Minggu, 5 April 2026

Mitigasi Serangan Ransomware melalui Sistem Backup Data

Penulis : Emanuel Kure
1 Apr 2026 | 19:00 WIB
BAGIKAN
Ilustrasi serangan ransomware (FOTO: IST)
Ilustrasi serangan ransomware (FOTO: IST)

JAKARTA,investor.id- Di tengah masifnya serangan siber ransomware yang menyasar data pribadi maupun data organiasi, kehadiran sistem backup data yang memadai dinilai penting untuk memitigasi risiko serangan tersebut.

Sitem backup dinilai menjadi bagian penting dari strategi cyber resilience. Sistem ini dapat menentukan apakah sebuah organisasi mampu pulih dengan cepat setelah insiden, atau justru harus menghadapi gangguan operasional yang berkepanjangan.

Regional Marketing Synology, salah satu perusahaan penyedia manajemen data dan infrastruktur penyimpanan, Joevita Evadne mengatakan, ransomware bekerja dengan cara mengenkripsi data perusahaan dan meminta tebusan agar akses dapat dipulihkan.

ADVERTISEMENT

“Tanpa backup yang memadai, organisasi sering kali berada dalam posisi yang sulit. Membayar tebusan tidak selalu menjamin data akan kembali. Namun jika menolak membayar, perusahaan juga berisiko kehilangan data penting secara permanen,” kata Joevita dalam keterangan persnya, Rabu (1/4/2026).

Dampak dari serangan ini, kata dia bisa meluas dengan cepat. Operasional bisnis dapat terhenti, layanan pelanggan terganggu, dan karyawan tidak dapat menjalankan pekerjaan mereka. Bahkan gangguan yang berlangsung singkat pun dapat menimbulkan kerugian finansial dan merusak reputasi perusahaan.

“Karena itu, backup kini tidak lagi sekadar alat pemulihan file yang terhapus. Ia menjadi bagian penting dari strategi ketahanan siber atau cyber resilience,” ujar Joevita.

Dia menambahkan, selama ini banyak organisasi fokus pada pencegahan serangan. Namun dengan ancaman siber yang semakin kompleks, pendekatan tersebut saja tidak lagi cukup. Cyber resilience menekankan kemampuan organisasi untuk tetap beroperasi dan pulih dengan cepat setelah insiden terjadi.

“Salah satu pendekatan yang banyak direkomendasikan adalah strategi backup 3-2-1-1-0. Strategi ini menyarankan agar organisasi menyimpan tiga salinan data pada dua jenis media yang berbeda, dengan satu salinan disimpan di lokasi terpisah,” ungkap Joevita.

Selain itu, satu salinan sebaiknya bersifat immutable atau terisolasi dari jaringan utama agar tidak dapat diubah oleh ransomware. Terakhir, backup perlu diverifikasi untuk memastikan proses pemulihan dapat berjalan tanpa kesalahan. Pendekatan ini membantu mengurangi risiko kegagalan dari satu titik sekaligus meningkatkan peluang pemulihan data setelah serangan.

Joevita menuturkan, solusi yang tersedia untuk memitigasi risiko tersebut, salah satunya, ActiveProtect Appliance dari perusahaan Synology, dirancang dengan pendekatan tersebut.

Dengan menggabungkan manajemen backup dan penyimpanan dalam satu platform, organisasi dapat lebih mudah menerapkan praktik terbaik seperti strategi 3-2-1-1-0 sekaligus memantau seluruh sistem perlindungan data secara terpusat.

“Perusahaan yang memiliki strategi backup yang kuat akan jauh lebih siap menghadapi serangan, memulihkan sistem, dan mempertahankan kepercayaan pelanggan,” ucap Joevita.

Editor: Emanuel

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


National 2 jam yang lalu

Prabowo dan SBY Lepas Jenazah 3 Prajurit TNI yang Gugur di Lebanon

Presiden Prabowo dan mantan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono turut melepas tiga prajurit TNI yang gugur di Lebanon untuk dimakamkan.
InveStory 2 jam yang lalu

Inspiratif! Rayyan Shahab Diterima 15 Kampus Top Dunia Tanpa Kursus Bahasa Inggris

Siswa MAN IC Pekalongan, Ahmad Ali Rayyan Shahab mencatat prestasi luar biasa. Di usia 17 tahun dia diterima 15 kampus dunia.
Business 2 jam yang lalu

Private AI Bantu Dunia Bisnis Kurangi Risiko 

- Tekanan terhadap perusahaan Indonesia saat ini terasa dari dua arah sekaligus. Di satu sisi, semua orang bicara soal AI, mulai dari chatbot, analitik prediktif, sampai agen AI yang bisa mengotomatisasi proses bisnis.
Business 3 jam yang lalu

MPMX Raih Laba Bersih Rp 462 Miliar pada 2025

PT Mitra Pinasthika Mustika Tbk (MPMX), perusahaan konsumer  otomotif dan transportasi di Indonesia hari ini melaporkan hasil kinerja keuangan  untuk tahun buku 2025 yang telah diaudit. Perseroan tetap mempertahankan fundamental  bisnis yang solid di tengah dinamika kondisi pasar.  
Market 5 jam yang lalu

Pizza Hut (PZZA) Balikkan Rugi Jadi Laba

PT Sarimelati Kencana Tbk (PZZA) membalikkan kinerja keuangan pada 2025 dengan mencetak laba bersih tahun berjalan sebesar Rp 24,75 miliar.
National 6 jam yang lalu

Jenazah Prajurit TNI Gugur dalam Misi Perdamaian UNIFIL Tiba di Indonesia

Tiga jenazah prajurit TNI yang gugur jalankan tugas di Lebanon tiba di tanah air dan dijadwalkan akan diterima Presiden Prabowo Subianto.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia