Nilai Tukar Rupiah Hari Ini Terpuruk, Terseret Lonjakan Harga Minyak
JAKARTA, investor.id - Nilai tukar (kurs) rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) terpuruk pada Senin (9/3/2026) siang dan mendekati level Rp17.000 per dolar AS. Pelemahan dipicu sentimen risk-off global seiring lonjakan harga minyak di atas US$ 100 per barel akibat meningkatnya ketegangan geopolitik di Timur Tengah.
Berdasarkan data Bloomberg pada pukul 11.05 WIB di pasar spot exchange, Rupiah hari ini terpuruk 64 poin (0,38%) ke level Rp 16.989 per dolar AS. Sementara itu, indeks dolar terlihat naik 0,64% ke level 99,62.
Baca Juga:
Penyebab Rupiah Ambrol ke Rp 17.000Sedangkan pada perdagangan Jumat (6/3/2026), nilai tukar rupiah terhadap dolar AS ditutup melemah 20 poin di level Rp 16.925.
Analis mata uang dari Doo Financial Futures Lukman Leong menilai tekanan terhadap rupiah dipicu kekhawatiran pasar terhadap dampak kenaikan tajam harga minyak mentah yang berpotensi menekan perekonomian global dan meningkatkan inflasi.
“Rupiah diperkirakan melemah terhadap dolar AS oleh sentimen risk off yang memburuk dipicu kenaikan harga minyak mentah yang melewati 100 dolar AS per barel yang dikhawatirkan akan berdampak besar pada perekonomian global dan inflasi,” ujar Lukman dikutip dari Antara, Senin (9/3/2026).
Lukman memperkirakan, pergerakan rupiah hari ini berada pada kisaran Rp 16.900 hingga Rp 17.050 per dolar AS.
Adapun kenaikan harga minyak terjadi di tengah meningkatnya ketegangan geopolitik di kawasan Timur Tengah. Konflik antara Amerika Serikat dan Israel dengan Iran dilaporkan meluas ke berbagai wilayah sehingga memicu kekhawatiran terhadap gangguan pasokan energi global.
Ketidakpastian Meningkat
Editor: Indah Handayani
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
FollowBaca Berita Lainnya di Google News
Read Now






