Sabtu, 4 April 2026

Reksa Dana Gagal Bayar, Ini yang Investor Bisa Lakukan

Penulis : Muhammad Ghafur Fadillah
18 Des 2023 | 17:32 WIB
BAGIKAN
Ilustrasi investasi reksa dana. (Sumber: istimewa)
Ilustrasi investasi reksa dana. (Sumber: istimewa)

JAKARTA, investor.id – Reksa dana masih menjadi salah satu instrumen investasi pilihan masyarakat. Meski begitu, reksa dana juga tidak terlepas dari risiko kerugian maupun gagal bayar.

Reksa dana juga bisa gagal bayar. Hal tersebut dipengaruhi aset yang menjadi dasar atau underlying produk itu bermasalah. Misalnya, ada surat utang atau obligasi dari perusahaan yang menjadi underlying dari suatu reksa dana, ternyata tak bisa dibayar oleh perusahaan penerbit.

Economist & Financial Marker Specialist Lucky Bayu Purnomo menjelaskan, sumber masalah yang kerap ditemui pada kasus gagal bayar reksa dana adalah salah satu underlying-nya yang bermasalah. Misalnya penerbit obligasi mencatat gagal bayar, sehingga reksa dana dengan underlying obligasi itu pun menjadi ikut gagal bayar.

Advertisement

Dengan demikian, kata dia, ketika ada kasus gagal bayar reksa dana, emiten terkait juga harus ikut bertanggung jawab. “Yang perlu diharapkan emiten sebagai penerbit surat utang atau underlying untuk tanggung jawab dengan membayarnya,” jelasnya kepada wartawan Senin (18/12/23).

Dalam kesempatan terpisah, Senior Investment Information Mirae Asset Sekuritas Nafan Aji Gusta mengatakan, para investor reksa dana juga bisa untuk mengawasi proses penyelesaian masalah dari perusahaan penerbit obligasi yang diketahui gagal bayar. Sebuah perusahaan yang gagal bayar tentu menyampaikan strategi dan rencana untuk melunasi obligasinya. Dari sana, investor dapat menimbang kemampuan penyelesaian dari perusahaan penerbit obligasi.

Perusahaan penerbit akan mengadakan rapat umum pemegang obligasi. Lalu perusahaan pun bakal menyampaikan rencana untuk melunasi obligasi, bisa melalui perpanjangan pembayaran, mencicil atau perubahan syarat dan ketentuan lainnya.

Nafan menyebutkan menambahkan untuk menghindari kerugian, investor juga bisa menerapkan diversifikasi ke instrumen lain. Dalam hal memilih produk reksa dana, Nafan menyarankan investor untuk mempelajari dan memahami dokumen reksa dana baik prospektus, penawaran produk dan fund fact sheet. “Semua data yang diberikan Manajer Investasi sudah transparan, tinggal investor yang menganalisisnya,” pungkas dia.

Editor: Prisma Ardianto

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


International 20 menit yang lalu

Astronot Artemis II Bingkai Keindahan Bumi yang Menakjubkan

Astronot Artemis II bagikan foto Bumi yang menakjubkan dari angkasa. Perjalanan manusia pertama menuju Bulan setelah lebih dari 50 tahun.
National 35 menit yang lalu

Banjir Setinggi 30-80 cm Rendam Sejumlah Wilayah di Tangerang Selatan

Hujan deras yang mengguyur sejak pagi membuat sejumlah wilayah di Tangerang Selatan terendam banjir dengan ketinggian 30-80 cm.
International 1 jam yang lalu

Kejutkan Dunia, Pemimpin Militer Burkina Faso Lontarkan Pernyataan Kontroversial

Pemimpin militer Burkina Faso Ibrahim Traore lontarkan pernyataan kontroversial, sebut demokrasi membunuh dan minta rakyat lupakan pemilu.
Business 1 jam yang lalu

KLH dan Pemprov Sulsel Bangun PSEL dengan Investasi Rp 3 Triliun

Kementerian LH bersama Pemprov Sulsel memulai pembangunan Pengolah Sampah Energi Listrik (PSEL) dengan nilai investasi Rp 3 triliun.
Market 2 jam yang lalu

Strategi Trisula (TRIS) Genjot Kinerja 2026

PT Trisula International Tbk (TRIS) menyiapkan strategi untuk memacu kinerja perusahaan pada tahun 2026.
Business 2 jam yang lalu

Perkuat Kapasitas Serapan, Bulog akan Bangun 100 Gudang Penyimpanan Baru

Perum Bulog akan menambah 100 gudang penyimpanan untuk memperkuat infrastruktur pascapanen dan meningkatkan kapasitas serapan petani.

Tag Terpopuler


Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia