Sabtu, 4 April 2026

Tarif Listrik Industri PLN Masih Kompetitif

Penulis : Antara
21 Jan 2011 | 10:19 WIB
BAGIKAN

JAKARTA – PT PLN (Persero) menyatakan, tarif listrik yang dipatok oleh perusahaan setrum negara tersebut merupakan yang termurah di kawasan Asean. Data Bank Dunia menyebutkan, tarif listrik PLN hanya US$ 8,24 sen per kWh, jauh dari tarif listrik Filipina sebesar US$ 17,35 sen/kWh.

“Tarif PLN termasuk paling murah. Bahkan sekarang lebih murah dari Malaysisa, Thailand, Vietnam, dan Filipina,” kata Direktur Bisnis dan Manajemen Risiko PT PLN Murtaqi Syamsuddin lewat pesan pendek kepada wartawan, Kamis (20/1).

Menurut Bank Dunia, Malaysia mematok harga listrik mereka pada angka US$ 11,84 sen/kWh, Korea sebesar US$ 9,98 sen/kWh, Thailand US$ 8,57 sen/kWh, Filipina US$ 17,35 sen/ kWh, dan Vietnam US$ 9,69 sen/kWh.

Di dalam negeri, menurut Murtaqi, tarif listrik PLN juga masih lebih rendah dari patokan harga perusahaan listrik swasta, salah satunya Cikarang Listrindo. “Cikarang Listrindo menetapkan tarif listrik sebesar US$ 9,59 sen/kWh,” kata dia.

Saat ini Cikarang Listrindo telah memasok lebih dari 1.600 industri di kawasan industri Jababeka, Lippo Cikarang, EJIP, dan MM2000. Ekonom Senior Institute for Development of Economics and Finance Indonesia (Indef) Fadhil Hasan mengatakan, dari aspek kebijakan harga listrik Indonesia masih cukup kompetitif dibandingkan negara lain.

“Dengan adanya kenaikan tagihan listrik ini, diperkirakan tarif listrik industri Indonesia masih setara dengan Malaysia. Jadi masih kompetitif lah,” kata dia dalam diskusi When Do The Electricity Crisis Go to An End di Jakarta, Kamis (20/1).

Fadhil berpendapat, keputusan PLN untuk mencabut batas kenaikan (capping) tarif sebesar 18% memiliki dasar yang kuat. Sebab, kenaikan tarif setelah capping dicabut sebenarnya tidak terlalu mengganggu daya saing nasional. Namun, kenaikan ini harus diikuti perbaikan dari sisi PLN.

Dia menyarankan, PLN harus memperbesar akses listrik dan melakukan efisiensi. “Karena secara moral kebijakan kenaikan tariff listrik menjadi tidak bisa diterima apabila dalam proses produksinya PLN tidak efisien,” jelas dia.

Seperti diketahui, masalah listrik industri ini telah memicu ‘perseteruan’ antara pemerintah, PLN, dan pengusaha. Pada Juli 2010 lalu pelaku industri dan bisnis mendapat kebijakan kenaikan TDL dengan pola capping maksimal 18%. Kemudian pada periode 1 Oktober 2010 pelanggan listrik bisnis seperti mal, hotel, perkantoran telah lebih dahulu dicabut capping 18%, sementara untuk pelanggan industri tetap
memakai pola capping.

Namun, per Januari 2011, PLN tidak lagi menerapkan capping sehingga terjadi kenaikan TDL industri di atas 18%. Kalangan industri menolak pencabutan capping karena akan menaikkan biaya listrik sebesar 30-40% sehingga berdampak menurunkan daya saing industri. (c05)

Editor: Investor.id

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


National 9 menit yang lalu

Prabowo dan SBY Lepas Jenazah 3 Prajurit TNI yang Gugur di Lebanon

Presiden Prabowo dan mantan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono turut melepas tiga prajurit TNI yang gugur di Lebanon untuk dimakamkan.
InveStory 22 menit yang lalu

Inspiratif! Rayyan Shahab Diterima 15 Kampus Top Dunia Tanpa Kursus Bahasa Inggris

Siswa MAN IC Pekalongan, Ahmad Ali Rayyan Shahab mencatat prestasi luar biasa. Di usia 17 tahun dia diterima 15 kampus dunia.
Business 22 menit yang lalu

Private AI Bantu Dunia Bisnis Kurangi Risiko 

- Tekanan terhadap perusahaan Indonesia saat ini terasa dari dua arah sekaligus. Di satu sisi, semua orang bicara soal AI, mulai dari chatbot, analitik prediktif, sampai agen AI yang bisa mengotomatisasi proses bisnis.
Business 46 menit yang lalu

MPMX Raih Laba Bersih Rp 462 Miliar pada 2025

PT Mitra Pinasthika Mustika Tbk (MPMX), perusahaan konsumer  otomotif dan transportasi di Indonesia hari ini melaporkan hasil kinerja keuangan  untuk tahun buku 2025 yang telah diaudit. Perseroan tetap mempertahankan fundamental  bisnis yang solid di tengah dinamika kondisi pasar.  
Market 3 jam yang lalu

Pizza Hut (PZZA) Balikkan Rugi Jadi Laba

PT Sarimelati Kencana Tbk (PZZA) membalikkan kinerja keuangan pada 2025 dengan mencetak laba bersih tahun berjalan sebesar Rp 24,75 miliar.
National 4 jam yang lalu

Jenazah Prajurit TNI Gugur dalam Misi Perdamaian UNIFIL Tiba di Indonesia

Tiga jenazah prajurit TNI yang gugur jalankan tugas di Lebanon tiba di tanah air dan dijadwalkan akan diterima Presiden Prabowo Subianto.

Tag Terpopuler


Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia