Sabtu, 4 April 2026

Fintech Lending Danakini Kantongi Status Berizin OJK

Penulis : Prisma Ardianto
17 Des 2020 | 04:57 WIB
BAGIKAN
OJK. Foto: ojk.go.id
OJK. Foto: ojk.go.id

JAKARTA, investor.id - Penyelenggara fintech p2p lending PT Dana Kini Indonesia (Danakini) secara resmi mendapatkan izin usaha dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Sampai saat ini perseroan telah menyalurkan akumulasi pembiayaan mencapai Rp 670 miliar.

Berdiri pada tahun 2017, Danakini memperoleh izin usaha sebagai Perusahaan Penyelenggara Layanan Pinjam Uang berbasis teknologi informasi dari OJK berdasarkan Surat Keputusan dengan nomor KEP-46/D.05/2020.

Perseroan merupakan salah satu anak usaha Kawan Lama Group yang bergerak di bidang layanan finansial berbasis teknologi Informasi (fintech lending).

CEO Danakini Gregory S Widjaja menjelaskan, di tengah perkembangan fintech di Indonesia, pihaknya pun menghadirkan layanan keuangan berbasis teknologi agar masyarakat mendapatkan akses ke pendanaan secara cepat dan terjangkau. Hal itu dimungkinkan dengan penerapan teknologi seperti artificial intelligence (AI), machine learning, dan robotic.

"Izin usaha ini kian memacu Danakini untuk senantiasa menjadi penyedia layanan yang aman dalam memenuhi kebutuhan masyarakat dan dapat memperluas inklusi keuangan di Indonesia," kata dia melalui siaran pers, Rabu (16/12).

Gregory menerangkan, Danakini mempertemukan pemilik (lender) dan peminjam dana (borrower) di tiga sektor utama yakni pembiayaan konsumen (perlengkapan rumah dan gaya hidup), pembiayaan industri mikro, dan pinjaman tunai karyawan. Hingga saat ini, perseroan telah memfasilitasi 85 ribu peminjam dengan total akumulasi pinjaman berkisar Rp 670 miliar. Perusahaan juga telah mendapatkan sertifikat ISO 27001 2013 dalam sistem manajemen keamanan informasi.

Dia mengungkapkan, Danakini menawarkan tiga layanan finansial dengan bunga menarik, proses yang mudah, dan persetujuan instan dalam hitungan menit. Pertama, adalah kiniCintaku yaitu cicilan tanpa kartu kredit yang memberikan layanan pembiayaan bagi pelanggan ACE dan INFORMA dengan bunga ringan hanya 1,99% per bulan.  

Kedua, sambung dia, yakni kiniFlexi yaitu pinjaman bunga rendah untuk karyawan di perusahaan yang bekerjasama dengan Danakini, mulai dari 1%  per bulan. Ketiga adalah kiniUsaha yang dapat membantu usaha melalui pembelian peralatan usaha dan modal usaha hingga Rp 2 miliar.

"Kami berharap layanan finansial Danakini bisa mendukung peningkatan potensi ekonomi di Indonesia, melalui akses pembiayaan untuk meningkatkan daya beli masyarakat, serta akses permodalan untuk membantu perkembangan usaha," Tutup Gregory.   

Editor: Investor.id

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


International 32 menit yang lalu

Israel Gempur Beirut: Markas Hizbullah dan Jembatan Sungai Litani Hancur

Israel gempur Beirut dan hancurkan jembatan strategis di Sungai Litani. 1.300 orang tewas dalam sebulan, pasukan UNIFIL kembali jadi korban.
International 33 menit yang lalu

Gedung Big Tech AS Oracle Rusak Akibat Rudal Iran

Gedung Big Tech AS Oracle Dubai rusak akibat serpihan rudal Iran. 4 warga Bahrain terluka saat serangan udara kian meluas di kawasan Teluk.
International 57 menit yang lalu

Astronot Artemis II Bingkai Keindahan Bumi yang Menakjubkan

Astronot Artemis II bagikan foto Bumi yang menakjubkan dari angkasa. Perjalanan manusia pertama menuju Bulan setelah lebih dari 50 tahun.
National 1 jam yang lalu

Banjir Setinggi 30-80 cm Rendam Sejumlah Wilayah di Tangerang Selatan

Hujan deras yang mengguyur sejak pagi membuat sejumlah wilayah di Tangerang Selatan terendam banjir dengan ketinggian 30-80 cm.
International 2 jam yang lalu

Kejutkan Dunia, Pemimpin Militer Burkina Faso Lontarkan Pernyataan Kontroversial

Pemimpin militer Burkina Faso Ibrahim Traore lontarkan pernyataan kontroversial, sebut demokrasi membunuh dan minta rakyat lupakan pemilu.
Business 2 jam yang lalu

KLH dan Pemprov Sulsel Bangun PSEL dengan Investasi Rp 3 Triliun

Kementerian LH bersama Pemprov Sulsel memulai pembangunan Pengolah Sampah Energi Listrik (PSEL) dengan nilai investasi Rp 3 triliun.

Tag Terpopuler


Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia