BSI Kebanjiran Cuan dari Tren Kenaikan Harga Emas
JAKARTA, investor.id - Bank Syariah Indonesia (BSI) menyoroti tren kenaikan pada harga emas yang meningkat hingga 50% dalam satu tahun terakhir. Di dalam negeri, harga emas logam mulia bahkan telah menyentuh Rp 2,1 juta.
BSI melihat, kenaikan harga emas terus menarik minat masyarakat untuk investasi pada aset safe haven tersebut, terutama di tengah tren penurunan suku bunga bank. Hal itu salah satunya tercermin dari capaian BSI Emas yang telah mencatat penjualan lebih dari 1 ton emas melalui aplikasi BYOND.
Nasabah BSI Emas juga telah mendekati 180.000. Adapun dari sisi penyaluran pembiayaan cicil emas per Juli 2025 tumbuh 135% year-on-year.
Direktur Utama BSI Anggoro Eko Cahyo mengatakan mencermati fenomena ini BSI terus mengedukasi masyarakat bahwa waktu yang tepat beli emas adalah sekarang .
”Karena, tren harga emas dalam jangka panjang akan terus naik, karena itu sifatnya tidak untuk trading jangka pendek,”ujar Anggoro dalam keterangannya di Jakarta, dikutip Jumat (19/9/2025).
Selain itu, pertumbuhan nasabah cicil emas dan gadai emas BSI dalam kurun waktu tiga tahun terakhir juga melesat sekitar 111% mencapai hampir 600.000 orang.
Anggoro mengungkapkan, antusias minat nasabah BSI terhadap layanan emas melampaui ekspektasi.
Selain karena instrumen emas ini unik, emas juga menjadi investasi yang aman dan mudah sesuai dengan prinsip syariah. Dia melanjutkan, tren investasi emas juga mendorong pertumbuhan industri perbankan syariah, sehingga dengan potensi muslim terbesar di dunia, ruang pertumbuhan bank syariah cukup besar.
Anggoro menambahkan terus mendorong literasi emas agar masyarakat bisa menikmati manfaat investasi emas dalam jangka panjang. “Nasabah yang membeli emas tahun lalu sudah bisa menikmati hasilnya. Mereka pasti bahagia,” katanya.
Senada, tertimoni positif juga datang dari salah satu nasabah BSI, yakni Fandi.
"Dulu saya cicil emas dengan harga emas Rp1,4 juta, dan saat ini saya merasa beruntung dengan kenaikan emas yang mencapai Rp2,1 juta. Investasi ini sangat membantu untuk perencanaan masa depan terutama kebutuhan perencanaan pendidikan anak untuk jangka panjang,’’ cerita Fandi.
Editor: Natasha Khairunisa
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
FollowBaca Berita Lainnya di Google News
Read Now






