Buana Finance (BBLD) Raih Fasilitas Kredit dari Bank Jago (ARTO) Rp 250 M
JAKARTA, investor.id - PT Buana Finance Tbk (BBLD) raih fasilitas kredit tambahan dari PT Bank Jago Tbk (ARTO) senilai Rp 250 miliar. Hal itu ditandai penandatanganan Adendum Perjanjian Fasilitas Kredit antara kedua pihak, pada Jumat, Desember 2022.
Corporate Secretary Buana Finance (BBLD) Ahmad Khaetami mengatakan, dampak kejadian dan fakta material ini berdampak positif terhadap kegiatan operasional, hukum, kondisi keuangan, dan usaha perusahaan yang juga merupakan emiten.
"Sehubungan dengan penambahan plafon fasilitas term loan kepada Perseroan sebesar Rp 250 miliar sehingga total plafon menjadi sebesar Rp 750 miliar dengan tenor maksimal 48 bulan," ungkap Ahmad dalam keterbukaan informasi, Senin (26/12/2022).
Selain itu, lanjut dia, kesepakatan kedua pihak juga menyangkut perpanjangan availability period fasilitas pinjaman promes berjangka (PPB). Perpanjangan berlaku sampai dengan satu tahun ke depan dengan nominal tetap sebesar Rp 200 miliar.
Mengacu laporan keuangan Buana Finance hingga September 2022, pinjaman bilateral dengan bank dan non bank mencapai Rp 2,53 triliun. Nilai itu meningkat 57,17% secara year to date (ytd) dibandingkan Desember 2021 sebesar Rp 1,61 triliun. Dengan rata-rata suku bunga efektif per tahun sebesar 8,73% pada 2022, lebih rendah dibandingkan 2021 sebesar 9,27%.
Baca Juga:
MUFG Setor US$ 200 Juta ke Induk BNCBBLD juga tidak lagi mencatatkan pendanaan sindikasi dengan mata uang asing per September 2022. Sebelumnya, terdapat pendanaan sindikasi senilai Rp 323,39 miliar dengan mata uang Yen Jepang per Desember 2022 dari BCA dan Standard Chartered Bank.
Peningkatan pendanaan dari bank itu diikuti gearing ratio (Debt to Equity) yang naik dari 1,77 kali per Desember 2021 menjadi 2,21 kali pada September 2022. Namun demikian, masih jauh dari batas maksimal yang ditentukan regulator yakni 10 kali.
Di samping itu, perusahaan masih memiliki kelonggaran tarik dari fasilitas pinjaman sebesar Rp 552,70 miliar per September 2022. Memang cenderung menurun dari periode Desember 2021 senilai Rp 722,98 miliar.
Adapun Buana Finance mencatat rasio permodalan sebesar 56,34%, dengan rasio ekuitas terhadap modal disetor di level 312,09%. Berikut rasio pembiayaan bermasalah (non performing financing/NPF) netto dan gross, masing-masing sebesar 0,15% da 1,35% per September 2022.
Upaya pendanaan ini seiring dengan perkembangan bisnis perusahaan yang mencatatkan pertumbuhan piutang pembiayaan konsumen hingga September 2022 sebesar 17,01% (ytd) menjadi Rp 2,80 triliun. Begitu juga bisnis piutang sewa pembiayaan naik 14,02% (ytd) menjadi 995,25 miliar.
Editor: Indah Handayani
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
FollowBaca Berita Lainnya di Google News
Read Now





