Sabtu, 4 April 2026

OJK Bakal Terbitkan ETF Emas

Penulis : Monique Handa Shafira
2 Apr 2026 | 16:00 WIB
BAGIKAN
Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal, Keuangan Derivatif, dan Bursa Karbon OJK, Hasan Fawzi. (B-Universe Photo/Akmalal Hamdhi)
Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal, Keuangan Derivatif, dan Bursa Karbon OJK, Hasan Fawzi. (B-Universe Photo/Akmalal Hamdhi)

JAKARTA, investor.id - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dikabarkan akan menerbitkan Exchange Traded Fund (ETF) emas. Instrumen ini memungkinkan investasi emas fisik/digital melalui bursa dengan lebih transparan dan aman.

Dalam konferensi pers, Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal, Keuangan Derivatif, dan Bursa Karbon OJK, Hasan Fawzi menyampaikan bahwa rencana penerbitan ETF emas saat ini sudah memasuki tahap implementasi. 

“Baru-baru ini kita sudah menerbitkan dan memberlakukan ketentuan yang terkait dengan penerbitan ETF emas yang sudah masuk tahap implementasi,” kata Hasan saat menggelar konferensi pers di Gedung Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Kamis (2/4/2026).

Advertisement

Selain itu, Hasan juga menyebutkan pihaknya juga akan mengembangkan program investasi berkala untuk instrumen reksa dana. Kedua instrumen ini diharapkan dapat memperluas basis investor ritel dan mendorong pendalaman pasar modal domestik.

Ia melanjutkan, OJK bersama self-regulatory organization (SRO) dan seluruh stakeholders akan terus mendorong pendalaman pasar ke depan. Hal ini tentunya dilakukan secara berimbang, baik dari sisi penawaran/suplai maupun permintaan/demand.

“Baik dari sisi motif inovasi-inovasi pengembangan dan juga menyeimbangkan dengan mitigasi risiko dan pelindungan para investor kita,” tambahnya. 

Sebelumnya, OJK dan SRO telah menyelesaikan empat inisiatif awal reformasi pasar modal yang berfokus pada transparansi dan penguatan struktur pasar. 

Sosialisasi ini disampaikan segenap lembaga otoritas Bursa RI dalam Konferensi Pers Capaian Reformasi Transparansi Pasar Modal Indonesia di Gedung Bursa Efek Indonesia, Kamis (2/4/2026). 

Adapun, empat proposal itu memuat poin solusi masalah sebagai berikut:

  1. Transparansi Data Kepemilikan Saham
  2. Pengelolaan Risiko Konsentrasi Kepemilikan
  3. Penguatan Granularity Klasifikasi Investor
  4. Kebijakan Free Float.

Hasan melanjutkan, dengan selesainya seluruh empat inisiatif awal ini pihaknya kembali menegaskan bahwa reformasi yang kita gulirkan sejak awal Februari 2026 dipastikan akan terus bersifat konkret, terukur, dan terus selaras dengan best practice di regional dan global.

Editor: Natasha Khairunisa

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


International 14 menit yang lalu

Serangan Udara Rusia Tewaskan 14 Warga Sipil Ukraina

Rusia luncurkan 500 drone ke Ukraina menjelang Paskah, 14 warga sipil tewas. Zelenskyy tawarkan bantuan amankan Selat Hormuz dari Iran.
InveStory 20 menit yang lalu

Tantangan Organisasional Menghadapi Gap Profesionalitas Bisnis

Turnaround Garuda hanya akan berhasil jika perusahaan berhenti sekadar memonetisasi kursi dan mulai mengorkestrasi sistem nilai perusahaan.
Business 24 menit yang lalu

Lima Jurus Menghadapi Periode Kritis Produksi Beras

Stok beras di atas 4 juta ton, masyarakat tidak perlu panik.
International 28 menit yang lalu

Jet Tempur F-15 AS Jatuh di Iran, Operasi Penyelamatan Pilot Jadi Rebutan

Jet F-15 AS jatuh di Iran, operasi penyelamatan pilot jadi rebutan kedua pihak. Eskalasi perang kian meluas hingga ancam pasokan energi.
Business 54 menit yang lalu

Operator Transportasi Antisipasi Libur Panjang Paskah

Sejumlah operator transportasi mengantisipasi lonjakan mobilitas masyarakat pada libur panjang Hari Raya Paskah 2026.
International 57 menit yang lalu

12 RT dan 4 Ruas Jalan di Jakbar Terendam Banjir

Banjir rendam 12 RT di Jakarta Barat akibat luapan Kali Angke dan Pesanggrahan. BPBD DKI siagakan personel untuk penyedotan genangan air.

Tag Terpopuler


Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia