Industri Direct Selling Makin Matang
JAKARTA, investor.id – Industri penjualan langsung (direct selling) di Indonesia kian menunjukkan kedewasaan. Regulasi yang ketat, persaingan yang sehat, serta dorongan penggunaan produk lokal menjadi fondasi pertumbuhan sektor ini dalam beberapa tahun terakhir.
Komitmen tersebut kembali ditegaskan dalam ajang Helmy Attamimi Award 2026 yang digelar Asosiasi Perusahaan Penjualan Langsung Indonesia (AP2LI) di Jakarta, Februari 2026. Ajang dua tahunan yang dimulai sejak 2020 ini dirancang bukan sekadar seremoni, melainkan sebagai instrumen mendorong standar etika dan profesionalisme industri.
Ketua Umum AP2LI Andrew Susanto mengatakan, penghargaan ini menjadi bagian dari upaya menciptakan ekosistem kompetitif yang sehat di antara perusahaan penjualan langsung. “Dengan persaingan yang sehat, industri penjualan langsung akan semakin tumbuh dan berkembang,” ujarnya.
Sebanyak 167 perusahaan anggota AP2LI hadir dalam acara tersebut. Sejumlah institusi negara seperti Kementerian Perdagangan, BKPM, Kadin, hingga MUI juga turut hadir, menegaskan bahwa industri ini mendapat perhatian serius dari regulator.
Direktur Jenderal Perdagangan Dalam Negeri Kementerian Perdagangan RI, Iqbal Shoffan Shofwan, menyampaikan bahwa Indonesia termasuk negara dengan pengaturan bisnis direct selling yang relatif ketat. Menurut dia, meningkatnya jumlah perusahaan penjualan langsung asli Indonesia yang memasarkan produk lokal akan berdampak positif terhadap perekonomian nasional.
“Semakin banyak perusahaan yang menjual produk asli Indonesia melalui sistem penjualan langsung, tentu akan semakin menggerakkan roda ekonomi,” katanya.
Helmy Attamimi Award sendiri mengambil nama salah satu tokoh penting dalam sejarah industri penjualan langsung nasional yang dikenal berperan dalam memperjuangkan legalitas dan payung hukum bagi sektor tersebut.
Konsistensi QNET
Editor: Indah Handayani
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
FollowBaca Berita Lainnya di Google News
Read Now


