Dabeeo Perkuat Ekspansi di Asia Tenggara, Gandeng Triputra Agro Persada (TAPG)
JAKARTA, investor.id – Perusahaan teknologi kecerdasan buatan (AI) asal Korea Selatan, Dabeeo, memperkuat ekspansi bisnisnya di Asia Tenggara dengan menggandeng PT Triputra Agro Persada Tbk (TAPG). Kolaborasi ini menjadi langkah strategis perusahaan dalam memperluas penetrasi solusi analitik spasial dan pemetaan berbasis AI di sektor perkebunan kelapa sawit.
Vice President Dabeeo Victor Choi mengatakan, kontrak kerja sama tersebut mencerminkan meningkatnya kepercayaan pelaku industri terhadap teknologi vision AI yang dikembangkan perusahaan.
“Kontrak ini menunjukkan bahwa solusi Dabeeo telah diakui sebagai platform terintegrasi yang menggabungkan pemantauan presisi perkebunan dengan manajemen operasional di tingkat lapangan,” ujarnya dalam keterangan pers, Senin (23/2/2026).
Melalui kerja sama ini, lanjut Victor, Dabeeo akan mengimplementasikan sistem pemantauan perkebunan berbasis AI dalam skala besar di area kebun Triputra Agro Persada. Teknologi tersebut memanfaatkan citra satelit resolusi tinggi yang diproses menggunakan proprietary vision AI untuk mengidentifikasi setiap pohon secara individual, menganalisis kesehatan tanaman, hingga mendeteksi perubahan kondisi lahan.
Sistem ini juga dilengkapi analisis tiga dimensi (3D terrain analysis) dan evaluasi kesesuaian lahan guna memberikan gambaran komprehensif mengenai kondisi perkebunan. Seluruh hasil analisis disajikan melalui platform berbasis web dan aplikasi mobile, sehingga memungkinkan pertukaran data secara real time antara tim lapangan dan manajemen pusat.
Baca Juga:
Emiten Sawit Astra (AALI) Panen LabaSalah satu fitur utama adalah integrasi data satelit berbasis AI dengan data operasional lapangan, termasuk penandaan otomatis titik Tandan Buah Segar (TBS) yang belum terangkut dari Tempat Pengumpulan Hasil (TPH). Dengan sistem ini, pengaturan rute dan armada angkut dapat dilakukan lebih efisien sekaligus meminimalkan hambatan operasional, seperti genangan banjir.
Ekspansi Agresif
Menurut Victor, ekspansi ini melanjutkan langkah agresif Dabeeo di Indonesia sejak mulai beroperasi pada Mei 2025. Perusahaan sebelumnya telah menjalin kerja sama dengan sejumlah grup perkebunan besar, antara lain Salim Group, Tunas Sawa Erma (TSE) Group, serta POSCO Group melalui PT Bio Inti Agrindo (BIA). Di Malaysia, Dabeeo juga bermitra dengan Sawit Kinabalu.
Victor menegaskan, integrasi analisis AI berbasis satelit dengan data milik pelanggan menjadi keunggulan utama yang memungkinkan solusi diterapkan langsung dalam kegiatan operasional perkebunan.
“Ke depan, Dabeeo menargetkan perluasan kolaborasi dengan produsen kelapa sawit besar lainnya di Indonesia dan kawasan Asia Tenggara, sejalan dengan strategi penguatan posisi di sektor agribisnis regional,” tutup Victor.
Editor: Indah Handayani
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
FollowBaca Berita Lainnya di Google News
Read Now





