Minggu, 21 Juni 2026

Proyek Ambisius AI Kuras Kas, Investor Pantau Pasar Obligasi

Penulis : Grace El Dora
20 Jun 2026 | 22:59 WIB
BAGIKAN
Konferensi pers Ketua Dewan Gubernur The Federal Reserve (The Fed) Kevin Warsh ditampilkan di layar di lantai Bursa Saham New York Wall Street, Rabu (17/6/2026). (Foto: AP/ Richard Drew)
Konferensi pers Ketua Dewan Gubernur The Federal Reserve (The Fed) Kevin Warsh ditampilkan di layar di lantai Bursa Saham New York Wall Street, Rabu (17/6/2026). (Foto: AP/ Richard Drew)

NEW YORK, investor.id – Perkembangan pesat teknologi kecerdasan buatan (artificial intelligence/ AI) memberikan alasan baru bagi para investor sektor teknologi untuk mulai memperhatikan kebijakan Bank Sentral Amerika Serikat (AS) atau The Federal Reserve (The Fed).

Selama bertahun-tahun, perusahaan teknologi raksasa (megacap) dengan neraca keuangan yang kuat selalu acuh terhadap kenaikan suku bunga. Kebijakan moneter ketat biasanya hanya memukul perusahaan rintisan kecil yang belum menghasilkan profit. Namun, peta permainan kini berubah.

Perusahaan yang dulunya menjadi "mesin pencetak uang" kini mulai menguras cadangan kas mereka dan beralih ke pasar utang demi mendanai pembangunan pusat data (data center) yang masif. Hal ini membuat mereka jauh lebih rentan terhadap lonjakan biaya pinjaman.

"Investor teknologi tidak terbiasa memantau suku bunga. Namun tiba-tiba saja, mereka kini harus mendengarkan pidato Ketua The Fed, memperhatikan statistik inflasi, dan melihat bagaimana pasar Obligasi Pemerintah AS (US Treasury) meresponsnya," ujar Chief Investment Officer di One Point BFG Wealth Partners Peter Boockvar seperti dikutip CNBC internasional, Sabtu (20/6/2026).

ADVERTISEMENT

Tekanan ini semakin nyata setelah Kevin Warsh, dalam konferensi pers pertamanya sebagai Ketua The Fed yang baru, mengindikasikan kemungkinan kenaikan suku bunga. Sinyal tersebut langsung memicu aksi jual di pasar saham dan mendorong imbal hasil (yield) obligasi tenor 10 tahun AS melonjak mendekati level 4,45%.

Perlombaan Infrastruktur AI Rp 13.000 Triliun

Dampak dari kenaikan suku bunga kini mulai merembet ke perusahaan kakap. Para raksasa teknologi (hyperscalers) seperti Amazon, Alphabet, Microsoft, dan Meta tengah terlibat dalam perlombaan kecepatan tinggi untuk membangun infrastruktur AI.

Keempat perusahaan tersebut diproyeksikan menggelontorkan dana gabungan hingga US$ 750 miliar (sekitar Rp 13.370 triliun) tahun ini, melonjak lebih dari 80% dibandingkan tahun lalu.

Sebagian besar dari ekspansi masif ini didanai melalui instrumen utang. Perusahaan raksasa seperti Nvidia, Oracle, Amazon, Alphabet, dan Meta berbondong-bondong masuk ke pasar obligasi dengan nilai mencapai puluhan miliar dolar.

Tren ini juga diadopsi oleh para pemain AI lainnya:

- OpenAI: CFO Sarah Friar mengisyaratkan kemampuan untuk memanfaatkan pasar utang menjadi salah satu motivasi kuat perusahaan untuk segera melantai di bursa saham (go public).

- SpaceX: Setelah sukses melakukan debut di bursa Nasdaq minggu lalu, para bankir SpaceX dilaporkan tengah bersiap menemui investor untuk penawaran obligasi jumbo senilai minimal US$ 20 miliar (sekitar Rp 356,5 triliun).

"Para pemimpin sektor teknologi kini merangkul utang. Ini adalah formula yang sempurna bagi para pelaku industri AI yang merasa percaya diri dengan apa yang ingin mereka pinjam dan belanjakan," ungkap CEO KKM Financial Jeff Kilburg.

Editor: Grace El Dora

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


International 33 menit yang lalu

Skandal Korupsi Spanyol: Istri PM Pedro Sanchez Diadili dan Paspornya Disita

Istri PM Spanyol Begoña Gómez resmi diadili atas kasus korupsi. Paspor disita dan kubu oposisi mendesak pemerintah untuk mundur.
National 55 menit yang lalu

Ilmuwan Peringatkan Konsekuensi Besar El Nino bagi Cuaca Global

Fenomena El Niño resmi tiba! Ilmuwan peringatkan potensi kekeringan parah dari Indonesia hingga Amazon serta ancaman rekor suhu terpanas.
Lifestyle 1 jam yang lalu

Devin/Faathir Raih Final Perdana BWF Super 300 di Macau Open 2026, Hasil Nyata Pembinaan Berkelanjutan

Capaian ini menandai perkembangan signifikan pasangan muda yang selama ini disiapkan sebagai bagian dari regenerasi bulu tangkis Nasional.
International 1 jam yang lalu

Proyek Ambisius AI Kuras Kas, Investor Pantau Pasar Obligasi

Pembangunan pusat data AI kuras kas perusahaan teknologi. Investor kini wajib pantau suku bunga The Fed dan pasar obligasi global.
Business 1 jam yang lalu

Red Hat Dukung Pengembangan Agentic AI

Red Hat, penyedia solusi open source , baru-baru ini mengumumkan langkah inovatif yang signifikan pada portofolio  Red Hat AI untuk membantu menjembatani kesenjangan antara eksperimen AI dan kendali operasional di tingkat produksi.
International 2 jam yang lalu

Serangan Israel Tewaskan 16 di Lebanon, Dialog AS-Iran di Ujung Tanduk

Gencatan senjata rapuh, serangan Israel tewaskan 16 orang di Lebanon. Masa depan dialog damai nuklir AS-Iran kini kian terancam.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia