Industri Ajukan Safeguard untuk 45 Nomor HS Produk Tekstil
JAKARTA, investor.id - Industri tekstil dan produk tekstil (TPT) mengajukan tindak pengamanan perdagangan (safeguard) untuk 45 nomor Harmonized System (HS) produk tekstil sebagai upaya menyelamatkan sektor TPT dalam negeri dari serbuan impor. Pemberlakukan safeguard tersebut diharapkan bisa membendung 10-15% peredaran produk TPT impor di pasar domestik.
“Kami sudah mengajukan safeguard untuk 5 HS benang dan sekitar 30-40 HS kain impor dari beberapa negara seperti Vietnam, India, Thailand, dan Malaysia. Itu bisa menekan 10-15% produk impor, meski yang paling besar itu illegal. Tapi ini lumayan, karena kita mencari banyak cara agar bisa menekan impor,” kata Ketua Umum Asosiasi Serat dan Benang Filament Indonesia (APSyFi) Redma Gita Wirawasta kepada Investor Daily di Jakarta, baru-baru ini.
Redma mengatakan, jenis produk yang diajukan untuk dikenai safeguard tersebut memiliki nilai impor yang tinggi dan membebani neraca perdagangan Indonesia. Padahal, produk-produk tersebut sudah bisa diproduksi oleh industri TPT lokal.
“Memang impornya tinggi. Itu HS yang banyak dipakai masyarakat, jadi produk-produk yang biasa kita konsumsi setiap hari, ada kain tenun, kain kaos, dan lainnya. Dan semuanya sudah bisa diproduksi di dalam negeri.
Menurut Redma, industri TPT telah mengajukan usulan safeguard 45 nomor HS tersebut kepada pemerintah. “Pengajuan safeguard ini sudah di mejanya Bu Sri Mulyani. Itu sudah direkomendasikan menteri perdagangan sejak beberapa bulan lalu.
Dia mengungkapkan, usulan safeguard tersebut sudah dibahas di antar departemen, termasuk Kementerian Perindustrian, Komite Pengamanan Perdagangan Indonesia (KPPI). Dan sudah ada rekomendasi dan dibawa ke rapat Bappenas, BKPM, Kementerian Perindustrian, Kementerian Perdagangan, semua sudah setuju dan mendapat rekomendasi. Sekarang sedang di meja Menteri Keuangan,” ujar dia.
Editor: Indah Handayani
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
FollowBaca Berita Lainnya di Google News
Read Now



