Minggu, 5 April 2026

Dua Tahun ke Depan, Ekonomi Jerman Menuju Perlambatan

Penulis : Gora Kunjana
17 Des 2017 | 11:53 WIB
BAGIKAN

FRANKFURT AM MAIN – Bundesbank menyampaikan akan menaikkan perkiraan pertumbuhan ekonomi secara signifikan untuk 2017 dan 2018. Namun bank sentral Jerman itu juga mengingatkan soal momentum yang menuju perlambatan di tahun-tahun berikutnya akibat kekurangan tenaga kerja.

 

ADVERTISEMENT

Menurut pernyataan yang dikeluarkan Bundesbank pada Jumat (15/12), perekonomian Jerman akan berekspansi 2,6% pada tahun ini dan 2,5% pada 2018. Pernyataan itu juga sekaligus untuk memperbarui perkiraan Juni yang memprediksi tingkat pertumbuhan ekonomi masing-masing adalah 1,9% dan 1,7%.

 

“Perekonomian Jerman mengalami kenaikan kuat. Momentum ini didukung oleh kuatnya permintaan luar negeri terhadap barang-barang buatan Jerman, sedangkan angka pengangguran yang rendah di dalam negeri membuat konsumsi dalam negeri meningkat,” bunyi pernyataan Bundesbank.

 

Di sisi lain, rangkaian pertumbuhan yang kuat akan melemah menjadi 1,7% pada 2019 dan 1,5% pada 2020 karena siklus ekonomi mencapai keadaan yang semakin matang. “Kemajuan ekonomi Jerman mencapai kondisi yang semakin matang. Kami akan melihat laju pertumbuhan ekonomi terus sangat tinggi tidak hanya di Kuartal IV 2017 dan kuartal I 2018, melainkan juga selama 2018, selama itulah perekonomian Jerman akan tumbuh dengan kuat. Yang penting, peluang pertumbuhan lebih lanjut sedang dibatasi oleh utilisasi kapasitas yang kuat dan, khususnya, kekurangan tenaga kerja,” bunyi pernyataan Presiden Bundesbank Jens Weidmann, yang turut memperkirakan kegiatan ekspor akan sangat terpukul.

 

Pemerintah Jerman sendiri baru saja menaikkan perkiraan ekonominya dan kini memperkirakan pertumbuhan 2017 mencapai 2% dan 1,9% pada 2018.

 

Tidak hanya menaikkan proyeksi pertumbuhan hingga 2018, melainkan juga sampai 2019. Dalam pernyataannya Bundesbank berharap momentumnya tetap kuat selama tahun depan, sebelum berubah moderat dalam jangka menengah.

 

Selain itu, lanjut Bundesbank, pihaknya melihat laju inflasi berakselerasi menjadi 1,9% pada 2020, dengan biaya energi yang menutupi tekanan harga yang mendasarinya. Menurut Bundesbank, dengan didukung oleh momentum ekonomi yang kuat dan tingkat inflasi rendah maka surplus fiskal Jerman bisa naik menjadi sekitar 1,5% dari produk domestic bruto (PDB) dalam beberapa tahun mendatang.

 

“Jika pemerintahan federal baru terbentuk maka beban anggaran tambahan akan disetujui dan oleh karena itu kebijakan fiskal akan lebih ekspansif, sehingga pertumbuhan dan inflasi berpotensi menjadi lebih kuat dari perkiraan saat ini,” kata Weidmann. (afp/sumber lain/pya)

Editor: Investor.id

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkini


National 57 menit yang lalu

Prabowo dan SBY Lepas Jenazah 3 Prajurit TNI yang Gugur di Lebanon

Presiden Prabowo dan mantan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono turut melepas tiga prajurit TNI yang gugur di Lebanon untuk dimakamkan.
InveStory 1 jam yang lalu

Inspiratif! Rayyan Shahab Diterima 15 Kampus Top Dunia Tanpa Kursus Bahasa Inggris

Siswa MAN IC Pekalongan, Ahmad Ali Rayyan Shahab mencatat prestasi luar biasa. Di usia 17 tahun dia diterima 15 kampus dunia.
Business 1 jam yang lalu

Private AI Bantu Dunia Bisnis Kurangi Risiko 

- Tekanan terhadap perusahaan Indonesia saat ini terasa dari dua arah sekaligus. Di satu sisi, semua orang bicara soal AI, mulai dari chatbot, analitik prediktif, sampai agen AI yang bisa mengotomatisasi proses bisnis.
Business 2 jam yang lalu

MPMX Raih Laba Bersih Rp 462 Miliar pada 2025

PT Mitra Pinasthika Mustika Tbk (MPMX), perusahaan konsumer  otomotif dan transportasi di Indonesia hari ini melaporkan hasil kinerja keuangan  untuk tahun buku 2025 yang telah diaudit. Perseroan tetap mempertahankan fundamental  bisnis yang solid di tengah dinamika kondisi pasar.  
Market 4 jam yang lalu

Pizza Hut (PZZA) Balikkan Rugi Jadi Laba

PT Sarimelati Kencana Tbk (PZZA) membalikkan kinerja keuangan pada 2025 dengan mencetak laba bersih tahun berjalan sebesar Rp 24,75 miliar.
National 5 jam yang lalu

Jenazah Prajurit TNI Gugur dalam Misi Perdamaian UNIFIL Tiba di Indonesia

Tiga jenazah prajurit TNI yang gugur jalankan tugas di Lebanon tiba di tanah air dan dijadwalkan akan diterima Presiden Prabowo Subianto.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia