Sabtu, 4 April 2026

Awal 2020, BRI Buka Cabang di Taiwan

Penulis : Nida Sahara
25 Jun 2019 | 08:19 WIB
BAGIKAN
Bank BRI. Foto ilustrasi: DAVID
Bank BRI. Foto ilustrasi: DAVID

JAKARTA.investor.id - PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BRI) memproyeksikan pembukaan kantor cabang BRI di Taiwan akan rampung pada awal tahun depan. Sementara itu, proses pembukaan cabang di Taiwan masih terkendala regulasi di Taiwan.

"Kami masih terbentur birokrasi di Taiwan, tapi tinggal sedikit lagi, perkiraannya awal tahun depan sudah (rampung pembukaan cabang)," terang Direktur Utama BRI Suprajarto kepada Investor Daily, ditemui di Gedung BRI, Jakarta, Senin (24/6).

Namun, Suprajarto enggan menyebut secara pasti dana yang disiapkan untuk pembukaan kantor cabang di Taiwan tersebut. "Tidak besar, kecil lah dananya," ujar dia.

Menurut dia, BRI masih akan ekspansi bukan hanya dalam negeri tapi juga ke luar negeri. Untuk itu, pihaknya melihat potensi di Taiwan sangat besar untuk dirambah. Terlebih, dia menilai belum ada bank asal Indonesia beroperasi di Taiwan. Untuk itu, jika terlaksana, BRI merupakan bank asal Indonesia pertama yang berada di Taiwan.

Advertisement

"OJK sudah mendukung, Kementerian Luar Negeri juga dukung, tahun ini bisa buka di Taiwan. Potensi Taiwan itu besar sekali, pertumbuhan tiap tahun itu besar karena ada 300 ribu pekerja Indonesia di Taiwan," jelas Suprajarto.

Menurut dia, hal tersebut menjadi sangat ideal dan potensi bisnis besar untuk bisa mengembangkan bisnis di Taiwan. Selain itu, BRI akan menjajaki negara lain yang secara birokrasi dan aturan tidak terlalu rumit dan tidak memberatkan.

Suprajarto mengungkapkan, pihaknya siap untuk berkompetisi secara global supaya tidak kalah dengan perusahaan asing. Secara bertahap, akan membentuk sumber daya manusia (SDM) untuk lebih siap ke depan. "Kenapa kami mau kompetisi dengan global? karena kalau tidak, saya khawatir bank asing yang akan menguasai Indonesia," ujar dia.

Lebih lanjut Suprajarto menuturkan, regulasi pembukaan kantor cabang di Malaysia cenderung sulit, sehingga belum ada bank asal Indonesia yang masuk ke Malaysia. Di samping itu, untuk mendapatkan basis nasabah (customer base) juga dinilai sulit.

"Regulasi Malaysia dan Singapura itu sulit, untuk modal harus ditempatkan Rp 1 triliun minimal, dengan operasional dibatasi, customer base juga sulit. Jadi di negara yang tidak familiar sulit melihat potensinya. Untuk sewa juga kadang dapat perlakuan tidak adil di Malaysia," ungkap Suprajarto.

Dia mengatakan, untuk bisa berhubungan dengan otoritas di Malaysia atau Singapura tidak bisa langsung, sehingga harus melalui agensi. Hal tersebut yang membuat perseroan kesulitan untuk mengetahui dokumen apa lagi yang dibutuhkan, karena tidak langsung bertemu dengan otoritas.

"Model di sana harus berhubungan dengan agensi dan sulit, kami tidak tahu apa yang masih kurang. Sekarang kami jajaki dengan Taiwan tapi kemarin ada kendala hubungan diplomatik, tapi Alhamdulillah sudah membaik," imbuh Suprajarto.

Berdasarkan data Otoritas Jasa Keuangan (OJK), BRI memiliki tiga kantor cabang di luar negeri, yakni di Singapura (BRI Singapore Bank), di New York (BRI New York Agency), dan di Cayman Island (BRI Cayman Island Branch). Kemudian, BRI juga memiliki tiga kantor cabang pembantu (KCP) di Timor Leste, antara lain KCP BRI Audian, KCP BRI Fatuhada, dan KCP BRI Hudilaran.

Dengan rencana pembukaan kantor cabang di Taiwan, diharapkan dapat membantu perseroan meningkatkan kinerja bisnisnya ke depan. Pihaknya tahun ini masih optimistis pertumbuhan kredit akan sesuai target. Sampai dengan kuartal kedua tahun ini, Suprajarto memproyeksikan pertumbuhan kredit bisa tumbuh dua digit. "Kami masih optimistis, mudah-mudahan MK (Mahkamah Konstitusi) segera memutuskan, kredit investasi masih tumbuh. Untuk kuartal II masih dua digit, sekitar 12-14%," kata Suprajarto.

Editor: Investor.id

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


National 2 menit yang lalu

Prabowo dan SBY Lepas Jenazah 3 Prajurit TNI yang Gugur di Lebanon

Presiden Prabowo dan mantan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono turut melepas tiga prajurit TNI yang gugur di Lebanon untuk dimakamkan.
InveStory 15 menit yang lalu

Inspiratif! Rayyan Shahab Diterima 15 Kampus Top Dunia Tanpa Kursus Bahasa Inggris

Siswa MAN IC Pekalongan, Ahmad Ali Rayyan Shahab mencatat prestasi luar biasa. Di usia 17 tahun dia diterima 15 kampus dunia.
Business 15 menit yang lalu

Private AI Bantu Dunia Bisnis Kurangi Risiko 

- Tekanan terhadap perusahaan Indonesia saat ini terasa dari dua arah sekaligus. Di satu sisi, semua orang bicara soal AI, mulai dari chatbot, analitik prediktif, sampai agen AI yang bisa mengotomatisasi proses bisnis.
Business 39 menit yang lalu

MPMX Raih Laba Bersih Rp 462 Miliar pada 2025

PT Mitra Pinasthika Mustika Tbk (MPMX), perusahaan konsumer  otomotif dan transportasi di Indonesia hari ini melaporkan hasil kinerja keuangan  untuk tahun buku 2025 yang telah diaudit. Perseroan tetap mempertahankan fundamental  bisnis yang solid di tengah dinamika kondisi pasar.  
Market 3 jam yang lalu

Pizza Hut (PZZA) Balikkan Rugi Jadi Laba

PT Sarimelati Kencana Tbk (PZZA) membalikkan kinerja keuangan pada 2025 dengan mencetak laba bersih tahun berjalan sebesar Rp 24,75 miliar.
National 4 jam yang lalu

Jenazah Prajurit TNI Gugur dalam Misi Perdamaian UNIFIL Tiba di Indonesia

Tiga jenazah prajurit TNI yang gugur jalankan tugas di Lebanon tiba di tanah air dan dijadwalkan akan diterima Presiden Prabowo Subianto.

Tag Terpopuler


Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia