Minggu, 5 April 2026

Industri Ajukan Safeguard untuk 45 Nomor HS Produk Tekstil

Penulis : Eva Fitriani
2 Mei 2023 | 06:20 WIB
BAGIKAN
Aktivitas pekerja di pabrik tekstil. (Dok. B-Universe)
Aktivitas pekerja di pabrik tekstil. (Dok. B-Universe)

JAKARTA, investor.id - Industri tekstil dan produk tekstil (TPT) mengajukan tindak pengamanan perdagangan (safeguard) untuk 45 nomor Harmonized System (HS) produk tekstil sebagai upaya menyelamatkan sektor TPT dalam negeri dari serbuan impor. Pemberlakukan safeguard tersebut diharapkan bisa membendung 10-15% peredaran produk TPT impor di pasar domestik.

“Kami sudah mengajukan safeguard untuk 5 HS benang dan sekitar 30-40 HS kain impor dari beberapa negara seperti Vietnam, India, Thailand, dan Malaysia. Itu bisa menekan 10-15% produk impor, meski yang paling besar itu illegal. Tapi ini lumayan, karena kita mencari banyak cara agar bisa menekan impor,” kata Ketua Umum Asosiasi Serat dan Benang Filament Indonesia (APSyFi) Redma Gita Wirawasta kepada Investor Daily di Jakarta, baru-baru ini.

Redma mengatakan, jenis produk yang diajukan untuk dikenai safeguard tersebut memiliki nilai impor yang tinggi dan membebani neraca perdagangan Indonesia. Padahal, produk-produk tersebut sudah bisa diproduksi oleh industri TPT lokal.

ADVERTISEMENT

“Memang impornya tinggi. Itu HS yang banyak dipakai masyarakat, jadi produk-produk yang biasa kita konsumsi setiap hari, ada kain tenun, kain kaos, dan lainnya. Dan semuanya sudah bisa diproduksi di dalam negeri.

Menurut Redma, industri TPT telah mengajukan usulan safeguard 45 nomor HS tersebut kepada pemerintah. “Pengajuan safeguard ini sudah di mejanya Bu Sri Mulyani. Itu sudah direkomendasikan menteri perdagangan sejak beberapa bulan lalu.

Dia mengungkapkan, usulan safeguard tersebut sudah dibahas di antar departemen, termasuk Kementerian Perindustrian, Komite Pengamanan Perdagangan Indonesia (KPPI). Dan sudah ada rekomendasi dan dibawa ke rapat Bappenas, BKPM, Kementerian Perindustrian, Kementerian Perdagangan, semua sudah setuju dan mendapat rekomendasi. Sekarang sedang di meja Menteri Keuangan,” ujar dia.

Editor: Indah Handayani

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


National 3 jam yang lalu

Prabowo dan SBY Lepas Jenazah 3 Prajurit TNI yang Gugur di Lebanon

Presiden Prabowo dan mantan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono turut melepas tiga prajurit TNI yang gugur di Lebanon untuk dimakamkan.
InveStory 3 jam yang lalu

Inspiratif! Rayyan Shahab Diterima 15 Kampus Top Dunia Tanpa Kursus Bahasa Inggris

Siswa MAN IC Pekalongan, Ahmad Ali Rayyan Shahab mencatat prestasi luar biasa. Di usia 17 tahun dia diterima 15 kampus dunia.
Business 3 jam yang lalu

Private AI Bantu Dunia Bisnis Kurangi Risiko 

- Tekanan terhadap perusahaan Indonesia saat ini terasa dari dua arah sekaligus. Di satu sisi, semua orang bicara soal AI, mulai dari chatbot, analitik prediktif, sampai agen AI yang bisa mengotomatisasi proses bisnis.
Business 4 jam yang lalu

MPMX Raih Laba Bersih Rp 462 Miliar pada 2025

PT Mitra Pinasthika Mustika Tbk (MPMX), perusahaan konsumer  otomotif dan transportasi di Indonesia hari ini melaporkan hasil kinerja keuangan  untuk tahun buku 2025 yang telah diaudit. Perseroan tetap mempertahankan fundamental  bisnis yang solid di tengah dinamika kondisi pasar.  
Market 6 jam yang lalu

Pizza Hut (PZZA) Balikkan Rugi Jadi Laba

PT Sarimelati Kencana Tbk (PZZA) membalikkan kinerja keuangan pada 2025 dengan mencetak laba bersih tahun berjalan sebesar Rp 24,75 miliar.
National 7 jam yang lalu

Jenazah Prajurit TNI Gugur dalam Misi Perdamaian UNIFIL Tiba di Indonesia

Tiga jenazah prajurit TNI yang gugur jalankan tugas di Lebanon tiba di tanah air dan dijadwalkan akan diterima Presiden Prabowo Subianto.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia