Polisi Mesir Gagalkan Serangan Bom Bunuh Diri di Luxor
KAIRO – Kepolisian Mesir mengatakan pihaknya telah menggagalkan upaya serangan bom bunuh diri, pada Rabu (10/6) di salah satu tujuan wisata terkenal di negara ini, Luxor dan menewaskan dua orang militan.
Menurut polisi, salah satu penyerang meledakkan bom dan dua pelaku serangan lainnya terlibat dalam baku tembak di dekat Kuil Karnak, di Luxor, sebuah kota yang berjarak 700 kilometer dari Kairo selatan. Kuil Karnak ini dibangun di atas reruntuhan Thebes, salah satu ibukota Mesir kuno. Kuilnya yang berukuran sangat besar dipersembahkan kepada dewa Amon.
Sementara itu terkait dengan korban jiwa, sumber di kementerian dalam negeri menyebutkan tak ada wisatawan yang terluka dalam serangan bom bunuh diri. Kepolisian Luxor menyatakan petugasnya menembaki tiga pelaku setelah mereka menolak menjalani pemeriksaan keamanan di sebuah pos pemeriksaan di luar kuil. Petugas pun menembak keduanya hingga tewas.
Namun, menurut petugas di lokasi kejadian, pelaku penyerangan ketiga berhasil meledakkan bom yang dibawanya. Adapun pejabat Kementerian Kesehatan setempat Nahed Mohammed menyampaikan kepada AFP, bahwa dua orang militan tewas dan satu orang terluka dalam serangan yang berhasil digagalkan.
Mohammed menambahkan, ada dua warga sipil dan dua petugas polisi yang ikut terluka dalam aksi upaya serangan bom bunuh diri. Polisi juga meminta para pengunjung supaya tetap berada di dalam kuil selama operasi, demikian disampaikan oleh seorang pejabat kementerian kepada AFP.
“Pasukan keamanan di Luxor telah menggagalkan operasi teroris. Dua teroris tewas dan teroris ketiga terluka,” ungkap polisi dalam sebuah pernyataan.
Kendati sebagian besar wisatawan terhindar dari serangan tersebut, namun aksi pemboman bunuh diri tahun lalu terhadap bus wisata di Semenanjung Sinai yang bergolak – rumah bagi cabang kelompok jihad Negara Islam (NI) – telah menewaskan tiga warga Korea Selatan dan pengendara bis warga Mesir. Bahkan kelompok jihad mengklaim serangan bom biasa terjadi di Mesir sejak penggulingan Presiden Islam Mohamed Morsi pada Juli 2013 dan penumpasan secara brutal terhadap para pendukungnya.
Sektor pariwisata Mesir juga telah goyah sejak awal 2011, ketika terjadi pemberontakan rakyat yang menggulingkan Hosni Mubarak setelah memerintah 30 tahun lamanya. Ketidakstabilan dan merebaknya serangan bertahun-tahun lamanya telah diklaim oleh kelompok jihad dan memicu ketakutan para calon pengunjung. Hal ini mengganggu perekonomian dan membuat cadangan mata uang asing Mesir merosot. Luxor sendiri harus berurusan dengan banyak serangan, termasuk kecelakaan balon udara mematikan pada 2013 yang menyebabkan 19 wisatawan meninggal dunia.
Kota ini membutuhkan waktu bertahun- tahun untuk pulih dari pembantaian 1997, ketika pria bersenjata dari kelompok Islam melepas tembakan kepada para wisatawan di komplek kuil kuno dan menewaskan 58 warga asing dan empat penjaga warga Mesir. (afp/pya)
Editor: Investor.id
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
FollowBaca Berita Lainnya di Google News
Read Now

