Kerap Jadi Incaran Jastip, Brand Malaysia Ini Akhirnya Masuk Pasar Indonesia
JAKARTA, investor.id – Brand kecantikan asal Malaysia, Demica Beauty, akhirnya masuk pasar Indonesia pada Juli 2023. Hal ini dilakukan karena potensi pasar Indonesia yang sangat besar. Terlebih, adanya potensi permintaan dari masyarakat Indonesia karena selama ini produknya kerap menjadi incaran jasa titipan atau jastip.
Founder Demica Beauty Amirah Syamimi menjelaskan, untuk masuk ke Indonesia, pihaknya membangun pabrik di Depok. Dengan nilai investasi sebesar 10 juta Ringgit Malaysia atau setara 32,4 miliar (Kurs, Rp 3.243). Produk yang akan diproduksi dan nantinya akan dipasarkan pertama kali di Indonesia adalah tabir surya atau sunscreen.
“Hal itu karena produk tersebut sangat diminati dan dibeli oleh masyarakat Indonesia ketika mereka ke Malaysia. Bahkan mereka membeli dalam jumlah yang sangat banyak untuk jastip,” ungkapnya di Jakarta, belum lama ini.
Dengan minat tersebut, Amirah mengaku optimistis produk sunscreen tersebut akan diterima dengan baik oleh masyarakat Indonesia. Hal itu telah dibuktikan dengan tercatatnya 1.000 seller yang terdaftar sebagai agen penjualan Demica. Dengan angka itu, ia pun optimistis akan mampu menjual 10 juta produk sunscreen dalam setahun ini.
“Produk ini ditargetkan akan bisa mulai dijual pada Juli mendatang. Saat ini kami tengah mengurus berbagai sertifikasi halal dan mendapat izin edar BPOM,” paparnya.
Amirah mengaku keinginan untuk bisa memasukan Demica ke Indonesia sudah ada sejak empat tahun lalu. Sayangnya, bukanlah hal mudah bagi brandnya untuk menembus Indonesia. Dengan tekad yang kuat, akhirnya ia berhasil memasuki pasar Indonesia pada tahun ini.
Di Malaysia, Amirah mengklaim produk sunscreen yang dijualnya terjual sebanyak 1 juta buah per bulan. Hal itu didukung oleh 8 ribu seller yang tersebar di seluruh negeri Jiran tersebut. “Setelah sukses di Malaysia, sudah waktunya kami merambah ke Indonesia. Dengan jumlah penduduk yang lebih banyak di Indonesia, kami optimistis bisa terjual lebih banyak di Indonesia,” tegasnya.
Editor: Indah Handayani
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
FollowBaca Berita Lainnya di Google News
Read Now

