Sabtu, 4 April 2026

Tiongkok Dorong Kesepakatan Perdagangan Terbesar Dunia

Penulis : Grace El Dora
6 Jun 2022 | 11:45 WIB
BAGIKAN
Dari kiri ke kanan: Presiden AS Joe Biden, Perdana Menteri Jepang Fumio Kishida, dan Perdana Menteri India Narendra Modi menghadiri pertemuan Kerangka Kerja Ekonomi Indo Pasifik untuk Kemakmuran (IPEF) di Izumi Garden Gallery Tokyo, Jepang pada 23 Mei 2022. (FOTO: SAUL LOEB / AFP)
Dari kiri ke kanan: Presiden AS Joe Biden, Perdana Menteri Jepang Fumio Kishida, dan Perdana Menteri India Narendra Modi menghadiri pertemuan Kerangka Kerja Ekonomi Indo Pasifik untuk Kemakmuran (IPEF) di Izumi Garden Gallery Tokyo, Jepang pada 23 Mei 2022. (FOTO: SAUL LOEB / AFP)

BEIJING, investor.id – Di tengah gembar-gembor strategi Indo Pasifik baru dari Presiden Amerika Serikat (AS) Joe Biden, pemerintah Tiongkok bergerak di bawah radar. Negara tersebut menjadi tuan rumah diskusi tingkat tinggi tentang Kemitraan Ekonomi Komprehensif Regional (RCEP) ketika pemerintah Tiongkok mendorong kesepakatan pakta perdagangan terbesar di dunia.

Itu terjadi beberapa hari setelah pemerintahan Biden meluncurkan kemitraan Kerangka Ekonomi Indo Pasifik (IPEF) yang melibatkan 13 negara, tidak termasuk Tiongkok. Ini merupakan upaya AS untuk memperluas kepemimpinan politik dan ekonominya di kawasan Indo Pasifik.

Pertemuan RCEP di pulau selatan Hainan menggarisbawahi ekspektasi para analis bahwa alih-alih bereaksi atau melawan IPEF, pemerintah Tiongkok kemungkinan akan terus maju dengan pakta perdagangan yang disepakati dan memanfaatkan tarif dan akses pakai.

Advertisement

“Tiongkok tidak akan mengambil tindakan segera atau sangat tepat sasaran untuk menanggapi IPEF,” kata Li Xirui, sarjana perdagangan di S. Rajaratnam School of International Studies di Nanyang Technological University Singapura, Senin (6/6).

Forum Media dan Lembaga Pemikir RCEP kedua diadakan di ibu kota Hainan, Haikou pada akhir pekan lalu setelah IPEF diumumkan. Pakar perdagangan non pemerintah di seluruh kawasan berkumpul untuk membahas lebih banyak cara memperluas perdagangan di dalam blok tersebut.

RCEP mencakup Tiongkok dan 10 anggota blok Asean, bersama dengan Australia, Jepang, Korea Selatan, dan Selandia Baru.

Dipimpin oleh pemerintah lokal Hainan, pertemuan itu juga menandai upaya baru untuk memenuhi strategi Tiongkok yang lebih luas dalam menerapkan RCEP sejak diluncurkan di awal tahun ini.

“Konsisten dengan dukungannya terhadap multilateralisme dan globalisasi, Tiongkok kemungkinan akan terus mempromosikan adopsi RCEP karena ini memberi negara-negara anggota akses pasar yang besar, yang tidak dimiliki IPEF,” kata Li kepada CNBC.

Dia mengatakan bahwa pemerintah Tiongkok kemungkinan akan menanggapi AS pada salah satu serangan ekonomi Asia Pasifik di masa depan, dengan cara memperluas dominasi ekonominya di kawasan itu dan menumbuhkan perdagangannya di bawah RCEP.

Otoritas Tiongkok juga akan fokus pada usulan untuk bergabung dengan kesepakatan perdagangan skala besar lainnya, termasuk pakta perdagangan global terbesar kedua yakni Perjanjian Komprehensif dan Progresif untuk Kemitraan Trans Pasifik (CPTPP) dan Perjanjian Kemitraan Ekonomi Digital (DEPA), tambah Li.

Strategi pemerintah Tiongkok akan sejalan dengan bagaimana negara itu, dan negara-negara lain, memandang IPEF yang dinilai sebagai kesepakatan non perdagangan, mengarah ke geopolitik, dan bukan kesepakatan ekonomi Biden kembali ke Asia Pasifik, tambah Li.

Pada akhir Mei 2022 setelah peluncuran IPEF, mantan Perdana Menteri Malaysia Mahathir Mohamad mengkritik kesepakatan Indo Pasifik. Ia menilai itu adalah langkah politik AS untuk mengisolasi Tiongkok.

Malaysia adalah salah satu dari 13 negara yang tergabung dalam IPEF yang tidak termasuk Tiongkok.

Spesialis perdagangan Heng Wang, yang berada di Herbert Smith Freehills China International Business and Economic Law (CIBEL) Center di University of New South Wales, juga berpandangan bahwa pemerintah Tiongkok akan terus menggunakan akses pasar yang dimilikinya di bawah RCEP karena mereka akan mengizinkan untuk memperdalam kehadirannya di wilayah tersebut.

“RCEP adalah satu-satunya perjanjian perdagangan mega regional di mana Tiongkok menjadi salah satu pihak. Dan Tiongkok kemungkinan akan menyorotinya,” kata Wang.

Editor: Grace El Dora

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkini


National 32 menit yang lalu

Prabowo dan SBY Lepas Jenazah 3 Prajurit TNI yang Gugur di Lebanon

Presiden Prabowo dan mantan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono turut melepas tiga prajurit TNI yang gugur di Lebanon untuk dimakamkan.
InveStory 45 menit yang lalu

Inspiratif! Rayyan Shahab Diterima 15 Kampus Top Dunia Tanpa Kursus Bahasa Inggris

Siswa MAN IC Pekalongan, Ahmad Ali Rayyan Shahab mencatat prestasi luar biasa. Di usia 17 tahun dia diterima 15 kampus dunia.
Business 46 menit yang lalu

Private AI Bantu Dunia Bisnis Kurangi Risiko 

- Tekanan terhadap perusahaan Indonesia saat ini terasa dari dua arah sekaligus. Di satu sisi, semua orang bicara soal AI, mulai dari chatbot, analitik prediktif, sampai agen AI yang bisa mengotomatisasi proses bisnis.
Business 1 jam yang lalu

MPMX Raih Laba Bersih Rp 462 Miliar pada 2025

PT Mitra Pinasthika Mustika Tbk (MPMX), perusahaan konsumer  otomotif dan transportasi di Indonesia hari ini melaporkan hasil kinerja keuangan  untuk tahun buku 2025 yang telah diaudit. Perseroan tetap mempertahankan fundamental  bisnis yang solid di tengah dinamika kondisi pasar.  
Market 4 jam yang lalu

Pizza Hut (PZZA) Balikkan Rugi Jadi Laba

PT Sarimelati Kencana Tbk (PZZA) membalikkan kinerja keuangan pada 2025 dengan mencetak laba bersih tahun berjalan sebesar Rp 24,75 miliar.
National 4 jam yang lalu

Jenazah Prajurit TNI Gugur dalam Misi Perdamaian UNIFIL Tiba di Indonesia

Tiga jenazah prajurit TNI yang gugur jalankan tugas di Lebanon tiba di tanah air dan dijadwalkan akan diterima Presiden Prabowo Subianto.

Tag Terpopuler


Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia