Penyebab Rupiah Ambrol ke Rp 17.000
JAKARTA, investor.id - Nilai tukar rupiah (IDR) kembali melemah di awal pekan dan telah menyentuh level Rp 17.000 terhadap dolar AS (USD).
Berdasarkan data Bloomberg pada pukul 09.02 WIB di pasar spot exchange, nilai tukar rupiah hari ini jeblok 85 poin (0,5%) ke level Rp 17.010 per dolar AS. Sementara itu, indeks dolar terlihat naik 0,7% ke level 99,67.
Sedangkan pada perdagangan Jumat (6/3/2026), nilai tukar rupiah terhadap dolar AS ditutup melemah 20 poin di level Rp 16.925.
Direktur PT Traze Andalan Futures Ibrahim Assuaibi mengungkapkan bahwa pelemahan rupiah yang terus berlanjut didorong oleh beberapa faktor eksternal, salah satunya seputar perang antara Amerika Serikat-Israel dan Iran yang telah berlangsung selama seminggu.
Rupiah pekan ini juga semakin melemah setelah AS dan Iran mengeluarkan sinyal kemungkinan terjadinya serangan darat atara militer kedua negara.
Sebelumnya, ketegangan juga meningkat menyusul berita pemilihan pemimpin baru Iran pengganti Ayatollah Ali Khamenei, yakni Muqtaba Khomeini.
"Ketegangan di Timur Tengah yang melonjak tinggi juga menyebabkan penutupan Selat Hormuz yang menjadi jalur distribusi minyak dari kilang-kilang Uni Emirat Arab, Irak, dan Arab Saudi. Terjadinya pengurangi produksi mendorong lonjakan tinggi harga minyak mentah dunia yang kemungkinan besar akan mencapai level US$ 200 per barel apabila dalam jangka waktu satu bulan belum ada penyelesaian tentang krisis," ungkap Ibrahim dalam keterangannya di Jakarta, Senin (9/3/2026).
Ibrahim menyoroti, kenaikan harga minyak ini menimbulkan kekhawatiran terjadinya krisis ekonomi, berkaca dari krisis tahun 2008 saat konflik antara AS dengan Irak memicu gangguan pada distribusi minyak.
Kenaikan inflasi yang dipicu oleh lonjakan harga minyak dikhawatirkan ikut berdampak terhadap pergerakan rupiah. Harga minyak sendiri telah melampaui level US$ 100 per barel.
Baca Juga:
Meredam Tekanan Nilai Tukar Rupiah"Artinya apa? memperluas kemungkinan pemerintah mengalami deficit anggaran 3,6%," Ibrahim menyebutkan.
Editor: Natasha Khairunisa
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
FollowBaca Berita Lainnya di Google News
Read Now






