Sabtu, 20 Juni 2026

Situasinya Mulai Berubah di Saham BBCA

Penulis : Thresa Sandra Desfika
19 Jun 2026 | 08:02 WIB
BAGIKAN
Kantor PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) atau BCA. (Foto: BBCA)
Kantor PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) atau BCA. (Foto: BBCA)

JAKARTA, investor.id – Setelah investor asing selalu membukukan net buy selama empat hari bursa berturut-turut, saham PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) atau BCA akhirnya kena net sell asing pada Kamis (18/6/2026) kemarin Rp 51,94 miliar.

Padahal di 11 Juni asing net buy di saham BBCA Rp 387,96 miliar, 12 Juni net buy Rp 192,85 miliar, 15 Juni net buy Rp 203,68 miliar, dan 17 Juni net buy Rp 375,29 miliar.

Net sell asing di saham Bank Central Asia membuat harganya tertekan hingga minus 3,19% ke Rp 6.075. Sebanyak 232,49 juta saham BCA diperdagangkan, frekuensi 55.284 kali, dan nilai transaksi Rp 1,43 triliun.

ADVERTISEMENT

Itu merah pertama saham BBCA sejak 9 Juni.

Ke mana arah saham emiten bank swasta terbesar di Indonesia ini selanjutnya?

CGS International Sekuritas mematok support pertama saham BCA untuk perdagangan Jumat (19/6/2026) pada level 6.008 dan support kedua 5.942.

Ada peluang saham BCA berbalik hijau jika mengenai pivot 6.142 dengan resistance pertama di 6.208 serta resistance kedua 6.342.

Editor: Theresa Sandra Desfika

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


Lifestyle 14 menit yang lalu

Hotto Gaet Indro Warkop

Brand minuman multigrain Hotto resmi meluncurkan kampanye "Karena Kamu Harus Sehat".
Business 31 menit yang lalu

Gandeng Indomaret, FolaPlay (IRSX) Perluas Akses Hiburan Digital

Folaplay menjalin kerja sama distribusi dengan Indomaret yang dikelola oleh PT Indomarco Prismatama.
Lifestyle 51 menit yang lalu

Epidemiolog Prediksi Kasus Demam Dengue Meningkat pada 2027

Epidemiolog memprediksi kasus demam berdarah akan meningkat pada 2027. Kondisi ini dipicu oleh cuaca ekstrem dan El Nino.
Market 1 jam yang lalu

DOSS Bagi Dividen 14,8% dari Laba

PT Global Sukses Digital Tbk (DOSS) akan membagikan dividen interim sebesar Rp 5,17 miliar untuk tahun buku 2025.
Finance 1 jam yang lalu

Optimalisasi Pengelolaan Dana, Fintech Ini Bangun Kolaborasi Strategis Global

SplitPay berperan pada sektor Financial Infrastructure dan Fund Development yang mendukung pengembangan teknologi keuangan.
Business 1 jam yang lalu

Chandra Asri Group Klarifikasi Kepemilikan Saham PRDA Hanya Bagian dari Pengelolaan Portofolio Investasi

Chandra Asri Group menegaskan pembelian saham PRDA pada April 2026 merupakan bagian dari pengelolaan portofolio investasi jangka pendek.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia