Minggu, 21 Juni 2026

BSI Kebanjiran Cuan dari Tren Kenaikan Harga Emas

Penulis : Natasha Khairunisa Amani
19 Sep 2025 | 07:13 WIB
BAGIKAN
Ilustrasi emas. (Foto: AP/ Mark Baker)
Ilustrasi emas. (Foto: AP/ Mark Baker)

JAKARTA, investor.id - Bank Syariah Indonesia (BSI) menyoroti tren kenaikan pada harga emas yang meningkat hingga 50% dalam satu tahun terakhir. Di dalam negeri, harga emas logam mulia bahkan telah menyentuh Rp 2,1 juta.

BSI melihat, kenaikan harga emas terus menarik minat masyarakat untuk investasi pada aset safe haven tersebut, terutama di tengah tren penurunan suku bunga bank. Hal itu salah satunya tercermin dari capaian BSI Emas yang telah mencatat penjualan lebih dari 1 ton emas melalui aplikasi BYOND.

Nasabah BSI Emas juga telah mendekati 180.000. Adapun dari sisi penyaluran pembiayaan cicil emas per Juli 2025 tumbuh 135% year-on-year.

ADVERTISEMENT

Direktur Utama BSI Anggoro Eko Cahyo mengatakan mencermati fenomena ini BSI terus mengedukasi masyarakat bahwa waktu yang tepat beli emas adalah sekarang .

”Karena, tren harga emas dalam jangka panjang akan terus naik, karena itu sifatnya tidak untuk trading jangka pendek,”ujar Anggoro dalam keterangannya di Jakarta, dikutip Jumat (19/9/2025).

Selain itu, pertumbuhan nasabah cicil emas dan gadai emas BSI dalam kurun waktu tiga tahun terakhir juga melesat sekitar 111% mencapai hampir 600.000 orang.

Anggoro mengungkapkan, antusias minat nasabah BSI terhadap layanan emas melampaui ekspektasi.

Selain karena instrumen emas ini unik, emas juga menjadi investasi yang aman dan mudah sesuai dengan prinsip syariah. Dia melanjutkan, tren investasi emas juga mendorong pertumbuhan industri perbankan syariah, sehingga dengan potensi muslim terbesar di dunia, ruang pertumbuhan bank syariah cukup besar.    

Anggoro menambahkan terus mendorong literasi emas agar masyarakat bisa menikmati manfaat investasi emas dalam jangka panjang. “Nasabah yang membeli emas tahun lalu sudah bisa menikmati hasilnya. Mereka pasti bahagia,” katanya.

Senada, tertimoni positif juga datang dari salah satu nasabah BSI, yakni Fandi.

"Dulu saya cicil emas dengan harga emas Rp1,4 juta, dan saat ini saya merasa beruntung dengan kenaikan emas yang mencapai Rp2,1 juta. Investasi ini sangat membantu untuk perencanaan masa depan terutama kebutuhan perencanaan pendidikan anak untuk jangka panjang,’’ cerita Fandi.

Editor: Natasha Khairunisa

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


International 5 jam yang lalu

Skandal Korupsi Spanyol: Istri PM Pedro Sanchez Diadili dan Paspornya Disita

Istri PM Spanyol Begoña Gómez resmi diadili atas kasus korupsi. Paspor disita dan kubu oposisi mendesak pemerintah untuk mundur.
National 5 jam yang lalu

Ilmuwan Peringatkan Konsekuensi Besar El Nino bagi Cuaca Global

Fenomena El Niño resmi tiba! Ilmuwan peringatkan potensi kekeringan parah dari Indonesia hingga Amazon serta ancaman rekor suhu terpanas.
Lifestyle 5 jam yang lalu

Devin/Faathir Raih Final Perdana BWF Super 300 di Macau Open 2026, Hasil Nyata Pembinaan Berkelanjutan

Capaian ini menandai perkembangan signifikan pasangan muda yang selama ini disiapkan sebagai bagian dari regenerasi bulu tangkis Nasional.
International 6 jam yang lalu

Proyek Ambisius AI Kuras Kas, Investor Pantau Pasar Obligasi

Pembangunan pusat data AI kuras kas perusahaan teknologi. Investor kini wajib pantau suku bunga The Fed dan pasar obligasi global.
Business 6 jam yang lalu

Red Hat Dukung Pengembangan Agentic AI

Red Hat, penyedia solusi open source , baru-baru ini mengumumkan langkah inovatif yang signifikan pada portofolio  Red Hat AI untuk membantu menjembatani kesenjangan antara eksperimen AI dan kendali operasional di tingkat produksi.
International 6 jam yang lalu

Serangan Israel Tewaskan 16 di Lebanon, Dialog AS-Iran di Ujung Tanduk

Gencatan senjata rapuh, serangan Israel tewaskan 16 orang di Lebanon. Masa depan dialog damai nuklir AS-Iran kini kian terancam.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia