Minggu, 21 Juni 2026

Kolaborasi Industri–Akademisi Dorong Penguatan Rantai Pasok Kelapa Nasional

Penulis : Happy Amanda Amalia
8 Apr 2026 | 21:35 WIB
BAGIKAN
PT Sasa Inti bersama Institut Pertanian Bogor (IPB) mendorong keberlanjutan industri kelapa nasional. (Ist.)
PT Sasa Inti bersama Institut Pertanian Bogor (IPB) mendorong keberlanjutan industri kelapa nasional. (Ist.)

BOGOR, investor.id — PT Sasa Inti bersama Institut Pertanian Bogor (IPB) membahas penguatan sistem rantai pasok dan model kemitraan dalam industri kelapa nasional. Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya mendorong keberlanjutan pasokan bahan baku sekaligus meningkatkan kesejahteraan petani.

Kelapa merupakan salah satu komoditas strategis bagi industri pangan nasional sekaligus sumber penghidupan masyarakat di sejumlah daerah. Di Provinsi Sulawesi Utara, khususnya Kabupaten Minahasa Selatan, luas perkebunan kelapa mencapai 47.164 hektare dengan produksi sekitar 42.209 ton per tahun. Komoditas ini menjadi penopang utama perekonomian lokal.

Namun, meningkatnya aktivitas industri pengolahan di wilayah sentra produksi turut memicu persaingan bahan baku. Kondisi tersebut berdampak pada fluktuasi harga di tingkat petani serta stabilitas pasokan bagi industri, sehingga diperlukan penguatan tata kelola rantai pasok yang lebih terintegrasi.

ADVERTISEMENT

Dalam Focus Group Discussion (FGD) bertajuk “Penguatan Kapasitas Sistem Rantai Pasok dan Model Kemitraan Penyediaan Bahan Baku Kelapa melalui Kerja Sama Pentahelix” para pemangku kepentingan, yang terdiri atas akademisi, pemerintah, pelaku industri, hingga kelompok petani merumuskan strategi rantai pasok yang adaptif, berkelanjutan, dan inklusif.

Chief Manufacturing Officer (CMO) PT Sasa Inti, Ir. H. Snowerdi Sumardi, menilai penguatan rantai pasok kelapa perlu dirancang secara komprehensif agar mampu menjawab dinamika pasar sekaligus memberikan nilai tambah yang lebih merata bagi petani.

“Kelapa bukan hanya bahan baku industri, tetapi juga sumber penghidupan masyarakat. Karena itu, penguatan rantai pasok harus dirancang secara komprehensif agar mampu menjawab tantangan pasar sekaligus memberi nilai tambah yang adil bagi petani,” ujarnya.

Sejalan dengan itu, perusahaan telah mengembangkan program pemberdayaan petani di Minahasa Selatan sejak 2024. Program tersebut mencakup penguatan kemitraan hulu–hilir, edukasi agronomi berbasis praktik modern, serta pendampingan untuk menjaga kesinambungan produksi.

Head of Stakeholder Relation PT Sasa Inti, Rida Atmiyanti, menyatakan bahwa keberlanjutan rantai pasok tidak terlepas dari kesejahteraan petani. Karena itu, kemitraan jangka panjang diarahkan untuk meningkatkan produktivitas, kualitas hasil panen, serta kepastian serapan produksi.

Dalam konteks hilirisasi, keberadaan fasilitas pengolahan kelapa di daerah sentra produksi dinilai mampu meningkatkan nilai tambah komoditas sekaligus membuka akses pasar yang lebih luas bagi produk olahan domestik.

Pendekatan Berbasis Riset

Sementara itu, akademisi IPB menekankan pentingnya pendekatan berbasis riset dalam penguatan rantai pasok. Guru Besar Fakultas Pertanian IPB, Hariyadi, menyebutkan bahwa kolaborasi multipihak diperlukan untuk menghasilkan kebijakan dan praktik yang lebih efektif di lapangan.

“Penguatan rantai pasok kelapa memerlukan pendekatan berbasis data, riset, dan kemitraan yang setara. Perguruan tinggi memiliki peran penting dalam menghadirkan kerangka ilmiah untuk mendukung kebijakan dan praktik di lapangan,” ucapnya.

Senada, Guru Besar Fakultas Ekonomi dan Manajemen IPB, A. Faroby Falatehan, menilai kerja sama antara akademisi dan industri dapat mempercepat hilirisasi berbasis riset serta meningkatkan daya saing komoditas kelapa.

“Kolaborasi IPB dan Sasa merupakan contoh kemitraan akademisi–industri yang dapat memperkuat daya saing komoditas kelapa sekaligus mendorong kesejahteraan petani secara berkelanjutan,” katanya.

FGD ini juga membahas peluang dukungan pembiayaan melalui Badan Pengelola Dana Perkebunan (BPDP), yang sejak 2024 memasukkan kelapa sebagai salah satu komoditas dalam cakupan pendanaannya. Akses pembiayaan tersebut diharapkan dapat memperkuat kapasitas produksi petani dan menjaga keberlanjutan rantai pasok dalam jangka panjang.

Melalui kolaborasi pentahelix yang melibatkan berbagai pemangku kepentingan, penguatan ekosistem kelapa nasional diharapkan dapat berjalan lebih terintegrasi, sekaligus memberikan dampak ekonomi yang lebih luas bagi daerah penghasil.

Editor: Happy Amanda Amalia

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkini


Market 2 menit yang lalu

BBCA Dijagokan Lagi, Dana Besar Masuk

Saham BBCA (BCA) kembali dijagokan untuk perdagangan selanjutnya. Target harga saham BBCA tinggi. Dana besar masuk!
Business 30 menit yang lalu

KEK Industropolis Batang Jadi Magnet Investasi Global, Pimpin Transisi Industri Hijau

KEK Industropolis Batang jadi magnet investasi global, yang berada di jalur tepat untuk memimpin transisi industri hijau di Asia Tenggara.
Market 1 jam yang lalu

BERITA POPULER: Saham Murah BMRI Diserok hingga Rencana MSCI 23 Juni

Berita populer 24 jam terakhir, mulai dari saham murah BMRI diserok hingga rencana MSCI pada 23 Juni soal status pasar modal Indonesia.
International 6 jam yang lalu

Skandal Korupsi Spanyol: Istri PM Pedro Sanchez Diadili dan Paspornya Disita

Istri PM Spanyol Begoña Gómez resmi diadili atas kasus korupsi. Paspor disita dan kubu oposisi mendesak pemerintah untuk mundur.
National 7 jam yang lalu

Ilmuwan Peringatkan Konsekuensi Besar El Nino bagi Cuaca Global

Fenomena El Niño resmi tiba! Ilmuwan peringatkan potensi kekeringan parah dari Indonesia hingga Amazon serta ancaman rekor suhu terpanas.
Lifestyle 7 jam yang lalu

Devin/Faathir Raih Final Perdana BWF Super 300 di Macau Open 2026, Hasil Nyata Pembinaan Berkelanjutan

Capaian ini menandai perkembangan signifikan pasangan muda yang selama ini disiapkan sebagai bagian dari regenerasi bulu tangkis Nasional.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia