Bandara Kulonprogo
Bandara baru di Kulonprogo, Yogyakarta International Airport (YIA), bakal menggantikan peran Bandara Adisutjipto yang kondisinya sudah melebihi kapasitas dan tidak bisa dikembangkan lagi karena lokasinya berada di tengah kota. Kapasitas Bandara Adisutjipto hanya 1,6 juta penumpang, sedangkan jumlah penumpangnya mencapai 8,5 juta orang pada tahun lalu.
Hingga kini total progres pembangunan Bandara Kulonprogo telah mencapai 72,92%, dan diharapkan akan mencapai 100% pada Desember tahun ini. Sedangkan sisi udaranya sudah selesai 100% dengan panjang landasan 3.250 meter. Pengembangan YIA dibagi dalam tiga tahap. Tahap pertama yakni pengerjaan terminal berkapasitas 14 juta penumpang per tahun dan ditargetkan beroperasi penuh pada akhir tahun ini.
Tahap kedua, terminal YIA akan dikembangkan sehingga dapat melayani 20 juta penumpang per tahun. Pengembangan tersebut diharapkan mulai dilaksanakan pada 2027. Sedangkan pengembangan tahap ketiga bakal dilaksanakan mulai 2036 berupa pengembangan terminal agar dapat mengakomodasi 25 juta penumpang per tahun.
Saat ini, YIA sudah dioperasikan sebagian dengan terminal seluas 12.900 m2 dari total 219.000 m2 yang direncanakan. Sejak awal beroperasi pada 6 Mei lalu hingga saat ini YIA telah melayani 52.567 penumpang dengan 10 penerbangan per hari yang melayani lima rute penerbangan oleh tiga maskapai yaitu Batik Air, Citilink dan Lion Air.
Sepuluh penerbangan yang dilayani YIA antara lain maskapai Batik Air melayani rute Cengkareng-Kulon Progo-Cengkareng, Palangkaraya- Kulon Progo-Palangkaraya, Kulon Progo-Samarinda-Kulon Progo, maskapai Citilink rute Halim-Kulon Progo- Halim, dan maskapai Lion Air untuk rute Makassar-Kulon Progo-Makassar. Mulai 1 Agustus mendatang, akan ada satu rute baru lagi yang dilayani maskapai AirAsia yaitu Lombok-Kulon Progo-Lombok.
Pada saat pengoperasian penuh mulai akhir 2019, seluruh penerbangan dari Bandara Adisutjipto bakal dialihkan ke YIA. Saat ini, terdapat total 188 penerbangan di Bandara Adisutjipto dan secara bertahap akan pindah ke YIA. Optimalisasi Bandara Kulonprogo ini akan dimulai pada Oktober mendatang seiring pengalihan 66 penerbangan domestik luar Jawa di Bandara Adisutjipto.
Optimalisasi ini diperlukan untuk meningkatkan konektivitas maupun mendorong pertumbuhan perekonomian Yogyakarta dan sekitarnya. Dengan kapasitas yang lebih besar di sisi udara dan darat, YIA dapat menampung lebih banyak penumpang dan pilihan penerbangan baik domestik maupun internasional. Kementerian BUMN dan PT Angka Pura I (Persero) mempersiapkan YIA sebagai salah satu hub internasional di selatan Indonesia untuk menggaet lalu lintas penumpang Australia. Harapannya, YIA bisa menggeser Singapura dan Kuala Lumpur (Malaysia) sebagai hub untuk penerbangan dari dan ke Negeri Kanguru itu.
Potensi YIA sebagai hub internasional terutama didukung infrastruktur kebandarudaraan yang diperkuat landasan pacu sepanjang 3.250 meter (m) sehingga mampu melayani pesawat berbadan lebar, seperti Boeing 777 dan Airbus 380. Selain penerbangan transit sebelum ke Australia, YIA pun berpotensi membuka penerbangan langsung jarak jauh karena kapasitasnya memenuhi syarat. Misalnya maskapai yang melayani rute jarak jauh dari Tokyo, Dubai, Jeddah, Shanghai bisa terbang langsung mendarat di YIA.
YIA akan menjadi pintu masuk ke Yogyakarta dan sekitarnya yang merupakan kota dengan wisata budaya sebagai sektor unggulannya dalam menarik wisatawan mancanegara (wisman). Untuk mencapai sasaran tersebut tentunya dibutuhkan kerja keras dari pengelola YIA, yakni PT Angkasa Pura (AP) I. Fasilitas terminal YIA harus sangat atraktif agar mampu menarik maskapai maupun penumpang mau berkunjung ke Yogyakarta.
Selain itu, sektor pariwisata Yogyakarta mesti dikembangkan lagi. Yogyakarta banyak memiliki objek wisata budaya dan heritage, tapi mesti ditumbuhkan lagi atraksi atau event untuk menaik lebih banyak kunjungan wisman. Wisata Yogyakarta bisa dipromosikan satu paket dengan Bali, sehingga akan banyak wisman yang setelah berlibur di Pulau Dewata berkunjung ke Yogyakarta sebelum kembali ke negaranya.
Untuk mendukung YIA sebagai hub dan Yogyakarta sebagai tujuan wisata yang menarik, masih ada satu pekerjaan rumah yang mesti diselesaikan. Kendati punya kelebihan dari sisi udara dan darat dibandingkan Bandara Adisutjipto, sayangnya akses menuju dan dari Bandara Kulonprogo masih minim. Belum ada jalan tol maupun jalur kereta api (KA) khusus yang menghubungkan bandara ini dengan Yogyakarta dan kota-kota di sekitarnya.
Sekarang ini, akses dari Yogyakarta ke YIA yang berjarak 43 kilometer bisa melalui jalan nasional ataupun dengan menggunakan kereta api yang berada di luar kawasan bandara, yakni melalui Stasiun Wojo yang berjarak sekitar tiga kilometer dari bandara. Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) baru akan melelang ruas jalan tol Solo-Yogyakarta- Bandara Internasional Yogyakarta (YIA)-Kulonprogo sepanjang 91,93 km itu paling lambat pada Agustus tahun ini. Total investasinya Rp 20,46 triliun.
Sedangkan dari sisi perkeretaapian, Kementerian Perhubungan sedang menyiapkan konektivitas dari dan ke kawasan YIA. Nantinya, kereta bandara bisa langsung diakses dalam kawasan YIA. Panjang lintasan yang bakal dibangun sekitar 5,7 kilometer (km).
Sekarang ini dalam proses pembebasan lahan. Rencananya, sebelum akhir tahun ini, proses pembebasan lahan sudah selesai untuk kemudian segera dilaksanakan pengerjaan konstruksi. Diharapkan, kereta bandara mulai beroperasi paling lambat 2021.
Kita berharap semua pihak mau mendukung proses pembangunan jalan tol maupun jalur kereta ke Bandara Internasional Yogyakarta. Dukungan yang utama adalah dari pemerintah daerah Yogyakarta sebagai penguasa wilayah. Tanpa adanya dukungan pemda maka akan sulit mewujudkan akses ke bandara tersebut.
Editor: Investor.id
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
FollowBaca Berita Lainnya di Google News
Read Now

