Minggu, 5 April 2026

Menag: Umat Islam Rugi Dobel Jika Boikot Produk Pro-Israel dan AS

Penulis : Erfan Ma’ruf
13 Mar 2026 | 20:33 WIB
BAGIKAN
Menteri Agama (Menag) Nasaruddin Umar dalam acara Silaturahmi dan Buka Puasa Bersama Kadin Indonesia di Masjid Istiqlal, Jakarta Pusat, Jumat (13/3/2026). (B-Universe Photo/Erfan Maruf)
Menteri Agama (Menag) Nasaruddin Umar dalam acara Silaturahmi dan Buka Puasa Bersama Kadin Indonesia di Masjid Istiqlal, Jakarta Pusat, Jumat (13/3/2026). (B-Universe Photo/Erfan Maruf)

JAKARTA, investor.id – Menteri Agama (Menag) Nasaruddin Umar menyatakan keprihatinannya terhadap gerakan boikot produk yang dianggap berafiliasi dengan Israel dan Amerika Serikat (AS). Nasaruddin menilai aksi tersebut bukan solusi efektif untuk menyelesaikan konflik di Timur Tengah, justru berdampak buruk bagi tenaga kerja domestik.

Pernyataan tersebut disampaikan Menag dalam acara Silaturahmi dan Buka Puasa Bersama Kadin Indonesia di Masjid Istiqlal, Jakarta Pusat, Jumat (13/3/2026). Ia menekankan bahwa boikot tersebut memicu gelombang Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) yang merugikan masyarakat lokal.

“Saya orang yang termasuk prihatin dengan konsep-konsep boikot ini. Saya tahu persis apa yang sedang terjadi di sana. Boikot itu bukan jalan keluar untuk mengatasi persoalan besar yang ada di situ,” ujar Imam Besar Masjid Istiqlal tersebut.

ADVERTISEMENT

Nasaruddin mencontohkan bahwa di Mesir dan Lebanon yang merupakan tetangga Israel juga tetap menerima gerai waralaba seperti McDonald’s. Menurutnya, jika aksi boikot berlangsung di Indonesia, maka justru akan memicu kerugian ekonomi bagi umat Islam sendiri. Tercatat, lebih dari 3.000 pegawai restoran cepat saji di tanah air harus kehilangan pekerjaan akibat fenomena ini.

“Kita rugi dobel kan. Di sana kita dibantai, di sini kita di-PHK. Loh, ini berarti umat Islam dua kali rugi. Yang untung siapa?” tegasnya.

Lebih lanjut, Menag sengaja mengundang para pelaku usaha ke Masjid Istiqlal sebagai bentuk dukungan moral. Menurutnya, dunia usaha saat ini menghadapi tekanan besar, mulai dari beban pajak hingga persaingan yang tidak sehat. Ia menegaskan bahwa keberlangsungan ekonomi nasional sangat bergantung pada stabilitas dunia usaha.

“Kita harus bela mereka. Saya ingin memberikan dukungan kepada dunia usaha, karena tanpa dunia usaha, tidak mungkin Indonesia bisa bertahan,” pungkas Nasaruddin.

Editor: Prisma Ardianto

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkini


National 2 jam yang lalu

Prabowo dan SBY Lepas Jenazah 3 Prajurit TNI yang Gugur di Lebanon

Presiden Prabowo dan mantan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono turut melepas tiga prajurit TNI yang gugur di Lebanon untuk dimakamkan.
InveStory 2 jam yang lalu

Inspiratif! Rayyan Shahab Diterima 15 Kampus Top Dunia Tanpa Kursus Bahasa Inggris

Siswa MAN IC Pekalongan, Ahmad Ali Rayyan Shahab mencatat prestasi luar biasa. Di usia 17 tahun dia diterima 15 kampus dunia.
Business 2 jam yang lalu

Private AI Bantu Dunia Bisnis Kurangi Risiko 

- Tekanan terhadap perusahaan Indonesia saat ini terasa dari dua arah sekaligus. Di satu sisi, semua orang bicara soal AI, mulai dari chatbot, analitik prediktif, sampai agen AI yang bisa mengotomatisasi proses bisnis.
Business 2 jam yang lalu

MPMX Raih Laba Bersih Rp 462 Miliar pada 2025

PT Mitra Pinasthika Mustika Tbk (MPMX), perusahaan konsumer  otomotif dan transportasi di Indonesia hari ini melaporkan hasil kinerja keuangan  untuk tahun buku 2025 yang telah diaudit. Perseroan tetap mempertahankan fundamental  bisnis yang solid di tengah dinamika kondisi pasar.  
Market 5 jam yang lalu

Pizza Hut (PZZA) Balikkan Rugi Jadi Laba

PT Sarimelati Kencana Tbk (PZZA) membalikkan kinerja keuangan pada 2025 dengan mencetak laba bersih tahun berjalan sebesar Rp 24,75 miliar.
National 6 jam yang lalu

Jenazah Prajurit TNI Gugur dalam Misi Perdamaian UNIFIL Tiba di Indonesia

Tiga jenazah prajurit TNI yang gugur jalankan tugas di Lebanon tiba di tanah air dan dijadwalkan akan diterima Presiden Prabowo Subianto.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia