Sabtu, 4 April 2026

Wilmar Dampingi 1.500 Petani Sawit di Siak Raih ISPO

Penulis : Tri Listiyarini
14 Mar 2024 | 07:13 WIB
BAGIKAN
Seorang petani tengah melintas di areal perkebunan sawit. (Foto : Istimewa)
Seorang petani tengah melintas di areal perkebunan sawit. (Foto : Istimewa)

JAKARTA, investor.id–Wilmar mendampingi sekitar 1.500 petani swadaya dari lima koperasi sawit di Siak, Riau, dalam meraih sertifikat Indonesian Sustainable Palm Oil (ISPO). Upaya itu dilakukan melalui pendekatan yurisdiksi (jurisdictional approach) Lanskap Siak Hijau. Kemitraan tersebut diharapkan dapat membantu petani meningkatkan kemampuannya untuk mewujudkan keberlanjutan.

Lanskap Siak Hijau merupakan kolaborasi multi-stakeholder yang diinisiasi Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Siak guna mewujudkan pembangunan Kabupaten Siak yang ramah lingkungan dan berkelanjutan. Salah satu sektor yang menjadi prioritas dalam kolaborasi itu adalah pengembangan ekonomi kerakyatan berbasis sawit, yakni dengan mengembangkan perkebunan berkelanjutan bagi petani swadaya.

Kolaborasi itu dibentuk sebagai wujud dukungan swasta terhadap pelaksanaan kebijakan Lanskap Siak Hijau, khususnya dalam memperkuat koordinasi dan sinergisitas program. Wilmar mendukung Lanskap Siak Hijau itu melalui pendampingan bagi 1.500 petani swadaya di Siak.

Menurut Head Sustainability Wilmar Indonesia Pujuh Kurniawan, pihaknya telah mendampingi 1.500 petani swadaya yang mengelola kebun sekitar 2.500 hektare (ha). Mereka tergabung dalam lima koperasi petani swadaya. Dari jumlah itu, dua koperasi di antaranya telah mengantongi sertifikasi ISPO sejak 2019.

Advertisement

Pada awal tahun ini, dua koperasi lainnya sedang dalam proses penyelesaian sertifikasi dan satu koperasi sedang proses persiapan. “Program ini dijalankan bersama PT Permodalan Siak (Persi), Dinas Perkebunan, dan dinas lain yang terkait,” kata Pujuh dalam workshop bertema Sinergi Siak Hijau: Kolaborasi Stakeholder untuk Mendukung Perkebunan Kelapa Sawit Berkelanjutan di Lanskap Siak Hijau, baru-baru ini.

Guru Besar Institut Pertanian Bogor (IPB) Sudarsono Soedomo mengatakan, Siak Hijau dapat menjadi model pengelolaan kebun sawit berkelanjutan di Indonesia. Kolaborasi dalam Lanskap Siak Hijau itu telah menjadi wadah sinergi bagi para stakeholder untuk meningkatkan kemampuannya dalam meraih sertifikasi keberlanjutan, terutama bagi petani swadaya. "Pembeli minyak sawit dunia menuntut produk yang berkelanjutan. Ini penting bagi perusahaan dan petani agar dapat mengikuti tuntutan pasar,” kata dia.

Di sisi lain, Ketua Forum Pengembangan Perkebunan Stategis Berkelanjutan (FP2SB) Rismansyah Danasaputra menilai, saat ini, petani menyumbang 40% dari total produksi tandan buah segar (TBS) sawit nasional. Sayangnya, mereka masih banyak keterbatasan dalam meraih sertifikasi. Karenanya, petani perlu mendapatkan perhatian semua pihak untuk membantu meningkatkan kemampuan mereka.

Perkebunan sawit adalah salah satu sektor dengan pertumbuhan tertinggi di Siak. Saat ini, luas kebun sawit di kabupaten itu mencapai 328.800 ha, dengan 208.075 ha di antaranya dikelola petani swadaya. Selain di Siak, Wilmar juga melaksanakan pemberdayaan petani sawit swadaya di Jambi, Sumatra Utara, dan Kalimantan Barat.

Wilmar juga telah bermitra dan mendampingi 14 kelompok petani swadaya dengan total petani 5.760 orang dan luas kebun 12.584 ha. Hingga kini, sudah ada delapan kelompok petani sawit swadaya yang berhasil mengantongi sertifikat ISPO, yang mencakup 8.588 ha kebun dari 3.525 petani swadaya. 

Editor: Tri Listiyarini

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkini


InveStory 13 menit yang lalu

Inspiratif! Rayyan Shahab Diterima 15 Kampus Top Dunia Tanpa Kursus Bahasa Inggris

Siswa MAN IC Pekalongan, Ahmad Ali Rayyan Shahab mencatat prestasi luar biasa. Di usia 17 tahun dia diterima 15 kampus dunia.
Business 14 menit yang lalu

Private AI Bantu Dunia Bisnis Kurangi Risiko 

- Tekanan terhadap perusahaan Indonesia saat ini terasa dari dua arah sekaligus. Di satu sisi, semua orang bicara soal AI, mulai dari chatbot, analitik prediktif, sampai agen AI yang bisa mengotomatisasi proses bisnis.
Business 38 menit yang lalu

MPMX Raih Laba Bersih Rp 462 Miliar pada 2025

PT Mitra Pinasthika Mustika Tbk (MPMX), perusahaan konsumer  otomotif dan transportasi di Indonesia hari ini melaporkan hasil kinerja keuangan  untuk tahun buku 2025 yang telah diaudit. Perseroan tetap mempertahankan fundamental  bisnis yang solid di tengah dinamika kondisi pasar.  
Market 3 jam yang lalu

Pizza Hut (PZZA) Balikkan Rugi Jadi Laba

PT Sarimelati Kencana Tbk (PZZA) membalikkan kinerja keuangan pada 2025 dengan mencetak laba bersih tahun berjalan sebesar Rp 24,75 miliar.
National 4 jam yang lalu

Jenazah Prajurit TNI Gugur dalam Misi Perdamaian UNIFIL Tiba di Indonesia

Tiga jenazah prajurit TNI yang gugur jalankan tugas di Lebanon tiba di tanah air dan dijadwalkan akan diterima Presiden Prabowo Subianto.
National 4 jam yang lalu

Gelar Munas, Hipmi Perkuat Peran Pengusaha Muda Hadapi Tekanan Global

Hipmi gelar Munas 2026 untuk memperkuat kontribusi pengusaha muda dalam perekonomian nasional di tengah tantangan ekonomi global.

Tag Terpopuler


Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia