Pesona Antapura De Djati Serasa Ubud Bali
KEINDAHAN alam Kabupaten Garut, Jawa Barat sudah cukup dikenal selama ini. Bahkan, tersohor hingga mancanegara sejak zaman kolonial Belanda..
Garut yang merupakan dataran tinggi dengan panorama khas kota pegunungan, juga disebut-sebut punya keindahan alam yang sejajar dengan Ubud Bali. Sebagai daerah dengan alam yang indah, tentunya Garut juga memiliki banyak destinasi wisata alam yang dapat memanjakan para wisatawan, seperti TWA Gunung Papandayan, Kawah Talaga Bodas, Kawah Kamojang, Leuwi Tonjong, Leuwi Jurig, dan Karacak Valley.
Kini, hadir satu lagi objek wisata alam di Kabupaten Garut, yakni Antapura De Djati. Destinasi wisata ini berada di wilayah Kecamatan Cibiuk, kawasan Garut Utara. Pemandangan yang indah dengan dilengkapi dengan coffee shop serta restoran, menjadikan tempat ini sekelas destinasi wisata di Ubud, Bali.
Wakil Bupati Garut, Helmi Budiman mengaku kagum dengan kehadiran Antapura De Djati yang merupakan kebanggaan warga Cibiuk dan masyarakat Kabupaten Garut. Wisata alam ini memang sangat indah sehingga disebut Swiss Van Java.
“Jadi kalau ingin melihat swis cukup di Garut, salah satu keindahanya di Antapura De Djati,” ujarnya, seperti dikutip dari laman, https://galamedia. pikiran-rakyat.com.
Menurut Helmi, dirinya sering keliling ke kecamatan dan ke pelosok- pelosok tidak ada satupun tempat yang tidak indah di Garut, apalagi kalau dikelola dengan serius dan dipromosikan dengan cara yang lebih baik.
“Bangganya konsep destinasi wisata Antapura De Djati ini menjadi yang pertama di Garut. Lokasi wisata sangat bagus dengan suasana dan pemandangannya, tempatnya juga dilengkapi dengan coffee shop dan restoran berkelas bernuansa Ubud Bali,” ujarnya.
Helmi juga memberikan apresiasi kepada manajemen resto ini karena cara pengelolaanya yang harus ditiru, di samping tempatnya yang sangat indah dan luar biasa.
Menurutnya, konsep resto ini sangat apik dan modern dengan menu makanan- makanan yang terkenal di antranya ada sambel cibiuk dengan harga terjangkau.
Mengutip laman tersebut, komisaris Antapura De Djati, Galih Ruslan, mengatakan, munculnya ide pembukaan tempat wisata ini berawal dari kepenatan orang-orang di tengah kekangan pandemi Covid-19.
Saat ini orang-orang selama bertahun tahun berada di kondisi kurang stabil, dan otomatis butuh refreshing. Apalagi pascaCovid-19 ini kegiatan dibatasi, dan tempat yang lebih mungkin dikunjungi yakni wisata dengan konsep outdoor seperti ini.
Galih menuturkan, luasan lahan yang bisa dinikmati pengunjung di lokasi wisata Antapura De Djati ini sekitar lebih dari 2 hektare dengan tambahan pemandangan sampai 6 hektare berupa hamparan sawah, kebun dan alam yang hijau.
“Sebagian tanah keluarga kita manfaatkan, sebagai orang Cibiuk juga anak petani melihat peluang konsep wisata outdoor ini cukup menjanjikan, apalagi setelah covid perilaku orang berubah, dimana wisata outdoor lebih diminati,” katanya.
Galih menyebutkan, kelebihan lokasi wisata Antapura De Djati ini memiliki kontur tanah yang berlevel, dan secara sekilas mirip nuansa tempat wisatanya Ubud di Bali.
Untuk pengembangan wisata ini pihaknya juga kerjasama dengan petani lokal, dimana ia menyewa lahan untuk dilihat pemandangannya, tidak merusak dan juga tidak membuat bangunan di area sawah.
“Justru kita sewa ambil viewnya, sementara untuk hasil padi di lahan yang kita sewa dikembalikan ke petani semuanya, mau dijual atau dimanfaatkan diserahkan ke petani,” katanya.
Tempat wisata ini juga menyediakan spot selfie dilengkapi area taman, wahana outdoor seperti sepeda gantung, big swing, spot foto balon udara yang dilengkapi dengan resto dan coffee shop, sehingga wisatawan yang datang tidak hanya menikmati pemandangan, tapi juga bisa sambil makan dan ngopi.
Bagi wisatawan yang berkunjung ke Antapura De Djati Cibiuk ini pastinya akan merasa betah dan nyaman. Karena wisata ini bisa menghilangkan kejenuhan setiap hari pada saat bekerja.
Karena wisata ini menawarkan alam pedesaan yang indah nan cantik. Seperti ditulis dalam laman https:// www.sabumiku.com, beberapa kegiatan dan aktivitas bisa dilakukan di tempat wisata Antapura De Djati Cibiuk.
Seperti konsep tempat makan Antapura De Djati dinilai sangat menarik dan pemandangannya sangat memanjakan mata pengunjung. Apalagi bisa sambil ngopi di coffee shop dan restoran bernuansa Ubud Bali. Tempat wisata Garut Hits dibuat cantik dan modern dengan varian makanan tradisional terkenal. Salah satunya terdapat sambel Cibiuk yang harganya terjangkau. Pengembangan tempat wisata mengajak kerjasama dengan petani lokal.
Tempat Ngopi & Spot Selfie
Wisata Kuliner Antapura De Djati menyediakan tribun spot, camp spot, dan terasering spot. Di sana wisatawan bisa mendengarkan gemericik suara air sungai yang bikin tenang. Pengunjung bisa ngopi dengan panorama sawah terasering yang hijau. Beberapa kegiatan yang bisa dilakukan di tempat makan Garut ini menikmati Garut Swing, seperti ayunan tinggi Ubud Swing yang terkenal. Wisatawan bisa menaiki sepeda di atas tali di kawasan persawahan dan berfoto dengan dekorasi balon udara.
Sehingga, wisatawan bisa bukan hanya menikmati pemandangan, tetapi sembari makan dan ngopi. Tempat wisata Antapura De Djati Cibiuk Garut juga bekerja sama dengan pihak sekolah. Pengelola ingin lokasi wisata bisa menjadi lab belajar jurusan marketing, tata boga, dan jurusan komputer. Jadi, siswa sekolah bisa belajar tentang jasa pariwisata di bidang kuliner di tempat ini.
Untuk harga tiket masuk Antapura De Djati, pengunjung dikenakan tarif Rp 35 ribu untuk dewasa dan Rp 25 ribu untuk anak-anak.
Editor: Investor.id
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
FollowBaca Berita Lainnya di Google News
Read Now

