BTN Bidik Best Mortgage di Asia Tenggara pada 2025
JAKARTA, investor.id – PT Bank BTN Tbk (BBTN) menargetkan dapat menyandang bank dengan status best mortgage bank di Asia Tenggara pada 2025. Untuk mencapai target tersebut, emiten berkode sama BBTN ini telah menyiapkan lima strategi.
Hal tersebut dikemukakan Direktur Utama Bank BTN Pahala Nugraha Mansury dalam pertemuan dengan para pemimpin redaksi di Jakarta, Jumat (11/12).
Acara tersebut juga dihadiri Direktur Finance, Treasury & Strategy BTN Nixon LP Napitupulu dan Direktur Remedial & Wholesale Risk BTN Elisabeth Novie Riswanti.
Untuk menjadi best mortgage bank di Asia Tenggara pada 2025, pihaknya menargetkan mencapai profitabilitas dan pertumbuhan aset tertinggi dalam hal perumahan di antara peers.
“Strategi pertama menggandakan low cost funding menjadi Rp 250 triliun melalui transformasi kapabilitas channel sehingga menjadi bank transaksional bagi 3 juta nasabah pinjaman dan menumbuhkan FBI menjadi Rp 7 triliiun, setara dengan 12% total income,” katanya.
Kemudian, strategi kedua, mendorong keterjangkauan akses perumahan bagi lebih dari 6 juta masyarakat Indonesia, yakni dengan menghadirkan produk perbankan untuk meningkatkan taraf hidup, pembiayaan bagi lebih dari 1 juta rumah subsidi untuk segmen masyarakat, dan membangun channel direct-tocustomers baru bagi segmen masyarakat affluent.
Strategi ketiga, membangun one stop shop financial solution untuk 3 juta konsumen dan bisnis terkait perumahan. Strategi ini untuk memberikan solusi pinjaman dan investasi untuk mencapai tiga kali lipat portofolio non-KPR menjadi Rp 170 triliun dan melipatgandakan kepemilikan produk nasabah emerging affluent menjadi 2,3 produk
Selanjutnya, strategi keempat, menjadi inovator digital dan home of Indonesia’s best talent. BTN akan melakukan proses digitalisasi untuk membangun operasi yang paling efisien (kurang dari 50% CIR) dan mengembangkan talent terbaik. Terakhir, membangun portofolio berkualitas tinggi dan mempertahankan tingkat non performing loan (NPL) yang rendah.
Strategi ini ditempuh dengan memanfaatkan teknologi untuk mengembangkan proses manajemen risiko yang terintegrasi dan kokoh untuk menurunkan NPL sejalan dengan market sustainably di bawah 3%.
Menurut dia, kriteria bankbank yang masuk dalam mortgage adalah bank-bank dengan portofolio lebih dari 40%.
“Masuk kategeri di sini ada beberapa, termasuk Maybank portofolionya di atas 40% itu ada di mortgage. Ada bank Thailand nnamnya SCB (Siam Commercial Bank). Jadi kita nggak ingin gede-gedean tapi pertumbuhan dari kredit mortgage dalam 5 tahun mendatang berharap yang paling besar dibandingkan bank-bank mortgage lainnya yang punya portofolio KPR atau mortgate itu di atas 40%, itu yang pertama,” katanya.
Kedua, lanjut dia, BTN harus menjadi bank yang melayani betul-betul one stop solution bagi customer yang memang bergerak di bidang perumaham.
“Sekarang ini para pengembang mendapat kredit dari kita mungkin untuk kredit konsumsinya, tapi pendanaannya dan transaksinya masih ada di bank-bank lain. Jadi produk, misalnya kalau butuh apa namanya bank garansi, mereka belum ke kita, bank BTN, mereka masih ke bank-bank lain,” jelasnya. Untuk mencapai one stop solution, pihaknya harus investasi di bidang information teknologi (IT), mengembangkan cash management system, mengembangkan bisnis proses baru, dan menambah produk.
“Kalau selama ini kita Cuma punya bank garansi yang memberikan bank garansi dengan bank back to back agunan asuransi, nantinya ke depannya nggak bisa lagi seperti itu. Cash management system harus diperbaiki juga. Kalau cash managemet system diperbaiki, artinya IT-nya diperbaiki juga,” katanya. (mwd/jn)
Editor: Investor.id
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
FollowBaca Berita Lainnya di Google News
Read Now





