Minggu, 21 Juni 2026

Ilmuwan Peringatkan Konsekuensi Besar El Nino bagi Cuaca Global

Penulis : Grace El Dora
20 Jun 2026 | 23:21 WIB
BAGIKAN
Konferensi pers Ketua Dewan Gubernur The Federal Reserve (The Fed) Kevin Warsh ditampilkan di layar di lantai Bursa Saham New York Wall Street, Rabu (17/6/2026). (Foto: AP/ Richard Drew)
Konferensi pers Ketua Dewan Gubernur The Federal Reserve (The Fed) Kevin Warsh ditampilkan di layar di lantai Bursa Saham New York Wall Street, Rabu (17/6/2026). (Foto: AP/ Richard Drew)

JAKARTA, investor.id – Setelah rekor suhu panas yang nyaris memecahkan catatan sejarah global, kondisi bumi diprediksi akan semakin menyengat. Badan Atmosfer dan Kelautan Nasional AS (NOAA) mengonfirmasi fenomena El Niño kini telah resmi tiba. Kehadirannya memicu alarm kewaspadaan di seluruh dunia karena berpotensi membawa dampak cuaca ekstrem yang masif.

"Jika kita menghadapi El Niño yang kuat di tengah tren pemanasan global jangka panjang, peluang kita untuk melihat rekor baru rata-rata suhu global tertinggi akan meningkat sangat drastis," ujar Nat Johnson selaku ahli meteorologi dari NOAA sekaligus anggota tim prakiraan El Niño seperti dikutip NPR, Sabtu (20/6/2026).

Otoritas dari Eropa, India, hingga Australia kini mulai mengeluarkan peringatan dini terkait dampak buruk yang mengintai, termasuk ancaman gelombang panas (heat waves) dan kondisi kering yang tidak normal. Meski berakar di kawasan Pasifik tropis, Johnson menjelaskan arus angin global (jet streams) akan membawa pengaruh buruk El Niño ini ke wilayah yang sangat luas.

"Hampir setiap benua akan merasakan dampak dari fenomena El Niño atau La Niña. Salah satu dampak nyatanya adalah sektor ekonomi, akibat terganggunya ekosistem laut dan industri perikanan," tambahnya, dikutip NPR.

ADVERTISEMENT

Dampak Kuat Ancam Wilayah Tropis, Termasuk Indonesia

Efek pemanasan global ini dipastikan akan menghantam wilayah tropis terlebih dahulu sebelum menyebar ke belahan bumi lain. El Niño diproyeksikan membawa kekeringan parah di sepanjang zona tropis, mulai dari Indonesia hingga ke wilayah utara Amazon.

Lebih mengkhawatirkan lagi, El Niño yang terbentuk kali ini diperkirakan masuk dalam kategori kuat.

"Ada peluang sebesar 63% bahwa El Niño yang sangat kuat akan terjadi pada periode November hingga Januari nanti. Ini berpotensi menjadi salah satu peristiwa El Niño terbesar dalam catatan sejarah meteorologi sejak tahun 1950," tulis NOAA dalam laporan resminya.

Daniel Swain, ilmuwan iklim dari Universitas California, juga memperingatkan fenomena ini akan menjadi peristiwa yang sangat signifikan di sepanjang 2026 dan dampaknya masih akan membekas hingga memasuki 2027.

Memprediksi dampak spesifik El Niño yang kuat di daratan Amerika Serikat (AS) dinilai jauh lebih kompleks karena melibatkan interaksi berbagai sistem cuaca lokal. Secara umum, pelepasan panas laut ke atmosfer akan memengaruhi sirkulasi udara dan curah hujan hingga ribuan mil jauhnya.

Selama fase El Niño tipikal, dampak terkuat biasanya terjadi pada garis lintang tengah dan tinggi saat memasuki akhir musim gugur dan musim dingin. Wilayah selatan daratan AS diperkirakan akan mengalami cuaca yang lebih basah (tinggi curah hujan), sementara wilayah paling utara akan merasakan suhu yang lebih hangat, dan wilayah Barat Laut Pasifik cenderung menjadi lebih kering.

Uniknya, di sisi timur AS, El Niño biasanya menghambat pembentukan badai (hurricane) di Samudra Atlantik. Namun, para ilmuwan mengingatkan agar warga tidak lengah. Perubahan iklim telah menyebabkan suhu permukaan laut Atlantik melonjak, yang tetap bisa menjadi bahan bakar mematikan bagi badai apa pun yang berhasil terbentuk. Selain itu, El Niño sama sekali tidak melemahkan badai yang terbentuk di Samudra Pasifik.

El Niño merupakan sebuah fase dalam siklus alamiah yang disebut El Niño-Southern Oscillation (ENSO). Fenomena ini terjadi ketika angin pasat yang biasanya bertiup kuat dari timur ke barat melintasi Samudra Pasifik mulai melemah. Melemahnya angin ini membuat massa air laut yang hangat di permukaan bergerak berbalik arah dari Pasifik Barat menuju ke Pasifik Timur mendekati wilayah Amerika Selatan.

Fungsi utama dinamika ini dalam sistem bumi adalah melepaskan energi panas dari laut dalam yang sebelumnya tersimpan sementara waktu di sana. Ketika panas tersebut terangkat ke permukaan bumi, suhu rata-rata global otomatis melonjak naik. Siklus ini sempat menciptakan catatan kelam pada periode 2023–2024, di mana pola El Niño yang panjang dan kuat berhasil memecahkan rekor tahun terpanas dalam sejarah bumi secara berturut-turut.

Meskipun El Niño adalah siklus variabilitas iklim yang terjadi secara alami, efek buruknya kini berlipat ganda akibat pemanasan global yang dipicu oleh aktivitas manusia, terutama pembakaran bahan bakar fosil. Bahkan tanpa adanya El Niño sekalipun, tren suhu bumi dalam beberapa tahun terakhir sudah menempati daftar tiga besar tahun terpanas yang pernah tercatat sepanjang sejarah peradaban modern.

Editor: Grace El Dora

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


International 52 menit yang lalu

Skandal Korupsi Spanyol: Istri PM Pedro Sanchez Diadili dan Paspornya Disita

Istri PM Spanyol Begoña Gómez resmi diadili atas kasus korupsi. Paspor disita dan kubu oposisi mendesak pemerintah untuk mundur.
National 1 jam yang lalu

Ilmuwan Peringatkan Konsekuensi Besar El Nino bagi Cuaca Global

Fenomena El Niño resmi tiba! Ilmuwan peringatkan potensi kekeringan parah dari Indonesia hingga Amazon serta ancaman rekor suhu terpanas.
Lifestyle 1 jam yang lalu

Devin/Faathir Raih Final Perdana BWF Super 300 di Macau Open 2026, Hasil Nyata Pembinaan Berkelanjutan

Capaian ini menandai perkembangan signifikan pasangan muda yang selama ini disiapkan sebagai bagian dari regenerasi bulu tangkis Nasional.
International 2 jam yang lalu

Proyek Ambisius AI Kuras Kas, Investor Pantau Pasar Obligasi

Pembangunan pusat data AI kuras kas perusahaan teknologi. Investor kini wajib pantau suku bunga The Fed dan pasar obligasi global.
Business 2 jam yang lalu

Red Hat Dukung Pengembangan Agentic AI

Red Hat, penyedia solusi open source , baru-baru ini mengumumkan langkah inovatif yang signifikan pada portofolio  Red Hat AI untuk membantu menjembatani kesenjangan antara eksperimen AI dan kendali operasional di tingkat produksi.
International 2 jam yang lalu

Serangan Israel Tewaskan 16 di Lebanon, Dialog AS-Iran di Ujung Tanduk

Gencatan senjata rapuh, serangan Israel tewaskan 16 orang di Lebanon. Masa depan dialog damai nuklir AS-Iran kini kian terancam.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia