Harga BBM dan Suku Bunga Naik, BCA (BBCA) Justru Turunkan Bunga KPR dan KKB Jadi Segini
JAKARTA, investor.id – Kenaikan suku bunga acuan Bank Indonesia, ditambah baru-baru ini kenaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) bersubsidi yang menjalar ke beberapa sektor diklaim tidak terlalu berdampak terhadap laju kredit PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) atau BCA.
Direktur Keuangan BCA Vera Eve Lim menyebutkan, laju kredit BCA tercatat masih terus bertumbuh hingga saat ini. BCA pun mencoba untuk mempertahankan suku bunga yang ada. Bahkan, kredit konsumsi perbankan, terutama kredit pemilikan rumah (KPR) dan kredit kendaraan bermotor (KKB) mengalami penurunan.
“Jadi, mudah-mudahan demand pertumbuhan terus berlanjut untuk tahun ini. Tahun ini target kredit tumbuh 8%-10% dan sampai Juni sudah 13,8%,” ujarnya dalam Public Expose Live 2022, Rabu (14/9/2022).
Penurunan bunga KPR dan KKB yang dimaksud seiring dengan rangkaian acara BCA Expo Hybrid 2022 yang digelar secara hybrid. Untuk kali kedua di tahun 2022, BCA Expo Hybrid 2022 kembali hadir secara offline mulai dari 9 – 11 September 2022 di Hall 7 – 10 ICE BSD City, Kabupaten Tangerang. Sedangkan untuk kegiatan online dilaksanakan dari 9 September hingga 10 Oktober 2022 yang dapat diakses melalui expo.bca.co.id selama 24 jam penuh.
Dalam acara tersebut, KPR BCA menawarkan suku bunga fix 3 tahun 3,85% untuk minimum tenor 10 tahun, lalu ada fix 5 tahun sebesar 4,85% dengan minimal tenor 10 tahun. Ada pula, fix 8 tahun 6,25% dengan minimum tenor 15 tahun dan fix 10 tahun 6,75% dengan minimum tenor 15 tahun. BCA menjelaskan batas aplikasi masuk terhitung sejak 1 September–10 Oktober 2022 dengan batas realisasi pada 27 Desember 2022. Selain itu, BBCA juga memberikan potongan administrasi sebesar 50% dan diskon asuransi jiwa 15%.
Sementara itu, untuk promo KKB BCA berlaku khusus pasangan new car dan dealer partisipan. Program suku bunga spesial ini di antaranya fix 1 tahun dengan flat rate 2,25% fix 2 tahun flat 3,15%, fix 3 tahun flat 2,95%, dan fix 4 tahun flat 3,75%.
Adapun, total kredit BCA di kuartal II-2022 meningkat Rp 38,2 triliun dibandingkan kuartal sebelumnya, menjadi rekor pertumbuhan kredit tertinggi secara kuartalan (QoQ).
Pertumbuhan kredit BCA terjadi di seluruh segmen, terutama ditopang kredit korporasi yang naik 19,1% yoy mencapai Rp 310,2 triliun per Juni 2022. Kredit komersial dan UKM menjadi segmen dengan pertumbuhan tertinggi kedua, naik 10,9% yoy mencapai Rp 197,5 triliun.
Sementara itu, KPR BCA tumbuh 8,5% yoy menjadi Rp101,6 triliun. KKB naik 4,8% yoy menjadi Rp43,2 triliun, setelah rebound dari tekanan di masa pandemi. Saldo outstanding kartu kredit BCA juga tumbuh 10,7% yoy menjadi Rp 12,7 triliun, sehingga total portofolio kredit konsumer naik 7,6% yoy menjadi Rp 160,5 triliun.
Secara keseluruhan, total kredit BCA naik 13,8% yoy menjadi Rp 675,4 triliun per semester I 2022. Sehubungan dengan penyaluran kredit untuk sektor-sektor berkelanjutan (sustainable), portofolio BCA tumbuh sebesar 21,8% yoy menjadi Rp 169,5 triliun per Juni 2022.
Editor: Investor.id
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
FollowBaca Berita Lainnya di Google News
Read Now






