini memang cukup besar. Jadi, kami akan lakukan segmented sehingga fokus Dumai lebih ke curah cair, CPO, dan turunannya, bisa pula curah kering, baik bungkil maupun cangkang," papar dia.
Tingkatkan Utilitas
Prasetyo mengungkapkan, ada juga beberapa pelabuhan kelolaan Pelindo I yang arus barangnya masih di bawah kapasitas ideal, seperti Pelabuhan Lhokseumawe, Malahayati, dan Sibolga. Untuk itu, Pelindo I tengah mendorong peningkatan utilisasi pelabuhan-pelabuhan itu melalu koordinasi dengan para pemangku kepentingan (stakeholders).
"Kami komunikasi dengan pemda setempat, kami komunikasi dengan otoritas pelabuhan setempat, juga cargo owner terkait layanan apa yang bisa kami tingkatkan supaya menarik minat mereka untuk memanfaatkan pelabuhan kami," kata dia.
Dia mencontohkan, masih ada kargo yang diangkut melalui jalur darat dari Jakarta ke Sibolga. Pemilik kargo-kargo tersebut merupakan pihak yang potensial untuk digaet untuk menggunakan jasa pelabuhan.
"Kami sedang lakukan pendekatan kepada cargo owner agar mereka memanfaatkan jalur perdagangan melalui kapal. Logistic cost ini pasti menjadi fokus pemilik barang. Ketika logistic cost melalui kapal lebih murah, maka mereka tentu memilih jalur kapal," tandas dia.
Editor: Investor.id
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
FollowBaca Berita Lainnya di Google News
Read Now

