Sabtu, 4 April 2026

Penyebab Rupiah Ambrol ke Rp 17.000

Penulis : Natasha Khairunisa
9 Mar 2026 | 10:31 WIB
BAGIKAN
Ilustrasi nilai tukar (kurs) Rupiah terhadap dolar AS
Sumber; Ist
Ilustrasi nilai tukar (kurs) Rupiah terhadap dolar AS Sumber; Ist

JAKARTA, investor.id - Nilai tukar rupiah (IDR) kembali melemah di awal pekan dan telah menyentuh level Rp 17.000 terhadap dolar AS (USD).

Berdasarkan data Bloomberg pada pukul 09.02 WIB di pasar spot exchange, nilai tukar rupiah hari ini jeblok 85 poin (0,5%) ke level Rp 17.010 per dolar AS. Sementara itu, indeks dolar terlihat naik 0,7% ke level 99,67.

Sedangkan pada perdagangan Jumat (6/3/2026), nilai tukar rupiah terhadap dolar AS ditutup melemah 20 poin di level Rp 16.925.

Advertisement

Direktur PT Traze Andalan Futures Ibrahim Assuaibi mengungkapkan bahwa pelemahan rupiah yang terus berlanjut didorong oleh beberapa faktor eksternal, salah satunya seputar perang antara Amerika Serikat-Israel dan Iran yang telah berlangsung selama seminggu.

Rupiah pekan ini juga semakin melemah setelah AS dan Iran mengeluarkan sinyal kemungkinan terjadinya serangan darat atara militer kedua negara. 

Sebelumnya, ketegangan juga meningkat menyusul berita pemilihan pemimpin baru Iran pengganti Ayatollah Ali Khamenei, yakni Muqtaba Khomeini. 

"Ketegangan di Timur Tengah yang melonjak tinggi juga menyebabkan penutupan Selat Hormuz yang menjadi jalur distribusi minyak dari kilang-kilang Uni Emirat Arab, Irak, dan Arab Saudi. Terjadinya pengurangi produksi mendorong lonjakan tinggi harga minyak mentah dunia yang kemungkinan besar akan mencapai level US$ 200 per barel apabila dalam jangka waktu satu bulan belum ada penyelesaian tentang krisis," ungkap Ibrahim dalam keterangannya di Jakarta, Senin (9/3/2026).

Ibrahim menyoroti, kenaikan harga minyak ini menimbulkan kekhawatiran terjadinya krisis ekonomi, berkaca dari krisis tahun 2008 saat konflik antara AS dengan Irak memicu gangguan pada distribusi minyak.

Kenaikan inflasi yang dipicu oleh lonjakan harga minyak dikhawatirkan ikut berdampak terhadap pergerakan rupiah. Harga minyak sendiri telah melampaui level US$ 100 per barel.

"Artinya apa? memperluas kemungkinan pemerintah mengalami deficit anggaran 3,6%," Ibrahim menyebutkan.

Editor: Natasha Khairunisa

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


Market 2 jam yang lalu

Pizza Hut (PZZA) Balikkan Rugi Jadi Laba

PT Sarimelati Kencana Tbk (PZZA) membalikkan kinerja keuangan pada 2025 dengan mencetak laba bersih tahun berjalan sebesar Rp 24,75 miliar.
National 3 jam yang lalu

Jenazah Prajurit TNI Gugur dalam Misi Perdamaian UNIFIL Tiba di Indonesia

Tiga jenazah prajurit TNI yang gugur jalankan tugas di Lebanon tiba di tanah air dan dijadwalkan akan diterima Presiden Prabowo Subianto.
National 3 jam yang lalu

Gelar Munas, Hipmi Perkuat Peran Pengusaha Muda Hadapi Tekanan Global

Hipmi gelar Munas 2026 untuk memperkuat kontribusi pengusaha muda dalam perekonomian nasional di tengah tantangan ekonomi global.
International 4 jam yang lalu

Israel Gempur Beirut: Markas Hizbullah dan Jembatan Sungai Litani Hancur

Israel gempur Beirut dan hancurkan jembatan strategis di Sungai Litani. 1.300 orang tewas dalam sebulan, pasukan UNIFIL kembali jadi korban.
International 4 jam yang lalu

Gedung Big Tech AS Oracle Rusak Akibat Rudal Iran

Gedung Big Tech AS Oracle Dubai rusak akibat serpihan rudal Iran. 4 warga Bahrain terluka saat serangan udara kian meluas di kawasan Teluk.
International 4 jam yang lalu

Astronot Artemis II Bingkai Keindahan Bumi yang Menakjubkan

Astronot Artemis II bagikan foto Bumi yang menakjubkan dari angkasa. Perjalanan manusia pertama menuju Bulan setelah lebih dari 50 tahun.

Tag Terpopuler


Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia