Perusahaan Multifinance Milik Grup Sinar Mas Ini Rugi Besar
JAKARTA, investor.id – PT Sinar Mas Multifinance (Sinarmas Multifinance) membukukan rugi bersih konsolidasi sebesar Rp 240,14 miliar pada semester I-2022. Sebelumnya, perseroan berhasil mencetak laba bersih sebesar Rp 1,44 triliun pada semester I-2021.
Mengacu pada laporan keuangan perseroan, yang dikutip pada Senin (24/10/2022), kerugian dihasilkan dari penyusutan total pendapatan dan peningkatan di sisi beban. Total pendapatan Simas Finance turun lebih dari separuh atau 58,68% year on year (yoy) pada semester I-2022 dari Rp 2,13 triliun menjadi Rp 884,01 miliar.
Penyebab utamanya adalah perolehan keuntungan belum direalisasi dari perubahan nilai wajar investasi atas laba/rugi yang sempat dicatatkan pada semester I-2021 lalu yakni senilai Rp 1,39 triliun. Per semester I-2022, pos tersebut tidak lagi berkontribusi pada pendapatan.
Sementara itu, pos pendapatan lain sejatinya dalam tren positif pada semester I-2022. Seperti pendapatan pembiayaan multiguna naik tipis 079% (yoy) menjadi Rp 386,05 miliar. Pendapatan sewa pembiayaan naik 84,26% (yoy) menjadi Rp 15,29 miliar. Bahkan pendapatan underwriting asuransi melonjak tiga kali atau 215,80% (yoy) menjadi Rp 343,96 miliar.
Di sisi lain, total beban Sinarmas Multifinance sampai dengan semester I-2022 mencapai Rp 1,12 triliun atau naik 64,53% (yoy). Hanya pos beban bunga yang tercatat mencatat penurunan 19,44% (yoy) menjadi Rp 281,44 miliar.
Pos lain relatif meningkat seperti beban umum dan administrasi, beban underwriting asuransi, beban kerugian penurunan kerugian, termasuk kerugian yang belum direalisasi dari investasi yang diukur pada nilai wajar laba/rugi.
Sedangkan dari sisi neraca keuangan, total aset perseroan naik 1,52% year to date (ytd) menjadi Rp 7,23 triliun. Peningkatan terutama dikerek total piutang pembiayaan konvensional sampai dengan 10,22% (ytd) menjadi Rp 4,06 triliun.
Dengan rincian, piutang pembiayaan modal kerja dengan skema anjak piutang naik 35,75% (ytd) menjadi Rp 1,99 triliun pada semester I-2022. Piutang pembiayaan multiguna turun 6,58% (ytd) menjadi Rp 1,90 triliun. Serta piutang sewa pembiayaan susut 8,74% (ytd) menjadi Rp 157,01 miliar.
Di samping itu, liabilitas Sinarmas Multifinance juga tercatat naik 6,31% (ytd) menjadi Rp 5,91 triliun pada semester I-2022. Peningkatan liabilitas terkait dengan aktivitas pendanaan seperti pinjaman yang diterima tumbuh 18% (ytd) menjadi Rp 2,65 triliun dan penerbitan surat berharga meningkat 3,21% (ytd) jadi Rp 2,43 triliun. Adapun ekuitas tercatat Rp 1,32 triliun atau turun 15,51% (ytd).
Sebelumnya, Direktur Utama Sinarmas Multifinance Hawanto Hartono mengungkapkan, industri pembiayaan diproyeksi bergerak positif di tahun ini. Perseroan pun optimis dapat meningkatkan pembiayaan kendaraan bermotor dan pembiayaan syariah sesuai dengan target yang ditetapkan.
"Untuk tahun 2022, perseroan menargetkan dalam rencana bisnis bahwa untuk pembiayaan kredit multiguna kendaraan bermotor sebanyak 69 ribu unit atau Rp 4,6 triliun dan pembiayaan modal kerja dengan skema anjak piutang sebesar Rp 2,2 triliun. Sedangkan untuk pembiayaan prinsip syariah dengan pembiayaan ibadah haji sebesar 9 ribu jamaah atau Rp 207 miliar dan pembiayaan investasi sebesar Rp 240 miliar," jelas Hawanto dalam Laporan Keuangan Tahun 2021.
Dengan penetapan target Perseroan tersebut, pendanaan perseroan akan terus didukung oleh induk. Selain itu, Sinarmas Multifinance akan melakukan diversifikasi sumber dana, baik melalui pasar modal dengan penerbitan efek surat utang, pinjaman perbankan domestik sebagai salah satu pendukung pendanaan dengan mata uang rupiah, serta tetap melakukan kerjasama penyaluran pembiayaan bersama (joint financing) dengan bank sehingga likuiditas (channeling) tetap terjaga kuat secara berkesinambungan.
"Selain itu juga perseroan akan mengambil langkah-langkah prinsip tata kelola perusahaan dengan hati-hati, mengontrol likuiditas pendanaan, fokus terhadap pembiayaan utama dengan kualitas kredit yang baik serta menjalankan mitigasi risiko yang terukur pada tahun 2022," imbuh dia.
Oleh sebab itu, Sinarmas Multifinance terus mengevaluasi kebijakan dan strategi yang akan disesuaikan dengan kondisi persaingan usaha. Termasuk evaluasi kegiatan operasional sehingga dapat berkompetisi dalam industri pembiayaan khususnya pembiayaan kendaraan bermotor.
Editor: Jauhari Mahardhika
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
FollowBaca Berita Lainnya di Google News
Read Now






