Sabtu, 4 April 2026

Generasi Emas Era Digital

Penulis : Investor Daily
14 Aug 2020 | 10:37 WIB
BAGIKAN
Zooming with Primus-Mempersiapkan Generasi Emas di BeritasatuTV, Kamis (13/8/2020). Sumber: BSTV
Zooming with Primus-Mempersiapkan Generasi Emas di BeritasatuTV, Kamis (13/8/2020). Sumber: BSTV

Transformasi digital adalah keniscayaan yang seketika dipercepat dengan datangnya pandemi Covid-19, yang dipastikan bukanlah krisis terakhir yang bisa terjadi. Krisis yang lebih dahsyat akan mengadang bila pemerintah kalah cepat dalam mentransformasi SDM, yang tidak hanya sekadar bisa beradaptasi, tapi juga mampu mengantisipasi dan menghadirkan solusi.

Itulah sebabnya, komitmen tegas Kementerian Komunikasi dan Informatika untuk mencetak SDM Indonesia yang berkualitas di era digital harus didukung semua pihak, karena merupakan kunci untuk mewujudkan generasi emas ke depan, bersama dengan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan.

Kedua kementerian merupakan dua sisi koin yang tak dapat dipisahkan, untuk memastikan bonus demografi kita betul-betul membangun masa keemasan bangsa ini, bukan sebaliknya menjadi bencana demografi dengan pengangguran usia produktif tinggi.

Untuk menciptakan sumber daya manusia (SDM) Indonesia yang unggul di era digital, tentu saja pertama-tama infrastruktur digital yang memadai dipercepat pembangunannya, hingga ke pelosok-pelosok negeri. Apalagi, di masa pandemi Covid-19 ini, penyediaan konektivitas internet untuk pembelajaran secara digital merupakan kebu tuhan yang tidak bisa lagi di tawar-tawar. Jika tidak merata, justru akan memperbesar kesenjangan sosial antara warga kota  dan desa, serta ketimpangan pembangunan antara Jawa dan luar Jawa. Pembangunan infrastruktur telekomunikasi, terutama di sektor pita lebar (broadband) saja tidak cukup. Ini harus dibarengi pula dengan ketersambungan konektivitas di level middle mile dan last mile.

Visi dan target pemerintah terkait konektivitas digital perlu direalisasikan dalam program yang riil, dengan hasil akhir rakyat bisa menikmati sambungan internet cepat, berkualitas, dan juga murah. Semua warga negara harus dipastikan bisa terlayani internet dengan harga terjangkau, sebagaimana layanan listrik saat ini yang sudah hampir menjangkau seluruh rakyat. Ini berarti, subsidi kuota paket data sebesar Rp 1,9 triliun setiap bulan untuk mendukung proses belajar-mengajar para siswa/mahasiwa dan guru/dosen di era pandemi Covid-19 selayaknya diperpanjang, tidak hanya selama empat bulan ke depan.

Jika saat ini Kemenkomin fo bekerja sama dengan operator tele komunikasi untuk memberikan subsidi, ke depan harus sepenuhnya didanai APBN, sebagaimana subsidi listrik untuk warga tidak mampu.

Dengan tanggung jawab luar biasa besar, Kemenkominfo tentu juga harus didukung pendanaan cukup agar bisa sungguh-sungguh terlibat mengakselerasi pendidikan dan pe latihan, terutama untuk menciptakan digital talent yang unggul, mumpuni, produktif, dan beretos kerja tinggi. Anggaran wajib pendidikan sebesar 20% dari APBN dan APBD yang hingga kini tidak jelas output-nya, harus direalokasikan cukup untuk menciptakan talenta-talenta digital yang semakin banyak kita butuhkan.

Diproyeksikan, dalam 15 tahun ke depan, negeri ini membutuhkan setidaknya 9 juta digital talent. Jangan sampai kebutuhan talenta digital ini diisi oleh tenaga-tenaga asing, sementara anak-anak negeri justru tersisihkan.

Yang tak kalah penting, percepatan penyelesaian masalah paying hukum yang masih bolong-bolong. Ini termasuk soal undang-undang perlindungan data pribadi dan payung hukum di industri penyiaran yang belum bisa menjawab tantangan disrupsi dan perlindungan bagi industri nasional di era digital.

Untuk itu, DPR pun perlu berperan memastikan didengar dan diakomodasinya masukan-masukan produktif dari semua pihak yang berkepentingan, kemudian mempercepat penyelesaian revisi undang-undang yang dibutuhkan.

Tak kalah penting, kebijakan pemerintah daerah pun harus berpihak kepada tumbuh dan berkembangnya industri jasa internet yang efisien, sehat, dengan bertarif terjangkau, mengingat layanan ini sudah makin menjadi kebutuhan dasar rakyat.

Hal ini terkonfirmasi dengan data terbaru yang dirilis Badan Pusat Statistik, yang membeberkan sektor telekomunikasi (infokom) mengalami lonjakan pertumbuhan double digit, 10,88%, pada kuartal II-2020, meski PDB nasional terkontraksi 5,32%.

Oleh karena itu, keluhan para operator telekomunikasi atas kebijakan Pemerintah Kota Surabaya yang menerapkan pajak tinggi dalam sewa tanah bagi fasilitas telekomunikasi misalnya, harus segera ditangani. Terlebih lagi di masa pandemi Covid-19 saat ini, di mana masyarakat banyak yang harus bekerja, berbisnis, ataupun belajar dari rumah untuk meredam penularan.

Editor: Investor.id

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


Business 14 menit yang lalu

MPMX Raih Laba Bersih Rp 462 Miliar pada 2025

PT Mitra Pinasthika Mustika Tbk (MPMX), perusahaan konsumer  otomotif dan transportasi di Indonesia hari ini melaporkan hasil kinerja keuangan  untuk tahun buku 2025 yang telah diaudit. Perseroan tetap mempertahankan fundamental  bisnis yang solid di tengah dinamika kondisi pasar.  
Market 3 jam yang lalu

Pizza Hut (PZZA) Balikkan Rugi Jadi Laba

PT Sarimelati Kencana Tbk (PZZA) membalikkan kinerja keuangan pada 2025 dengan mencetak laba bersih tahun berjalan sebesar Rp 24,75 miliar.
National 3 jam yang lalu

Jenazah Prajurit TNI Gugur dalam Misi Perdamaian UNIFIL Tiba di Indonesia

Tiga jenazah prajurit TNI yang gugur jalankan tugas di Lebanon tiba di tanah air dan dijadwalkan akan diterima Presiden Prabowo Subianto.
National 4 jam yang lalu

Gelar Munas, Hipmi Perkuat Peran Pengusaha Muda Hadapi Tekanan Global

Hipmi gelar Munas 2026 untuk memperkuat kontribusi pengusaha muda dalam perekonomian nasional di tengah tantangan ekonomi global.
International 5 jam yang lalu

Israel Gempur Beirut: Markas Hizbullah dan Jembatan Sungai Litani Hancur

Israel gempur Beirut dan hancurkan jembatan strategis di Sungai Litani. 1.300 orang tewas dalam sebulan, pasukan UNIFIL kembali jadi korban.
International 5 jam yang lalu

Gedung Big Tech AS Oracle Rusak Akibat Rudal Iran

Gedung Big Tech AS Oracle Dubai rusak akibat serpihan rudal Iran. 4 warga Bahrain terluka saat serangan udara kian meluas di kawasan Teluk.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia