Sabtu, 4 April 2026

Menuju IPO, DANA Fokus Matangkan Produk

Penulis : Nasori Ahmad
18 Feb 2026 | 11:15 WIB
BAGIKAN
Aplikasi dompet digital DANA. (Foto ilustrasi: Perseroan)
Aplikasi dompet digital DANA. (Foto ilustrasi: Perseroan)

JAKARTA, investor.id - PT Espay Debit Indonesia Koe atau Dana Indonesia, perusahaan financial technology (fintech) penyelenggara dompet digital DANA, terus menyiapkan diri untuk melakukan penawaran umum perdana (initial public offering/IPO) saham di Bursa Efek Indonesia (BEI). Terkait itu, DANA belajar dari pengalaman  perusahaan-perusahaan platform digital lain yang sudah terlebih dulu melantai di bursa seperti PT Bukalapak.com Tbk (BUKA) dan PT Goo Gojek Tokopedia Tbk (GOTO), sehingga tidak mengulang kesalahan serupa.

Chief Executive Officer (CEO) dan Co-founder DANA Indonesia, Vince Iswara menyatakan, DANA akan melakukan IPO bila produk-produk yang dimiliki telah mencapai kematangan (mature) yang dinilai cukup. “Terus terang, kami siap-siap. Tapi, belum ada waktu yang kami targetin. Karena gini... Kalau mau IPO, maturity dari produk-produk kami itu harus sudah siap,” ujar Vince saat melakukan gathering dengan peminpin redaksi sejumlah media Ibu Kota di Jakarta, pekan lalu.

Menurut dia, IPO yang dilakukan saat produk-produk yang dimiliki perusahaan belum matang dan siap akan sangat berisiko terhadap fluktuasi harga saham di pasar modal. Pasalnya, dalam kondisi seperti itu, investasi yang dibutuhkan untuk membangun produk masih tinggi, sehingga bisa menggerus keuntungan. “Kenapa? (Kalau) produk customer-nya masih belum gede, kita harus spend money. Terus, profitnya turun. Itu stock market (bisa) hancur. Jadi, kami belum ready untuk itu,” tandas Vince.

Advertisement

Terkait pengalaman IPO perusahaan platform digital tersebut, ia mengaku banyak belajar dari Achmad Zaky, pendiri dan mantan CEO situs e-commerce Bukalapak, serta Andre Soelistyo, co-founder GOTO. “Saya belajar dari temen-temen ya. Saya belajar dari Zaky, saya belajar dari Andre, dan saya belajar dari yang lain-lainnya yang sudah IPO semua,” ungkap Vince yang telah memiliki minat (passion) di bidang teknologi sejak di bangku sekolah dasar (SD).

Bukalapak melakukan IPO pada 6 Agustus 2021 dengan perolehan dana sangat besar hingga Rp21,9 triliun. Sedangkan IPO GOTO digelar pada 11 April 2022 dengan total perolehan dana mencapai Rp13,73 triliun. Bahkan, tak hanya tercatat sebagai salah satu perusahaan teknologi (unicorn) pertama yang melantai di BEI, Bukalapak hingga saat ini masih menjadi pemegang rekor emiten dengan nilai emisi IPO terbesar dalam sejarah pasar modal di Tanah Air.

Namun, selepas IPO, kinerja harga saham kedua emiten tersebut justru terus berada dalam tren merosot. Harga saham BUKA yang ditawarkan di harga Rp850 per saham saat IPO, pada akhir perdagangan pekan lalu ditutup di harga Rp149 per saham. Sedangkan harga saham GOTO yang dilepas di harga Rp338 per saham saat IPO, pada akhir perdagangan pekan lalu ditutup di harga Rp59 per saham.

Saat kembali ditanyakan ancar-ancar waktu IPO DANA hendak dilakukan, lagi-lagi Vince tak bersedia memberikan waktu pasti. Namun, ia berharap, itu bisa dilakukan tidak dalam waktu yang terlalu lama. “Not long. Tapi, I will tell you when we're ready,” ucap dia.

Koreksi IHSG

Yang pasti, Vince justru mengaku gembira dengan koreksi besar-besaran terhadap Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di BEI belakangan ini, menyusul peringatan dari komunitas keuangan global seperti MSCI, Moody’s Ratings, dan S&P Global Ratings. “Terus terang, saya lumayan happy dengan koreksi yang terjadi dengan saham ini, karena healthy. Kalau mereka (komunitas keuangan global) melihat Indonesia serius, mau increase investasinya, lebih sehat, lebih baik lagi, rating kita bisa diperbaiki juga,” papar dia.

Merespons peringatan lembaga-lembaga tersebut, terutama MSCI, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Rabu (28/1/2026) ambrol hingga 7,3% ke level 8.320. Bahkan, indeks sempat merosot hingga 8,8% ke level 8.187, sehingga BEI membekukan sementara perdagangan (trading halt) selama 30 menit. Bahkan, kondisi serupa terulang di hari berikutnya di mana IHSG jatuh 8% ke level 7.654 dan peluit trading halt kembali ditiup.

Pada kesempatan yang sama, Vince mengungkapkan bahwa rata-rata volume transaksi yang dilakukan konsumen melalui aplikasi DANA mencapai 39 juta per hari. Angka itu melonjak menjadi lebih dari empat kali dibanding awal 2022 yang baru sekitar 9 juta transaksi per hari.

“Volume transaksi DANA saat ini mencapai 39 juta transaksi per hari yang kebanyakan adalah nasabah tier 2 (menengah) dan tier 3 (menengah-bawah) yang memang menjadi fokus kami. Jadi, fokus layanan bisnis DANA adalah kelompok masyarakat underserved dan unserved,” papar dia.

Sedangkan layanan dan fitur utama yang disediakan DANA di antaranya meliputi pembayaran QRIS, transfer dana, top-up saldo, pembayaran tagihan, fitur keamanan (DANA Protection), dan investasi seperti jual-beli emas digital.

Editor: Muawwan Daelami

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


International 7 menit yang lalu

Serangan Udara Rusia Tewaskan 14 Warga Sipil Ukraina

Rusia luncurkan 500 drone ke Ukraina menjelang Paskah, 14 warga sipil tewas. Zelenskyy tawarkan bantuan amankan Selat Hormuz dari Iran.
InveStory 13 menit yang lalu

Tantangan Organisasional Menghadapi Gap Profesionalitas Bisnis

Turnaround Garuda hanya akan berhasil jika perusahaan berhenti sekadar memonetisasi kursi dan mulai mengorkestrasi sistem nilai perusahaan.
Business 17 menit yang lalu

Lima Jurus Menghadapi Periode Kritis Produksi Beras

Stok beras di atas 4 juta ton, masyarakat tidak perlu panik.
International 21 menit yang lalu

Jet Tempur F-15 AS Jatuh di Iran, Operasi Penyelamatan Pilot Jadi Rebutan

Jet F-15 AS jatuh di Iran, operasi penyelamatan pilot jadi rebutan kedua pihak. Eskalasi perang kian meluas hingga ancam pasokan energi.
Business 47 menit yang lalu

Operator Transportasi Antisipasi Libur Panjang Paskah

Sejumlah operator transportasi mengantisipasi lonjakan mobilitas masyarakat pada libur panjang Hari Raya Paskah 2026.
International 50 menit yang lalu

12 RT dan 4 Ruas Jalan di Jakbar Terendam Banjir

Banjir rendam 12 RT di Jakarta Barat akibat luapan Kali Angke dan Pesanggrahan. BPBD DKI siagakan personel untuk penyedotan genangan air.

Tag Terpopuler


Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia