Minggu, 5 April 2026

Diikuti 18 Negara, Indonesia Tuan Rumah Pembahasan Standarisasi Keramik Internasional

Penulis : Mansy Singko
10 Des 2022 | 19:13 WIB
BAGIKAN
Asosiasi Aneka Industri Keramik Indonesia (ASAKI) saat "Plenary Meeting and Working Group Meetings of ISO/TC 189 - Ceramic Tile yang diselenggarakan 8-10 Desember yang berlangsung di Nusa Dua Bali
Asosiasi Aneka Industri Keramik Indonesia (ASAKI) saat "Plenary Meeting and Working Group Meetings of ISO/TC 189 - Ceramic Tile yang diselenggarakan 8-10 Desember yang berlangsung di Nusa Dua Bali

BADUNG, investor.id - Indonesia melalui Badan Standardisasi Nasional dan Asosiasi Aneka Industri Keramik Indonesia (ASAKI) dipercaya sebagai tuan rumah penyelenggaraan Plenary Meeting and Working Group Meetings of ISO/TC 189 - Ceramic Tile ke-30. Kegiatan ini berlangsung pada, 8-10 Desember di Nusa Dua Bali. 

Penyelenggaraan sidang tersebut sedianya dilaksanakan pada 2020 lalu, namun batal dilakukan akibat pandemi Covid-19. Rangkaian sidang ini dilanjutkan dengan Ceramics Industry Club of ASEAN (CICA) yang dilaksanakan pada tanggal 10 Desember 2022, dan World Ceramic Tile Forum yang dilaksanakan pada tanggal 11 – 13 Desember 2022.

Sidang ISO/TC 189 ini dihadiri oleh 67 delegasi dari 18 negara yaitu: Australia, Amerika Serikat, Brazil, Filipina, India, Indonesia, Inggris, Israel, Italia, Jepang, Kenya, Malaysia, Mexico, Maroko, Perancis, Portugal, Spanyol, dan Sri Lanka. 

Pertemuan di Bali ini, dipimpin oleh Chairman ISO/TC 189, Mr. Noah Chitty dari Amerika Serikat. 

ADVERTISEMENT

Adapun beberapa draft standar internasional yang dibahas dalam sidang ke-30 yang berlangung di Nusa Dua Bali antara lain: 

1. Penentuan kuantitatif aktivitas antibakteri permukaan ubin keramik — Metode pengujian — Bagian 1: Permukaan ubin keramik dengan bahan antibakteri yang tergabung.

2. Penentuan kuantitatif aktivitas antibakteri permukaan ubin keramik — Metode pengujian — Bagian 2: Permukaan ubin keramik dengan agen antibakteri fotokatalitik yang dimasukkan.

3. Sistem ubin keramik — Keberlanjutan untuk ubin keramik dan bahan pemasangan — Bagian 1: Spesifikasi ubin keramik.

4. Sistem ubin keramik — Keberlanjutan untuk ubin keramik dan bahan pemasangan — Bagian 2: Spesifikasi bahan pemasangan ubin Penentuan ketahanan slip permukaan pejalan kaki - Metode evaluasi.

5. Penentuan ketahanan slip permukaan pejalan kaki - Metode evaluasi.

6. Membran uncoupling untuk pemasangan ubin keramik. 

Direktur Industri Semen Keramik, dan Pengolahan Bahan Galian Non Logam, Kementerian Perindustrian, Wiwik Pudjiastuti, mengatakan, pertemuan ini sangat penting dalam memajukan pengembangan standar yang mencakup berbagai teknologi ubin keramik.

"Industri ubin keramik telah menjadi salah satu bisnis penting di dunia, termasuk di Indonesia," paparnya di sela pertemuan ISO keramik di Nusa Dua Bali, pada Sabtu, (9/12/2022). 

Dengan perkembangan teknologi termasuk di bidang ubin keramik, memberikan peluang baru bagi industri dan pemangku kepentingannya untuk mengembangkan standar guna meningkatkan kemampuan industri ubin keramik. 

"Secara substansi yang dibahas dalam sidang ISO adalah standar untuk komoditi keramik di Indonesia  yang berada di 6 besar dunia. Keuntungan Indonesia menjadi tuan rumah ISO keramik, dapat mengikuti lebih banyak peserta dalam penyusunan standar internasional, sehingga kita bisa memberikan masukan dalam perkembangan dan standar keramik di dunia," katanya.

Wiwik Pudjiastuti menegaskan, dalam sidang ISO ini tidak membahas persaingan bisnis keramik tetapi lebih pada persoalan teknis, karena teknikal komite lebih kearah diskusi, metode uji yang akan dikembangkan spesifikasi keramik yang akan dikembangkan menyesuaikan dengan perkembangan teknologi. 

“Secara teknis kita tidak banyak kendala karena sumber daya manusia  di Indonesia sekarang dominan adalah generasi yang produktif usia dari 18 sampai 45 tahun. Kemudian di Indonesia semakin banyak perguruan tinggi yang melakukan penelitian tentang keramik,” paparnya.

Direktur Pengembangan Standar Infrastruktur Penilaian Kesesuaian Personal dan Ekonomi Kreatif, Badan Standarisasi Nasional, Iryana Margahayu, mengatakan teknis perumusan Standar Nasional Indonesia yang terdiri dari beberapa instansi antara lain pelaku usaha, perusahaan yang bergerak di bidang industri keramik, Asosiasi Aneka Industri Keramik Indonesia (ASAKI).

Terdapat 4 unsur untuk perumusan  standar internasional  yakni pemerintah, pelaku usaha perwakilan konsumen dan juga akademisi  di bidang keramik dimana Indonesia harus aktif dalam perumusan standar internasional tersebut. "Untuk ruang lingkup industri keramik Indonesia adalah 4 sub titel yang mempunyai kewajiban untuk menanggapi standar internasional dan juga terlibat aktif dalam perumuaanya, ISO 189. Sidang ini menjadi momentum yang baik karena bisa mendaftarkan standar keramik ke internasional agar bisa mengikuti perkembangannya, dan bisa berkontribusi di taraf internasional menyesuaikan dengan kebutuhan di Indonesia,” cetusnya. 

Sementara itu, Ketua Bidang Pengembangan Industri ASAKI, Suhartono menilai kualitas keramik Indonesia sudah bisa bersaing di kancah internasional. Hal tersebut dibuktikan bahwa Indonesia telah mengekpor keramik ke berbagai negara di seluruh Dunia. Untuk bisa menyesuaikan dengan iklim di negara tujuan ekspor keramik, industrik keramik akan memproduksi keramik menyesuaikan dengan iklim di negara tujuan ekspor. 

“Kita akan mengikuti semua keinginan pasar, dengan harapan semua produk keramik Indonesia layak dipakai di dalam negeri maupun luar negeri seperti yang dilakukan selama ini. Perkembangan industri keramik terus dilakukan agar industri keramik Indonesia tetap bersaing di kancah dunia, namun apabila tidak mengikuti standar internasional  industri  keramik tidak bisa eksport karena tidak memenuhi standart internasional," ujarnya. 

Suhartono menegaskan sumber daya manusia dan teknologi dalam pengolahan keramik sudah bisa bersaing dengan berbagai negara di dunia. Untuk industri keramik di Indonesia, pemerintah telah menetapkan total komponen dalam negeri mencapai 40 persen, namun dalam pelaksanaannya industri keramik di Indonesia telah menggunaan 60-80 persen bahan baku keramik dalam negeri, sedangkan sisanya masi impor bahan baku berasal dari India, Thailand dan Malaysia.

"Kita akan bekerjasama dengan pemerintah untuk mengeksplor bahan baku keramik  Sepertindi medan dan lampung untuk memenuhi kebutuhan 50 negara tujuan ekspor keramik asal Indonesia, " tutup Suhartono. 

Editor: Investor.id

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


National 3 jam yang lalu

Prabowo dan SBY Lepas Jenazah 3 Prajurit TNI yang Gugur di Lebanon

Presiden Prabowo dan mantan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono turut melepas tiga prajurit TNI yang gugur di Lebanon untuk dimakamkan.
InveStory 3 jam yang lalu

Inspiratif! Rayyan Shahab Diterima 15 Kampus Top Dunia Tanpa Kursus Bahasa Inggris

Siswa MAN IC Pekalongan, Ahmad Ali Rayyan Shahab mencatat prestasi luar biasa. Di usia 17 tahun dia diterima 15 kampus dunia.
Business 3 jam yang lalu

Private AI Bantu Dunia Bisnis Kurangi Risiko 

- Tekanan terhadap perusahaan Indonesia saat ini terasa dari dua arah sekaligus. Di satu sisi, semua orang bicara soal AI, mulai dari chatbot, analitik prediktif, sampai agen AI yang bisa mengotomatisasi proses bisnis.
Business 4 jam yang lalu

MPMX Raih Laba Bersih Rp 462 Miliar pada 2025

PT Mitra Pinasthika Mustika Tbk (MPMX), perusahaan konsumer  otomotif dan transportasi di Indonesia hari ini melaporkan hasil kinerja keuangan  untuk tahun buku 2025 yang telah diaudit. Perseroan tetap mempertahankan fundamental  bisnis yang solid di tengah dinamika kondisi pasar.  
Market 6 jam yang lalu

Pizza Hut (PZZA) Balikkan Rugi Jadi Laba

PT Sarimelati Kencana Tbk (PZZA) membalikkan kinerja keuangan pada 2025 dengan mencetak laba bersih tahun berjalan sebesar Rp 24,75 miliar.
National 7 jam yang lalu

Jenazah Prajurit TNI Gugur dalam Misi Perdamaian UNIFIL Tiba di Indonesia

Tiga jenazah prajurit TNI yang gugur jalankan tugas di Lebanon tiba di tanah air dan dijadwalkan akan diterima Presiden Prabowo Subianto.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia