Kisah Haru Nasabah PNM Mekaar di Momen Iftar Bersama Media
JAKARTA, investor.id – PT Permodalan Nasional Madani (PNM) menggelar acara buka puasa bersama insan media di Menara PNM, Jakarta, Rabu (11/3/2026). Acara ini bukan sekadar ajang silaturahmi, melainkan panggung bagi para perempuan tangguh untuk membagikan kisah transformasi hidup mereka.
Dalam talkshow inspiratif bertema "Lentera Perempuan Berdaya: Ketika Usaha Kecil Menjadi Cahaya Besar", dua sosok ketua kelompok PNM Mekaar, Tati Mulyani dari Sumedang dan Sri Wahyuningsih dari Lampung, hadir membagikan perjuangan mereka melawan keterbatasan.
Tati, yang bergabung sejak 2017, mengenang masa sulit saat ia harus berjuang demi pendidikan anak-anaknya. Dengan modal awal Rp 3 juta, ia membangun warung sembako dari sebuah etalase sederhana.
"Awalnya saya bergabung karena ingin membiayai sekolah anak. Sekarang saya bangga bisa meningkatkan ekonomi keluarga menjadi lebih baik. Itu semua berkat pendampingan PNM," ujar Tati penuh syukur.
Kisah tak kalah menyentuh datang dari Sri Wahyuningsih. Pengusaha basreng yang bergabung sejak 2023 ini sempat berada di titik terendah secara ekonomi.
"Dulu untuk makan saja sulit, satu butir telur harus dibagi tiga. Anak-anak bahkan pernah tidak bisa ikut ujian karena biaya," kenang Sri.
Namun, lewat kegigihan dan modal dari PNM, kini Sri mampu menghidupi anak-anaknya dengan layak.
10 Tahun PNM Mekaar, Menjangkau 60.000 Desa
Direktur Utama PNM, Arief Mulyadi, menegaskan bahwa profesi insan PNM adalah bentuk aktualisasi kehadiran negara bagi masyarakat miskin ekstrem dan rentan. Tahun 2026 ini menandai satu dekade perjalanan program PNM Mekaar yang dimulai sejak awal 2016 silam.
Arief menjelaskan bahwa cita-cita PNM bukanlah sesuatu yang muluk, melainkan berfokus pada keseimbangan hidup nasabah.
"Tidak usah jadi eksportir, tidak usah jadi entrepreneur yang besar. Cukup squaring saja antara biaya hidup dengan pendapatan sendiri. Harapan kami adalah mentransformasi gerakan dari harapan menjadi kemandirian," ujarnya.
Saat ini PNM telah hadir di 60.260 desa/kelurahan di seluruh Indonesia dengan total 16,1 juta nasabah aktif. Dalam empat tahun terakhir saja, sebanyak 2,4 juta nasabah telah berhasil naik kelas ke ekosistem BRI dan Pegadaian melalui Holding Ultra Mikro.
Sebagai bentuk kepedulian sosial di bulan suci, PNM juga menyerahkan bantuan sebesar Rp 30.000.000 kepada Yayasan Panti Rumah Azaki, sebuah yayasan yang membina penyandang disabilitas. Melalui sinergi dengan media, PNM berharap pesan pemberdayaan ini dapat terus teramplifikasi untuk menginspirasi lebih banyak keluarga prasejahtera agar berani melangkah maju.
Editor: Yurike Metriani
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
FollowBaca Berita Lainnya di Google News
Read Now




