Minggu, 5 April 2026

Bank Harus Rela Pangkas NIM Agar Dana Rp 200 T Diserap Pasar

Penulis : Alfida Rizky Febrianna / Erfan Ma’ruf
1 Okt 2025 | 08:04 WIB
BAGIKAN
Ilustrasi bank-bank Himbara. (Sumber: istimewa)
Ilustrasi bank-bank Himbara. (Sumber: istimewa)

JAKARTA, investor.id – Kebijakan pemerintah memindahkan dana sebesar Rp 200 triliun dari Bank Indonesia ke bank-bank Himpunan Bank Milik Negara (Himbara) untuk menggerakkan perekonomian dikhawatirkan tidak akan terserap optimal oleh pasar. Menurut ekonom, ada dua kendala utama yang menghambat penyerapan dana tersebut.

Ekonom sekaligus Direktur Eksekutif Institute for Development of Economics and Finance (Indef), Esther Sri Astuti, mengungkapkan bahwa selama persyaratan kredit masih sulit dan bunga kredit masih tinggi, dana tersebut akan sulit tersalurkan.

“Kalau menurut saya, pasar akan bisa absorb kucuran dana Rp 200 triliun jika persyaratan kredit dipermudah dan tingkat suku bunga kredit rendah. Selama dua hal itu masih problem maka tidak akan terserap,” ungkap Esther saat dihubungi, Selasa (30/9/2025).

Oleh karena itu, Esther menyarankan pemerintah mendorong perbankan memberikan subsidi bunga dan mempermudah persyaratan kredit. Sebagai konsekuensinya, margin bunga bersih (net interest margin/NIM) harus rela tergerus.

ADVERTISEMENT

Net interest margin bank harus turun. Subsidi bunga dan persyaratan kredit harus dipermudah,” tuturnya.

Bank Harus Rela Pangkas NIM Agar Dana Rp 200 T Diserap Pasar
Penempatan Dana Rp 200 triliun di Bank Himbara. (Ilustrasi: Investor Daily)

Untuk diketahui, pemerintah telah menempatkan dana sebesar Rp 200 triliun di lima bank Himbara sejak 12 September 2025. Bank Mandiri, BRI, dan BNI masing-masing menerima Rp 55 triliun, sementara BTN mendapatkan Rp 25 triliun, dan BSI Rp 10 triliun.

Di samping tantangan akses dan biaya, Esther menekankan bahwa penyaluran (disbursement) kredit harus dilakukan secara strategis. Kredit harus diserap oleh sektor-sektor prioritas yang memiliki potensi besar untuk mendorong pertumbuhan ekonomi.

“Yang terpenting bukan hanya disbursement kredit, tapi mana sektor prioritas yang harus didorong sehingga pertumbuhan ekonomi meningkat,” ujarnya.

Esther mengingatkan bahwa meskipun perlu didorong, penyaluran kredit perbankan harus tetap dalam koridor aman, yakni menjaga rasio kredit macet (non-performing loan/NPL) tetap rendah agar indikator kesehatan perbankan tetap terjaga.

“Kredit macet harus dihindarkan, jangan asal disbursement kredit saja, tapi ngawur penyebaran kreditnya,” tutupnya.

Penyaluran Kredit UMKM

Editor: Prisma Ardianto

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


National 1 jam yang lalu

Prabowo dan SBY Lepas Jenazah 3 Prajurit TNI yang Gugur di Lebanon

Presiden Prabowo dan mantan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono turut melepas tiga prajurit TNI yang gugur di Lebanon untuk dimakamkan.
InveStory 2 jam yang lalu

Inspiratif! Rayyan Shahab Diterima 15 Kampus Top Dunia Tanpa Kursus Bahasa Inggris

Siswa MAN IC Pekalongan, Ahmad Ali Rayyan Shahab mencatat prestasi luar biasa. Di usia 17 tahun dia diterima 15 kampus dunia.
Business 2 jam yang lalu

Private AI Bantu Dunia Bisnis Kurangi Risiko 

- Tekanan terhadap perusahaan Indonesia saat ini terasa dari dua arah sekaligus. Di satu sisi, semua orang bicara soal AI, mulai dari chatbot, analitik prediktif, sampai agen AI yang bisa mengotomatisasi proses bisnis.
Business 2 jam yang lalu

MPMX Raih Laba Bersih Rp 462 Miliar pada 2025

PT Mitra Pinasthika Mustika Tbk (MPMX), perusahaan konsumer  otomotif dan transportasi di Indonesia hari ini melaporkan hasil kinerja keuangan  untuk tahun buku 2025 yang telah diaudit. Perseroan tetap mempertahankan fundamental  bisnis yang solid di tengah dinamika kondisi pasar.  
Market 5 jam yang lalu

Pizza Hut (PZZA) Balikkan Rugi Jadi Laba

PT Sarimelati Kencana Tbk (PZZA) membalikkan kinerja keuangan pada 2025 dengan mencetak laba bersih tahun berjalan sebesar Rp 24,75 miliar.
National 5 jam yang lalu

Jenazah Prajurit TNI Gugur dalam Misi Perdamaian UNIFIL Tiba di Indonesia

Tiga jenazah prajurit TNI yang gugur jalankan tugas di Lebanon tiba di tanah air dan dijadwalkan akan diterima Presiden Prabowo Subianto.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia