Minggu, 21 Juni 2026

Transisi Menuju Agentic AI Perlu Fondasi Kuat

Penulis : Thresa Sandra Desfika
3 Jun 2026 | 09:04 WIB
BAGIKAN
Ist
Ist

JAKARTA, investor.id – Gelaran Google I/O tahun ini kembali menegaskan bahwa lanskap teknologi global sedang mengalami pergeseran eksponensial. Jika tahun-tahun sebelumnya dunia bisnis berfokus pada adopsi Generative AI untuk pembuatan konten dan efisiensi dasar, kini panggung utama telah bergeser ke era baru yang jauh lebih disruptif yaitu Agentic AI.

Selama ini, pelaku bisnis mungkin sudah terbiasa dengan AI generatif yang berfungsi seperti asisten yang hebat dalam merangkum dokumen, menulis draft, atau menjawab pertanyaan berdasarkan perintah eksplisit (prompting). Namun, AI jenis tersebut masih sangat bergantung pada arahan manusia di setiap langkahnya.

Agentic AI meruntuhkan batasan tersebut. Teknologi ini membawa pengaruh besar karena mengubah peran AI dari sekadar penyedia informasi menjadi eksekutor keputusan. Dengan kemampuan penalaran mandiri (autonomous reasoning), AI Agents dapat memecahkan masalah kompleks, merencanakan langkah kerja sendiri, beradaptasi terhadap perubahan situasi, hingga mengeksekusi alur kerja (workflow) yang rumit tanpa perlu didikte satu per satu. Pergeseran paradigma dari "asisten" menjadi "eksekutif" ini diprediksi akan mendefinisikan ulang efisiensi operasional di berbagai sektor industri, mulai dari manajemen logistik yang otonom, layanan pelanggan tingkat lanjut (hyper-personalized CX), hingga analisis data spasial yang proaktif.

ADVERTISEMENT

Menanggapi fenomena besar ini, Farry Argoebie, Chief Technology Officer (CTO) Terralogiq, memberikan pandangan strategisnya mengenai kesiapan industri lokal dalam mengadopsi tren mutakhir tersebut. Menurutnya, transisi menuju Agentic AI memerlukan fondasi yang kuat dan tidak sekadar ikut-ikutan tren.

"Kita sedang melihat pergeseran paradigma yang masif. Jika dulu kita harus mendikte AI selangkah demi selangkah, hari ini Agentic AI mampu menerima satu tujuan besar dari kita, lalu sistem tersebut yang akan berpikir dan mengeksekusi cara mencapainya. Pengaruhnya terhadap efisiensi bisnis akan luar biasa besar," jelas Farry.

"Bagi industri di Indonesia, ini adalah kesempatan emas untuk memangkas hambatan operasional (operational friction). Bayangkan sistem operasional yang bisa memantau, mendiagnosis masalah, dan melakukan perbaikan sendiri secara real-time 24/7. Namun, tantangan terbesarnya bukanlah ketersediaan teknologinya, melainkan bagaimana mengintegrasikan agen-agen pintar ini ke dalam infrastruktur yang sudah ada secara aman, efisien, dan tepat sasaran," lanjutnya.

Lebih lanjut, Farry menekankan bahwa integrasi yang kompleks sering kali menjadi batu sandungan bagi perusahaan untuk memulai. Di sinilah peran penting mitra teknologi lokal yang memahami karakteristik pasar Indonesia menjadi krusial untuk menjembatani kesenjangan teknologi tersebut.

Sebagai Google Premier Partner, Terralogiq telah mempersiapkan infrastruktur dan kapabilitas timnya untuk mendampingi pelaku bisnis dalam menavigasi tantangan era baru ini. Melalui pemanfaatan ekosistem Google Cloud dan Google Maps Platform yang kini semakin cerdas dan terintegrasi dengan kemampuan AI canggih, Terralogiq siap membantu perusahaan merancang strategi implementasi AI yang terukur, mulai dari optimalisasi latensi data hingga efisiensi biaya operasional.

"Kami di Terralogiq percaya bahwa setiap tantangan teknologi selalu membawa peluang besar untuk memenangkan pasar. Fokus kami adalah memastikan bisnis di Indonesia tidak hanya menjadi penonton di era Agentic AI ini, tetapi mampu mengadopsinya dengan strategi yang tepat untuk mendorong pertumbuhan bisnis yang berkelanjutan," tutup Farry.

Dengan kesiapan ekosistem teknologi dan keahlian lokal yang mendalam, langkah menuju otomatisasi masa depan kini menjadi lebih terarah bagi industri tanah air.

Editor: Theresa Sandra Desfika

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


Market 4 menit yang lalu

BBCA Dijagokan Lagi, Dana Besar Masuk

Saham BBCA (BCA) kembali dijagokan untuk perdagangan selanjutnya. Target harga saham BBCA tinggi. Dana besar masuk!
Business 32 menit yang lalu

KEK Industropolis Batang Jadi Magnet Investasi Global, Pimpin Transisi Industri Hijau

KEK Industropolis Batang jadi magnet investasi global, yang berada di jalur tepat untuk memimpin transisi industri hijau di Asia Tenggara.
Market 1 jam yang lalu

BERITA POPULER: Saham Murah BMRI Diserok hingga Rencana MSCI 23 Juni

Berita populer 24 jam terakhir, mulai dari saham murah BMRI diserok hingga rencana MSCI pada 23 Juni soal status pasar modal Indonesia.
International 6 jam yang lalu

Skandal Korupsi Spanyol: Istri PM Pedro Sanchez Diadili dan Paspornya Disita

Istri PM Spanyol Begoña Gómez resmi diadili atas kasus korupsi. Paspor disita dan kubu oposisi mendesak pemerintah untuk mundur.
National 7 jam yang lalu

Ilmuwan Peringatkan Konsekuensi Besar El Nino bagi Cuaca Global

Fenomena El Niño resmi tiba! Ilmuwan peringatkan potensi kekeringan parah dari Indonesia hingga Amazon serta ancaman rekor suhu terpanas.
Lifestyle 7 jam yang lalu

Devin/Faathir Raih Final Perdana BWF Super 300 di Macau Open 2026, Hasil Nyata Pembinaan Berkelanjutan

Capaian ini menandai perkembangan signifikan pasangan muda yang selama ini disiapkan sebagai bagian dari regenerasi bulu tangkis Nasional.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia