Sabtu, 4 April 2026

Authentic and Accountable Leadership

Penulis : *Edi Permadi
1 Apr 2026 | 17:32 WIB
BAGIKAN
Edi Permadi, Tenaga Profesional Lemhannas RI
Edi Permadi, Tenaga Profesional Lemhannas RI

*) Tenaga Profesional Lemhannas RI

Kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto pada awal masa pemerintahannya tidak terlepas dari berbagai kritik publik yang cukup tajam. Sejumlah isu seperti dugaan kekerasan terhadap aktivis, intensitas kunjungan ke luar negeri yang dinilai berpotensi mengurangi fokus pada persoalan domestik, laporan mengenai kasus keracunan dalam implementasi program Makan Bergizi Gratis (MBG), serta isu-isu lainnya turut membentuk persepsi awal terhadap arah kepemimpinan nasional. Kritik ini menunjukkan tingginya ekspektasi masyarakat terhadap kinerja pemerintah, sekaligus menegaskan bahwa kepemimpinan politik di era modern berada dalam tekanan publik yang semakin kuat dan dinamis. Legitimasi kepemimpinan kini sangat ditentukan oleh kapasitas untuk merespons kritik, melakukan koreksi, dan menunjukkan tanggung jawab secara nyata di hadapan publik.

Di tengah berbagai kritik tersebut, terdapat indikasi bahwa kepemimpinan Presiden Prabowo juga memperlihatkan karakteristik yang dapat dianalisis melalui pendekatan accountable leadership dan authentic leadership. Kedua pendekatan ini menekankan pentingnya pemimpin yang bersedia memverifikasi kondisi di lapangan, bertindak berdasarkan evaluasi faktual, serta memperbaiki keputusan ketika ditemukan ketidaktepatan dalam proses kebijakan.

Gaya kepemimpinan ini dapat dilihat dari beberapa tindakan Presiden Prabowo ketika melakukan kunjungan ke lokasi bencana di Aceh Tamiang, peninjauan ulang polemik tambang Martabe yang dikelola oleh PT Agincourt Resources, penguatan fase investasi Danantara setelah satu tahun membangun fondasi tata kelola, serta penertiban dapur program MBG yang tidak memenuhi standar layanan.

Advertisement

Kedatangan Presiden Prabowo ke hunian sementara korban banjir di Aceh Tamiang mengisyaratkan kehadiran sosok pemimpin yang tidak meninggalkan rakyatnya di tengah masa krisis (Ramadhan, 2026). Kehadiran ini diharapkan mampu mempercepat pemulihan korban terdampak sekaligus memulihkan kepercayaan masyarakat terhadap pemerintah. Langkah serupa dalam memperkuat akuntabilitas institusional juga terlihat dalam penanganan kasus PT Agincourt Resources (PTAR) terkait isu penambangan di Martabe.

Dalam kasus tersebut, Presiden Prabowo memerintahkan jajaran kementerian untuk bertindak proporsional, yakni jika terdapat pelanggaran maka sanksi harus dijatuhkan. Sebaliknya, apabila perusahaan tidak terbukti bersalah, maka hak investor perlu dipulihkan guna menjaga kepastian hukum dan iklim investasi (Mawangi, 2026).

Berbicara mengenai iklim investasi, Presiden Prabowo juga memperkuat fungsi Danantara yang selama satu tahun terakhir berfokus pada pembangunan fondasi kelembagaan dan tata kelola. Danantara kini memasuki fase investasi strategis untuk menopang pertumbuhan ekonomi nasional (Valenta, 2026). Tindakan ini diperlukan untuk mengejar target pertumbuhan ekonomi Indonesia hingga 8%. Sementara itu, Presiden Prabowo juga menunjukkan gaya kepemimpinan yang korektif dengan menindak lebih dari seribu dapur SPPG yang tidak memenuhi standar program MBG. Tindakan ini dilakukan setelah menerima masukan publik dan melakukan verifikasi langsung di lapangan (Kompas, 2026).

Dalam konteks yang lebih luas, pola kepemimpinan Presiden Prabowo menunjukkan efektivitas yang signifikan dalam memperbaiki iklim investasi jangka panjang. Kepemimpinan yang responsif terhadap ketidakpastian kebijakan, disertai kemampuan melakukan koreksi berbasis data, menjadi faktor penting dalam menurunkan persepsi risiko investor. Investor global pada dasarnya tidak hanya mempertimbangkan insentif ekonomi, tetapi juga stabilitas kebijakan, konsistensi regulasi, serta kredibilitas pemerintah dalam menegakkan aturan.

Editor: Euis Rita Hartati

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


Business 2 menit yang lalu

Lima Jurus Menghadapi Periode Kritis Produksi Beras

Stok beras di atas 4 juta ton, masyarakat tidak perlu panik.
International 6 menit yang lalu

Jet Tempur F-15 AS Jatuh di Iran, Operasi Penyelamatan Pilot Jadi Rebutan

Jet F-15 AS jatuh di Iran, operasi penyelamatan pilot jadi rebutan kedua pihak. Eskalasi perang kian meluas hingga ancam pasokan energi.
Business 32 menit yang lalu

Operator Transportasi Antisipasi Libur Panjang Paskah

Sejumlah operator transportasi mengantisipasi lonjakan mobilitas masyarakat pada libur panjang Hari Raya Paskah 2026.
International 35 menit yang lalu

12 RT dan 4 Ruas Jalan di Jakbar Terendam Banjir

Banjir rendam 12 RT di Jakarta Barat akibat luapan Kali Angke dan Pesanggrahan. BPBD DKI siagakan personel untuk penyedotan genangan air.
Market 44 menit yang lalu

Harga Emas Antam (ANTM) Hari Ini, Sabtu 4 April 2026: Kokoh

​​​​​​​Harga emas Antam (ANTM) terpantau kokoh pada hari ini, sabtu (4/4/2026). Cek juga harga beli kembali (buyback) emas Antam
Market 48 menit yang lalu

Masuk Saham Terkonsentrasi Tinggi, Laba Samator (AGII) Merosot

Laba bersih Samator Indo Gas (AGII) merosot 44,37% pada 2025, dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

Tag Terpopuler


Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia