Minggu, 5 April 2026

India Turunkan Pajak Perusahaan

Penulis : Grace Eldora
21 Sep 2019 | 09:41 WIB
BAGIKAN
Menteri Keuangan India, Nirmala Sitharaman. (Foto: AFP)
Menteri Keuangan India, Nirmala Sitharaman. (Foto: AFP)

MUMBAI, investor.id – Pemerintah India mengatakan akan memangkas pajak perusahaan hingga ke kisaran paling rendah di antara negara di Asia, sebagai bagian dari upayanya untuk menggerakkan perekonomian negara yang tersendat. Pernyataan yang disampaikan pada Jumat (20/9) membuat pasar saham negara menguat karena para analis memperkirakan ada kepentingan terbaru di dalam wilayah itu.

Menurut Menteri Keuangan (Menkeu) Nirmala Sitharaman, suku bunga acuan untuk perusahaan-perusahaan dalam negeri akan diturunkan dari 30% menjadi 22%. India memiliki keinginan untuk menarik perusahaan-perusahaan yang dilanda ketakutan perang dagang Tiongkok-Amerika Serikat (AS), yang telah memukul rantai pasokan global.

Sitharaman mengatakan, “untuk menarik investasi baru di bidang manufaktur dan meningkatkan program “Make In India” maka tarif pajak perusahaan baru akan diturunkan dari 25% menjadi 15%”. Demikian dilaporkan kantor berita Press Trust of India (PTI).

“Pajak baru akan sebanding dengan tarif pajak terendah di kawasan Asia Selatan dan di Asia Tenggara,” ujarnya kepada wartawan.

ADVERTISEMENT

Langkah-langkah tersebut bertujuan memberikan dorongan kepada perdana menteri yang terus menerus dihadapkan pada tekanan untuk membangkitkan perekonomian negara kembali, setelah selama lima kuartal berturu-turut mengalami perlambatan pertumbuhan sehingga membuat India kehilangan statusnya pada tahun ini sebagai negara dengan perkembangan ekonomi tercepat dibandingkan Tiongkok.

Lewat media sosial Twitter Modi mencuit, pengumuman jelas menunjukkan pemerintah tidak meninggalkan kebutuhan bisnis. “Tidak melewatkan kebutuhan bisnis untuk membuat India tempat yang lebih baik untuk melakukan bisnis, meningkatkan peluang bagi semua bagian masyarakat dan meningkatkan kemakmuran untuk membuat ekonomi India US$ 5 triliun,” unggahnya pada Jumat.

Pengumuman penurunan pajak itu pun langsung mendorong penguatan saham lebih dari 5% di Mumbai – dan merupakan lompatan terbesar dalam 10 tahun. Sementara itu, mata uang rupee India menguat terhadap dolar AS.

“Pasar saham India telah berada di jalur eksodus kuartalan terbesar sejak setidaknya 1999, di mana dana asing telah melepaskan sahamnya senilai US$ 4,9 miliar sejak Juni,” demikian dilaporkan Bloomberg News.

Sedangkan, Jeffrey Halley dari OANDA menyampaikan, pemangkasan pajak memungkinkan bangkitnya kembali minat para investor di negara sub-benua, setelah dua setengan tahun mengalami perlambatan pertumbuhan dan kecewa dengan kemajuan reformasi yang digalakkan oleh Perdana Menteri Modi.

Beberapa pekan terakhir, pihak berwenang telah meluncurkan serangkaian langkah-langkah untuk meningkatkan ekonomi dan mengentaskan pengangguran, yang tercatat berada di tingkat tertinggi sejak 1970-an.

Tertunda Lama

Di antara langkah-langkah terbaru adalah pencabutan larangan departemen pemerintah untuk membeli mobil-mobil baru, karena terlihat mendukung sektor otomotif – yang pada bulan lalu memperlihatkan penurunan angka penjualan sebanyak 41%.

Reserve Bank of India (RBI) – yang dilaporkan berada di bawah tekanan pemerintah – pun telah menurunkan suku bunganya sebanyak empat kali pada tahun ini ke level terendah, selama sembilan tahun. India juga mengumumkan penggabungan 10 bank negara dengan tujuan mencoba mengurangi tekanan pada para kreditur.

Disamping itu, pemerintah telah mengurangi pembatasan investasi asing di empat sektor utama, termasuk penambangan batu bara, sebagai upaya menarik lebih banyak modal dari luar negeri.

Menurut ekonom independen Ashutosh Datar kepada AFP, lang-langkah penurunan pajak mengalami penundaan sejak lama karena India merupakan negara dengan tarif pajak tertinggi di dunia.

Sementara itu, Rajiv Singh dari Karvy Stock Broking menambahkan setelah dikeluarkan sejumlah perubahan kecil, pemerintah akhirnya mengumumkan “langkah berani dan besar untuk menghidupkan semangat kembali.

Menurut PTI, termasuk biaya tambahan, tarif pajak efektif akan menjadi 25,17% atau turun hampir 10 poin persentase dibandingkan catatan sebelumnya sebesar 34,94%. (afp)


 

Editor: Happy Amanda Amalia

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkini


National 1 jam yang lalu

Prabowo dan SBY Lepas Jenazah 3 Prajurit TNI yang Gugur di Lebanon

Presiden Prabowo dan mantan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono turut melepas tiga prajurit TNI yang gugur di Lebanon untuk dimakamkan.
InveStory 1 jam yang lalu

Inspiratif! Rayyan Shahab Diterima 15 Kampus Top Dunia Tanpa Kursus Bahasa Inggris

Siswa MAN IC Pekalongan, Ahmad Ali Rayyan Shahab mencatat prestasi luar biasa. Di usia 17 tahun dia diterima 15 kampus dunia.
Business 1 jam yang lalu

Private AI Bantu Dunia Bisnis Kurangi Risiko 

- Tekanan terhadap perusahaan Indonesia saat ini terasa dari dua arah sekaligus. Di satu sisi, semua orang bicara soal AI, mulai dari chatbot, analitik prediktif, sampai agen AI yang bisa mengotomatisasi proses bisnis.
Business 2 jam yang lalu

MPMX Raih Laba Bersih Rp 462 Miliar pada 2025

PT Mitra Pinasthika Mustika Tbk (MPMX), perusahaan konsumer  otomotif dan transportasi di Indonesia hari ini melaporkan hasil kinerja keuangan  untuk tahun buku 2025 yang telah diaudit. Perseroan tetap mempertahankan fundamental  bisnis yang solid di tengah dinamika kondisi pasar.  
Market 4 jam yang lalu

Pizza Hut (PZZA) Balikkan Rugi Jadi Laba

PT Sarimelati Kencana Tbk (PZZA) membalikkan kinerja keuangan pada 2025 dengan mencetak laba bersih tahun berjalan sebesar Rp 24,75 miliar.
National 5 jam yang lalu

Jenazah Prajurit TNI Gugur dalam Misi Perdamaian UNIFIL Tiba di Indonesia

Tiga jenazah prajurit TNI yang gugur jalankan tugas di Lebanon tiba di tanah air dan dijadwalkan akan diterima Presiden Prabowo Subianto.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia