Pertama Lakukan Konvergensi FMC, XL Axiata Utamakan Pengalaman Digital
JAKARTA,investor.id-Operator telekomunikasi PT XL Axiata Tbk (XL Axiata) mengklaim sebagai perusahaan telekomunikasi pertama di Indonesia yang melakukan konvergensi layanan Fixed Mobile Convergence (FMC), yaitu integrasi layanan fixed broadband dan layanan mobile. Oleh karena itu, perusahaan akan mengutamakan pengalaman digital pengguna (experience), ketimbang perang tarif.
“Jadi sebetulnya value propotion-nya itu di experience, bukan di harga. Karena, kalau kita perang harga dengan harga yang murah, nanti takutnya kualitasnya menurun. Jadi, sebetulnya di FMC itu yang diutamakan sebagai diferensiasi adalah customer experience,” kata Dian Siswarini, Presiden Direktur dan CEO XL Axiata saat buka puasa bersama media di Jakarta, pekan lalu.
Menurut Dian, sebagai operator telekomunikasi pertama yang melakukan FMC, XL Axiata telah mengembangkan FMC melalui jalur inorganik lewat akuisisi PT Link Net Tbk dan organik melalui pembangunan homepass.
“Pembangunan homepass ini sudah tersedia 1 juta homepass. Jadi bukan hanya kami punya produk bundling, tapi operasi kami, network kami dibuat untuk bisnis FMC,” ujar Dian.
Selanjutya, dari sisi organisasi, XL Axiata juga sudah menyiapkan untuk mengoperasikan bisnis FMC. Selain itu, juga dari sisi IT dan touch point yang terdapat aplikasi XL Home dan My XL.
“Dari situ akan bisa didapat efisiensi. Kalau misalnya network sudah di planning, dioperasikan untuk FMC bisnis. Kemudian IT nya, IT nya juga seperti itu. Jadi IT itu dari sisi billing sudah satu, kemudian juga dari sisi touch point. Jadi kalau yang punya XL Home itu sudah tau, bahwa XL Home itu bisa diakses dari My XL. Jadi untuk home maupun mobile itu sudah satu aplikasinya,” jelas Dian.
Efisiensi Bisnis
Dia menuturkan, XL Axiata mengutamakan pengalaman digital dalam layanan FMC ini. Dengan demikian, average revenue per user (ARPU) dari FMC diharapkan tidak akan terjadi penurunan seperti yang terjadi di segmen mobile.
“Menurut saya FMC tidak akan seperti mobile, karena untuk FMC itu yang akan ditingkatkan efisiensinya. Jadi menurut saya tidak akan terjadi penurunan ARPU untuk XL home seperti mobile," ujarnya.
Sehingga, untuk tahun ini, XL Axiata akan mendorong layanan konvergensi atau FMC dengan berfokus pada segmen keluarga dan korporasi. Tahun ini, XL menargetkan untuk penambahan jumlah pengguna XL Home sebanyak 450 ribu atau meningkat 275% dibandingkan November tahun sebelumnya yang sekitar 120.000 pelanggan.
XL juga berharap dari total rumah yang terlayani XL Home pada tahun ini, sebanyak 30% atau 150.000 rumah juga menggunakan layanan FMC. “ Kita targetkan yang 30% adalah FMC untuk tahun ini,” ungkap Dian.
Di sisi lain, dengan FMC ini juga akan terjadi efisiensi pada jaringan. Sebagai gambaran, ketika perusahaan mengembangkan layanan fixed broadband dan seluler secara terpisah, dibutuhkan dua jalur transport. Namun, ketika beralih ke FMC dan desain jaringan disesuaikan dengan bisnis FMC, maka perusahaan hanya menggunakan satu jalur transport.
“Kalau dahulu kan pipanya khusus, sehingga kalau utilisasi rendah tidak bisa digunakan. Sekarang sudah satu layer, efisiensi bisa 30% dari sisi jaringan transport,” kata Dian.
Editor: Emanuel
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
FollowBaca Berita Lainnya di Google News
Read Now

